Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Bulu Mata Mudah Patah? Ini Penyebab yang Sering Terjadi Setiap Hari

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Kamis, 16 Juli 2026 | 08:31 WIB
Wanita membersihkan riasan mata dengan lembut untuk menjaga bulu mata tetap sehat setiap hari [BTV:AI]
Wanita membersihkan riasan mata dengan lembut untuk menjaga bulu mata tetap sehat setiap hari [BTV:AI]

Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Mengulas kebiasaan sehari-hari yang dapat melemahkan kesehatan bulu mata serta cara mencegah kerusakannya.

Ikhtisar: Artikel membahas kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari, penyebab bulu mata mudah rusak, serta langkah sederhana untuk menjaga pertumbuhannya tetap sehat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bulu mata bukan hanya berfungsi mempercantik penampilan, tetapi juga melindungi mata dari debu, kotoran, dan partikel kecil. Sayangnya, banyak kebiasaan sehari-hari yang justru mempercepat kerontokan, membuat bulu mata rapuh, bahkan menghambat pertumbuhan alaminya.

Masalah ini sering dianggap sepele. Padahal, perubahan kecil pada rutinitas harian bisa memberikan dampak besar. Yuk, simak sampai habis dan mulai rawat bulu mata dengan cara yang tepat, Ces!

Mengapa Bulu Mata Bisa Rusak Meski Tidak Menggunakan Ekstensi?

Banyak orang mengira kerusakan bulu mata hanya terjadi setelah memakai eyelash extension atau prosedur kecantikan tertentu. Faktanya, aktivitas sehari-hari justru menjadi penyebab paling sering.

Secara alami, setiap helai bulu mata memiliki siklus pertumbuhan yang terdiri dari fase tumbuh, istirahat, dan rontok. Jika akar rambut terus mengalami tekanan atau iritasi, siklus tersebut dapat terganggu sehingga bulu mata menjadi lebih tipis.

Menurut Dr. Dendy Engelman, dokter spesialis dermatologi dari Amerika Serikat, folikel rambut yang mengalami trauma berulang dapat menghasilkan rambut yang tumbuh lebih lambat atau bahkan berhenti sementara. Karena itu, kebiasaan sederhana layak mendapat perhatian.

1. Menggosok Mata Terlalu Sering

Mengucek mata ketika lelah atau gatal memang terasa nyaman sesaat. Namun, tekanan yang berulang dapat menarik bulu mata hingga tercabut dari akarnya.

Selain meningkatkan risiko kerontokan, kebiasaan ini juga dapat mengiritasi kelopak mata dan memicu peradangan ringan pada folikel rambut. Bila berlangsung terus-menerus, bulu mata membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh kembali.

2. Tidur Tanpa Membersihkan Riasan Mata

Maskara, eyeliner, dan eyeshadow yang tertinggal semalaman dapat mengeras di sekitar batang bulu mata.

Saat tidur, gesekan dengan bantal membuat bulu mata menjadi lebih kaku dan mudah patah. Sisa kosmetik juga berpotensi menyumbat kelenjar kecil di kelopak mata sehingga kesehatan area sekitar mata ikut terganggu.

3. Menggunakan Penjepit Bulu Mata Secara Berlebihan

Penjepit bulu mata memang mampu menciptakan efek lentik dalam hitungan detik. Namun, penggunaan yang terlalu keras atau terlalu sering dapat melemahkan batang rambut.

Kesalahan lain yang masih sering terjadi adalah menjepit bulu mata setelah maskara mengering. Kondisi tersebut membuat helai bulu mata menjadi kaku sehingga lebih mudah patah ketika dijepit.

Kebiasaan Kecil yang Sering Diabaikan

Tidak semua penyebab kerusakan bulu mata berasal dari produk kosmetik. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang justru lebih sering menjadi pemicunya.

1. Membersihkan Makeup Terlalu Kasar

Mengusap kapas berulang kali dengan tekanan tinggi justru memperbesar risiko kerontokan.

Gunakan pembersih khusus area mata, lalu diamkan beberapa detik agar maskara melunak sebelum diangkat secara perlahan. Cara ini jauh lebih aman dibanding menggosok kelopak mata berulang kali.

2. Kurang Tidur Secara Konsisten

Waktu istirahat yang cukup membantu proses regenerasi sel, termasuk pada folikel rambut.

Tidur yang kurang dalam jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan memperlambat pertumbuhan rambut, termasuk bulu mata serta alis.

3. Pola Makan Kurang Seimbang

Bulu mata juga membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dengan baik.

Protein, zat besi, zinc, vitamin B kompleks, vitamin E, dan biotin merupakan beberapa nutrisi yang berperan dalam menjaga kesehatan rambut. Kekurangan asupan tersebut dapat membuat rambut, termasuk bulu mata, tampak lebih tipis dan rapuh.

Bagaimana Cara Menjaga Bulu Mata Tetap Sehat?

Merawat bulu mata sebenarnya tidak memerlukan perawatan mahal. Konsistensi menjalankan kebiasaan yang benar jauh lebih penting dibanding sering berganti produk.

Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain:

1. Bersihkan riasan mata sebelum tidur menggunakan pembersih yang lembut.

2. Hindari menggosok mata saat terasa gatal. Jika perlu, kompres dingin untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

3. Ganti maskara sesuai masa pakainya agar kebersihan produk tetap terjaga.

4. Gunakan penjepit bulu mata sebelum mengaplikasikan maskara, bukan setelah maskara mengering.

5. Konsumsi makanan kaya protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan rambut secara alami.

Bagi yang rutin memakai kosmetik mata setiap hari, memilih produk berkualitas dan menjaga kebersihan alat makeup juga menjadi langkah penting. Sikat maskara atau penjepit bulu mata yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran maupun bakteri.

Apa Tanda-Tanda Bulu Mata Mulai Mengalami Kerusakan?

Kerusakan bulu mata biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa perubahan yang sering muncul lebih dulu, tetapi sering dianggap sebagai hal biasa.

Jika kondisi ini dibiarkan berlangsung lama, jumlah bulu mata yang rontok dapat meningkat dan pertumbuhan helai baru menjadi lebih lambat. Karena itu, mengenali tanda awal sangat penting agar perawatan bisa segera dilakukan.

Beberapa ciri yang patut diperhatikan meliputi bulu mata mudah patah saat membersihkan wajah, terlihat semakin tipis, kehilangan kelenturan, hingga muncul area yang tampak kosong pada garis bulu mata.

Menurut Dr. Hadley King, dokter spesialis dermatologi di New York, menjaga kesehatan kulit kelopak mata sama pentingnya dengan merawat rambut. Folikel yang sehat menjadi kunci pertumbuhan bulu mata yang optimal.

Selain itu, rasa gatal, kemerahan, atau muncul kerak di pangkal bulu mata juga sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya iritasi atau gangguan pada kelopak mata yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Bukan Kurang Serum, Pemangkasan Tahapan Skincare Justru Jadi Kunci Utama Kulit Wajah Sehat Bebas Jerawat

Tanda awal kerusakan bulu mata terlihat dari kerontokan, penipisan, serta iritasi kelopak mata jelas [BTV:AI]
Tanda awal kerusakan bulu mata terlihat dari kerontokan, penipisan, serta iritasi kelopak mata jelas [BTV:AI]

 Apakah Serum Bulu Mata Selalu Menjadi Solusi?

Popularitas serum bulu mata meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena banyak orang menginginkan bulu mata yang tampak lebih panjang dan lebat.

Namun, hasil penggunaan serum tidak hanya bergantung pada produknya. Cara penggunaan, kondisi kulit, serta kesehatan folikel rambut juga sangat memengaruhi hasil akhirnya.

Produk yang mengandung bahan pelembap seperti panthenol, peptide, atau hyaluronic acid umumnya membantu menjaga kelembapan batang bulu mata sehingga tidak mudah rapuh.

Sebaliknya, penggunaan produk secara berlebihan atau tanpa mengikuti petunjuk dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

Bila muncul rasa perih, kemerahan, atau bengkak setelah menggunakan produk tertentu, pemakaian sebaiknya dihentikan dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit atau dokter mata.

Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Saat Merawat Bulu Mata

Banyak orang telah membeli produk perawatan yang cukup mahal, tetapi hasilnya belum sesuai harapan karena masih melakukan kebiasaan yang kurang tepat.

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering ditemukan.

1. Menggunakan maskara yang sudah melewati masa pakai.

Maskara umumnya disarankan diganti setiap tiga hingga enam bulan setelah dibuka. Produk yang terlalu lama digunakan berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri.

2. Berbagi kosmetik mata dengan orang lain.

Maskara dan eyeliner merupakan produk pribadi. Penggunaan bersama dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri maupun infeksi mata.

3. Menarik bulu mata palsu terlalu cepat.

Melepas bulu mata palsu tanpa menggunakan remover dapat ikut mencabut bulu mata asli yang masih kuat menempel pada folikelnya.

4. Mengabaikan kebersihan alat makeup.

Penjepit bulu mata, sikat maskara, maupun kuas rias sebaiknya dibersihkan secara berkala agar sisa kosmetik dan kotoran tidak menumpuk.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri ke Dokter?

Kerontokan beberapa helai bulu mata setiap hari masih termasuk proses alami karena mengikuti siklus pertumbuhan rambut.

Namun, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan apabila bulu mata rontok dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, muncul area botak yang semakin melebar, atau disertai nyeri, bengkak, dan gangguan penglihatan.

Dokter akan membantu mencari penyebabnya, mulai dari iritasi kosmetik, infeksi, alergi, hingga kondisi medis tertentu yang memengaruhi pertumbuhan rambut.

Perawatan sejak dini umumnya memberikan hasil yang lebih baik dibanding menunggu hingga kerusakan semakin berat.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Merawat bulu mata sering dianggap urusan kosmetik semata. Padahal, kebiasaan kecil setiap hari justru menentukan kesehatannya dalam jangka panjang. Banyak orang sibuk mencari produk baru, tetapi lupa memperbaiki rutinitas sederhana seperti membersihkan riasan dan menjaga pola tidur. Di Balikpapan yang cuacanya cukup panas dan berdebu, perhatian pada kebersihan area mata layak menjadi kebiasaan harian. Kada perlu perawatan mahal jika langkah dasarnya sudah benar, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami cara menjaga bulu mata tetap sehat sejak dini. Terus ikuti informasi inspiratif dan bermanfaat hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa bulu mata bisa mudah rontok?
Kerontokan dapat dipicu kebiasaan menggosok mata, tidur dengan riasan, penggunaan penjepit yang kurang tepat, atau kekurangan nutrisi.

2. Apakah maskara dapat merusak bulu mata?
Tidak jika digunakan dengan benar, dibersihkan sebelum tidur, dan diganti sesuai masa pakainya.

3. Berapa lama maskara sebaiknya digunakan?
Umumnya tiga hingga enam bulan setelah kemasan dibuka.

4. Apakah serum bulu mata selalu diperlukan?
Tidak selalu. Perawatan dasar dan kebiasaan yang benar sudah membantu menjaga kesehatan bulu mata.

5. Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Jika kerontokan terjadi berlebihan, muncul area kosong pada bulu mata, atau disertai iritasi dan gangguan pada mata.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Bulu mata dokter spesialis dermatologi kelopak mata