Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Tas Kulit Mahal Pun Bisa Cepat Retak Jika Disimpan dengan Cara yang Keliru, Begini Panduan Merawatnya

Nasya Syafira • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:45 WIB
Tas kulit berwarna cokelat disimpan di dalam dust bag pada rak bersirkulasi udara untuk menjaga kualitas material. (BTV/AI)
Tas kulit berwarna cokelat disimpan di dalam dust bag pada rak bersirkulasi udara untuk menjaga kualitas material. (BTV/AI)

Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Panduan merawat tas kulit agar awet, lentur, dan terhindar dari kerusakan dini

Ikhtisar: Artikel ini membahas penyebab tas kulit mudah retak, cara penyimpanan yang tepat, serta kebiasaan perawatan yang membantu mempertahankan kualitas material lebih lama.

Balikpapan TV - Hai Ces! Tas kulit premium sering dipilih karena tampilannya elegan dan daya tahannya tinggi. Namun, kualitas material tersebut tetap dapat menurun apabila disimpan di tempat yang lembap, terlalu panas, atau tanpa perawatan rutin. Kebiasaan sederhana justru menjadi penentu umur pakai tas.

Banyak yang mengira tas kulit cukup disimpan di lemari setelah dipakai. Ternyata ada beberapa langkah penting yang masih sering terlewat. Simak sampai selesai, Ces!

Mengapa tas kulit bisa retak meski jarang digunakan?

Tas kulit asli maupun kulit sintetis memiliki karakter berbeda, tetapi keduanya sama-sama memerlukan perawatan yang tepat.

Retakan biasanya muncul ketika material kehilangan kelembapan alami. Kondisi tersebut dapat dipicu paparan sinar matahari langsung, suhu ruangan yang terlalu panas, hingga penyimpanan dalam kantong plastik yang membuat sirkulasi udara terhambat.

Menurut Leather Working Group (LWG), material kulit membutuhkan lingkungan penyimpanan dengan kelembapan yang stabil agar seratnya tidak cepat mengering maupun berjamur.

Tidak sedikit pemilik tas yang menganggap tas akan tetap awet karena jarang digunakan. Padahal, tas yang terlalu lama disimpan tanpa pernah dikeluarkan juga berisiko mengalami perubahan tekstur.

Baca Juga: Fashion Kebaya Encim Viral, Ini 4 Cara Styling yang Bikin Tampil Modern Tanpa Kehilangan Sentuhan Tradisional

Apa saja kebiasaan yang tanpa disadari mempercepat kerusakan tas kulit?

Perawatan tas kulit bukan hanya dilakukan ketika tas terlihat kotor. Kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap usia material.

Berikut beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan.

1. Menyimpan tas dalam kantong plastik

Kantong plastik menghambat sirkulasi udara sehingga kelembapan mudah terperangkap.

Dalam kondisi tertentu, hal tersebut meningkatkan risiko munculnya jamur sekaligus membuat permukaan kulit kehilangan elastisitas.

Sebagai gantinya, gunakan dust bag berbahan katun atau kain lembut yang memungkinkan udara tetap bersirkulasi.

2. Meletakkan tas di bawah sinar matahari langsung

Paparan sinar ultraviolet dalam waktu lama membuat warna kulit memudar dan material menjadi kering.

Karena itu, lemari penyimpanan yang teduh dengan sirkulasi udara baik menjadi pilihan yang lebih aman.

3. Menggantung tas terlalu lama

Menggantung tas memang menghemat ruang.

Namun, beban tali yang terus menopang berat tas dapat membuat bentuk pegangan berubah, terutama pada tas berbahan kulit yang lembut.

Menyimpan tas dalam posisi berdiri di atas rak datar jauh lebih dianjurkan.

4. Membiarkan isi tas tetap penuh

Sebagian orang menyimpan tas lengkap dengan dompet, kosmetik, hingga botol minum di dalamnya.

Beban tersebut memberi tekanan terus-menerus pada struktur tas sehingga bentuknya mudah berubah.

Kosongkan isi tas setelah digunakan, lalu isi bagian dalam menggunakan tissue bebas asam atau bubble wrap agar bentuknya tetap terjaga.

5. Jarang membersihkan permukaan tas

Debu yang menempel perlahan masuk ke pori-pori kulit.

Apabila dibiarkan terlalu lama, permukaan tas menjadi kusam dan proses pembersihannya semakin sulit.

Gunakan kain microfiber yang bersih untuk mengangkat debu secara berkala tanpa menggosok terlalu keras.

Bagaimana cara merawat tas kulit agar tetap lentur dan elegan?

Merawat tas kulit tidak selalu membutuhkan produk mahal.

Yang paling penting adalah konsistensi dalam menjaga kebersihan sekaligus kelembapan material.

Menurut Deborah Taylor, Managing Director Leather Naturally, kulit merupakan material alami yang memerlukan perawatan berkala agar tetap fleksibel dan mampu bertahan dalam penggunaan jangka panjang.

Beberapa langkah sederhana berikut dapat diterapkan.

1. Bersihkan setelah selesai digunakan.

Lap permukaan tas menggunakan kain microfiber yang kering atau sedikit lembap untuk mengangkat debu.

2. Gunakan leather conditioner sesuai kebutuhan.

Produk ini membantu menjaga kelembapan alami kulit sekaligus mengurangi risiko retak akibat permukaan yang terlalu kering.

Frekuensi penggunaan umumnya sekitar tiga hingga enam bulan sekali, tergantung intensitas pemakaian dan rekomendasi produsen.

3. Simpan di ruangan dengan sirkulasi udara baik.

Kelembapan ruangan ideal membantu mengurangi risiko jamur maupun kulit yang mengering.

4. Hindari menumpuk tas satu sama lain.

Tumpukan yang terlalu berat dapat meninggalkan bekas lipatan permanen pada permukaan kulit.

5. Keluarkan tas dari lemari secara berkala.

Sesekali angin-anginkan tas di tempat teduh selama beberapa jam agar sirkulasi udara tetap terjaga tanpa terkena sinar matahari langsung.

Seseorang membersihkan permukaan tas kulit menggunakan kain microfiber sebelum disimpan kembali. (BTV/AI)
Seseorang membersihkan permukaan tas kulit menggunakan kain microfiber sebelum disimpan kembali. (BTV/AI)

Apakah perawatan tas kulit asli dan kulit sintetis berbeda?

Banyak orang menganggap semua tas berbahan kulit memerlukan perawatan yang sama. Padahal, kulit asli dan kulit sintetis memiliki karakteristik yang berbeda sehingga cara merawatnya pun tidak sepenuhnya sama.

Tas berbahan kulit asli (genuine leather) berasal dari kulit hewan yang diproses melalui penyamakan. Material ini memiliki pori alami sehingga membutuhkan kelembapan yang seimbang agar tetap lentur.

Sementara itu, kulit sintetis dibuat menggunakan bahan seperti polyurethane (PU) atau polyvinyl chloride (PVC). Material ini lebih tahan terhadap kelembapan, tetapi lapisan permukaannya dapat mengelupas apabila terlalu lama terpapar panas atau usia pemakaian yang panjang.

Menurut Leather Conservation Centre di Inggris, produk kulit asli sebaiknya dibersihkan menggunakan kain lembut dan dirawat dengan conditioner khusus. Sebaliknya, kulit sintetis cukup dibersihkan menggunakan kain lembap tanpa penggunaan conditioner berbahan minyak yang berlebihan.

Memahami jenis material menjadi langkah awal agar perawatan tidak justru mempercepat kerusakan.

Bolehkah menggunakan produk pembersih rumah tangga untuk tas kulit?

Masih banyak pemilik tas yang membersihkan noda menggunakan alkohol, pemutih, deterjen, bahkan cairan pembersih serbaguna.

Padahal, bahan kimia tersebut dapat menghilangkan lapisan pelindung kulit sehingga warna lebih cepat memudar dan permukaannya menjadi kaku.

Untuk noda ringan, cukup gunakan kain microfiber yang sedikit dibasahi air bersih.

Apabila noda cukup membandel, gunakan leather cleaner yang memang diformulasikan khusus untuk material kulit sesuai petunjuk penggunaan.

Sebelum diaplikasikan ke seluruh permukaan, lakukan uji coba pada bagian kecil yang tidak terlihat untuk memastikan tidak terjadi perubahan warna.

Baca Juga: Lemari Penuh Mulai Ditinggalkan? Fashion Modular Hadirkan Pakaian Serbaguna

Kapan tas kulit sebaiknya dibawa ke jasa perawatan profesional?

Perawatan mandiri cukup dilakukan untuk menjaga kebersihan sehari-hari.

Namun, apabila tas mulai menunjukkan tanda-tanda seperti berikut, penanganan profesional lebih dianjurkan.

Layanan spa tas umumnya meliputi pembersihan mendalam, pelembapan material kulit, perbaikan warna, hingga pembentukan ulang struktur tas.

Melakukan perawatan profesional secara berkala dapat membantu mempertahankan nilai dan penampilan tas, terutama untuk koleksi premium.

Tips sederhana agar tas kulit tetap awet bertahun-tahun

Merawat tas kulit sebenarnya tidak rumit. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru memberikan hasil paling nyata.

1. Simpan tas di dalam dust bag berbahan kain, bukan kantong plastik.

2. Isi bagian dalam tas menggunakan tissue bebas asam agar bentuknya tetap terjaga.

3. Hindari menyimpan tas di tempat yang lembap maupun terkena sinar matahari langsung.

4. Bersihkan debu menggunakan kain microfiber setelah selesai digunakan.

5. Gunakan leather conditioner sesuai rekomendasi produsen agar material tetap lentur.

6. Keluarkan tas dari lemari setiap beberapa minggu untuk mendapatkan sirkulasi udara.

7. Jangan menumpuk terlalu banyak tas dalam satu rak agar bentuknya tidak berubah.

Bagian dalam tas kulit diisi tissue bebas asam untuk mempertahankan bentuk selama penyimpanan. (BTV/AI)
Bagian dalam tas kulit diisi tissue bebas asam untuk mempertahankan bentuk selama penyimpanan. (BTV/AI)

Mengapa perawatan sejak awal lebih penting daripada memperbaiki kerusakan?

Retakan pada tas kulit umumnya tidak dapat dikembalikan seperti kondisi semula. Beberapa kerusakan memang dapat disamarkan melalui proses restorasi, tetapi tekstur asli material sering kali sudah berubah.

Karena itu, menjaga kondisi tas sejak hari pertama jauh lebih efektif dibanding menunggu muncul kerusakan.

Di Balikpapan yang memiliki kelembapan udara relatif tinggi, penyimpanan di ruang dengan sirkulasi udara baik menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko jamur sekaligus menjaga kualitas material.

Laras (31), seorang kolektor tas di Balikpapan, mengaku mulai rutin mengeluarkan koleksi tasnya dari lemari setiap dua minggu sekali setelah beberapa tas mengalami bercak jamur akibat terlalu lama disimpan. Sejak menerapkan kebiasaan tersebut, kondisi tas lebih terjaga dan tidak lagi muncul bau lembap.

Perawatan tas kulit pada akhirnya bukan hanya soal mempertahankan penampilan, tetapi juga menjaga investasi terhadap produk yang nilainya tidak sedikit.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Tas kulit bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga investasi yang dapat digunakan selama bertahun-tahun apabila dirawat dengan benar. Di daerah beriklim tropis seperti Balikpapan, kelembapan udara menjadi tantangan tersendiri karena dapat memicu jamur sekaligus mempercepat kerusakan material. Kebiasaan sederhana, seperti mengeluarkan tas dari lemari secara berkala dan menyimpannya dalam dust bag, menjadi langkah kecil yang memberi manfaat besar. Kada harus menunggu tas rusak untuk mulai merawatnya, Ces.

Bagikan artikel ini kepada bubuhan ikam agar semakin banyak yang mengetahui cara merawat tas kulit dengan benar sehingga tetap awet digunakan dalam jangka panjang.

Tas yang terawat bukan hanya terlihat lebih elegan, tetapi juga memiliki usia pakai yang lebih panjang. Ikuti terus informasi fashion, beauty, dan gaya hidup inspiratif hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

Baca Juga: Fashion Faux Pas yang Masih Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

FAQ

1. Apakah tas kulit boleh disimpan di dalam kantong plastik?

Tidak disarankan. Kantong plastik menghambat sirkulasi udara sehingga kelembapan mudah terperangkap dan meningkatkan risiko jamur.

2. Mengapa tas kulit bisa retak meski jarang digunakan?

Material kulit tetap mengalami proses penuaan. Penyimpanan di tempat panas, terlalu kering, atau tanpa perawatan dapat membuat kulit kehilangan kelembapan sehingga mudah retak.

3. Seberapa sering leather conditioner digunakan?

Umumnya setiap tiga hingga enam bulan sekali, tergantung intensitas penggunaan tas serta anjuran produsen.

4. Apakah tas kulit sintetis memerlukan conditioner?

Tidak selalu. Tas kulit sintetis umumnya cukup dibersihkan menggunakan kain lembap dan tidak membutuhkan conditioner berbahan minyak seperti kulit asli.

5. Bagaimana cara menjaga bentuk tas saat disimpan?

Isi bagian dalam tas menggunakan tissue bebas asam atau bubble wrap ringan agar struktur tas tetap terjaga tanpa memberikan tekanan berlebih.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Deborah Taylor tas kulit balikpapan