Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Mengapa Gaya Old Money Masih Digemari Pria Modern? Ternyata Bukan Soal Pakaian Mahal

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:18 WIB
Pria mengenakan blazer navy dan celana chino menampilkan gaya Old Money sederhana, elegan, berkelas sepanjang hari. [BTV:AI]
Pria mengenakan blazer navy dan celana chino menampilkan gaya Old Money sederhana, elegan, berkelas sepanjang hari. [BTV:AI]

Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Alasan gaya Old Money tetap menjadi pilihan pria modern berkat karakter elegan, sederhana, dan bernilai jangka panjang.

Ikhtisar: Artikel ini membahas filosofi gaya Old Money, ciri khasnya, alasan popularitasnya, kesalahan yang sering dilakukan, serta panduan menerapkannya secara realistis.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gaya Old Money kembali menjadi tren di kalangan pria modern karena menawarkan penampilan yang rapi, elegan, dan tidak bergantung pada logo besar maupun tren sesaat. Konsep ini kini banyak diterapkan dalam aktivitas kerja, kuliah, hingga acara semi formal karena memberikan kesan dewasa dan berkelas.

Penampilan yang sederhana ternyata mampu meninggalkan kesan kuat. Penasaran kenapa gaya ini terus naik daun? Simak sampai habis, Ces!

Apa Saja Elemen Penting Gaya Old Money yang Perlu Dipahami?

Gaya Old Money bukan sekadar memilih pakaian mahal. Filosofinya justru mengutamakan kualitas, kesederhanaan, dan penampilan yang selalu relevan sepanjang waktu.

Berikut beberapa elemen utama yang membentuk karakter gaya tersebut.

1. Warna Netral yang Mudah Dipadukan

Pilihan warna menjadi identitas utama gaya Old Money. Putih, krem, navy, abu-abu, cokelat, olive, hingga hitam mendominasi hampir seluruh koleksi pakaian.

Warna-warna tersebut memberi kesan bersih, tenang, dan profesional. Kombinasinya juga mudah disesuaikan tanpa membuat penampilan terlihat berlebihan.

2. Potongan Pakaian yang Pas di Badan

Pakaian dengan ukuran yang tepat jauh lebih penting dibandingkan pakaian bermerek.

Kemeja yang pas di bahu, celana dengan panjang ideal, hingga blazer yang mengikuti bentuk tubuh membuat keseluruhan penampilan terlihat rapi tanpa harus mencolok.

3. Material Berkualitas

Bahan menjadi investasi utama dalam konsep Old Money.

Katun premium, linen, wol, suede, hingga kulit asli dikenal memiliki daya tahan tinggi sekaligus memberikan kenyamanan ketika digunakan dalam waktu lama.

4. Logo yang Tidak Mencolok

Berbeda dengan gaya yang mengandalkan identitas merek secara besar-besaran, Old Money justru menghindari logo berukuran besar.

Fokus utamanya adalah kualitas jahitan, bahan, serta desain yang sederhana namun berkelas.

5. Aksesori Minimalis

Jam tangan klasik, ikat pinggang kulit, sepatu loafers, hingga kacamata berdesain sederhana menjadi pelengkap yang sering digunakan.

Setiap aksesori memiliki fungsi, bukan sekadar menjadi pusat perhatian.

6. Perawatan Diri yang Konsisten

Penampilan Old Money tidak hanya berasal dari pakaian.

Rambut yang tertata, sepatu yang bersih, kuku yang rapi, hingga aroma tubuh yang terjaga menjadi bagian penting yang sering terlupakan.

Mengapa Gaya Old Money Terus Digemari Pria Modern?

Popularitas gaya ini meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Media sosial memang memperkenalkannya kepada generasi muda, tetapi daya tarik utamanya berasal dari nilai yang dibawanya.

Menurut Dr. Carolyn Mair, psikolog sekaligus penulis The Psychology of Fashion, pakaian memengaruhi cara seseorang dipersepsikan sekaligus memengaruhi rasa percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain.

Old Money menghadirkan citra yang stabil. Penampilan terlihat matang tanpa harus mengikuti tren yang berubah hampir setiap musim.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Tentang Pakaian Berwarna Hitam, Ternyata Bukan Hanya Soal Penampilan

Banyak pria kini juga mulai menerapkan konsep capsule wardrobe, yaitu memiliki koleksi pakaian yang lebih sedikit tetapi mudah dipadukan. Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi Old Money yang mengutamakan fungsi dibanding jumlah.

Selain itu, meningkatnya kesadaran terhadap konsumsi berkelanjutan membuat masyarakat mulai memilih pakaian yang awet digunakan selama bertahun-tahun dibanding membeli produk murah yang cepat rusak.

Kesalahan Apa yang Sering Terjadi Saat Meniru Gaya Old Money?

Popularitas gaya ini juga memunculkan banyak kesalahpahaman.

Tidak sedikit orang menganggap Old Money identik dengan kemewahan berlebihan. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.

1. Membeli barang mahal tanpa memperhatikan kualitas.

Harga tinggi tidak selalu menjamin pakaian cocok digunakan dalam jangka panjang.

2. Terlalu banyak memakai aksesori.

Jam besar, rantai mencolok, atau cincin berlebihan justru menghilangkan karakter sederhana yang menjadi ciri utama Old Money.

3. Menggunakan pakaian terlalu ketat atau terlalu longgar.

Kesesuaian ukuran jauh lebih menentukan dibandingkan merek pakaian itu sendiri.

4. Memadukan terlalu banyak warna.

Old Money lebih menonjolkan harmoni warna dibandingkan kontras yang ekstrem.

5. Mengabaikan kondisi pakaian.

Kemeja kusut atau sepatu yang kurang terawat dapat mengurangi kesan elegan meskipun harganya mahal.

Bagaimana Cara Menerapkan Gaya Old Money Tanpa Harus Mengeluarkan Banyak Biaya?

Membangun penampilan elegan tidak selalu membutuhkan anggaran besar.

Mulailah dengan membeli pakaian dasar yang mudah dipadukan.

1. Prioritaskan kemeja putih berkualitas.

Model sederhana dapat digunakan untuk acara formal maupun santai.

2. Pilih celana chino warna netral.

Celana ini fleksibel dipadukan dengan polo shirt, sweater, maupun blazer.

3. Investasikan pada sepatu kulit.

Satu pasang loafers atau derby berkualitas sering kali lebih bermanfaat dibanding memiliki banyak sepatu mengikuti tren.

4. Gunakan jam tangan klasik.

Desain sederhana memberikan kesan dewasa dan profesional.

5. Rawat pakaian dengan baik.

Mencuci sesuai petunjuk, menyetrika dengan benar, dan menyimpan pakaian secara rapi akan memperpanjang usia pemakaiannya.

Menurut Tim Gunn, konsultan mode dan pembawa acara Project Runway, pakaian yang paling mahal adalah pakaian yang jarang dipakai. Sebaliknya, pakaian berkualitas yang digunakan berulang kali justru menjadi investasi terbaik.

Apakah Gaya Old Money Akan Bertahan Dalam Dunia Fashion?

Banyak tren fashion hanya bertahan satu hingga dua musim. Old Money berbeda karena berakar pada prinsip berpakaian klasik yang telah digunakan selama puluhan tahun.

Kemeja Oxford, blazer navy, sweater rajut, sepatu kulit, maupun celana chino terus hadir dalam koleksi berbagai rumah mode dunia karena desainnya tidak mudah kehilangan relevansi.

Perubahan tren memang akan terus terjadi. Namun kebutuhan pria terhadap penampilan yang profesional, rapi, dan mudah diterapkan membuat gaya ini diperkirakan tetap memiliki tempat dalam industri fashion.

Bagi banyak pria, Old Money bukan lagi sekadar tren media sosial. Gaya ini berkembang menjadi cara berpakaian yang mengutamakan kualitas, efisiensi, dan karakter personal dibanding sekadar mengikuti arus mode yang cepat berubah.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Fenomena Old Money menunjukkan bahwa banyak pria mulai mengubah cara memandang fashion. Penampilan tidak lagi sekadar mengikuti tren yang berganti cepat, tetapi menjadi investasi citra diri yang bertahan lama. Dari sudut pandang Balikpapan TV, gaya ini cukup relevan diterapkan di kota dengan mobilitas tinggi seperti Balikpapan. Pilihan busana yang sederhana, rapi, dan nyaman membuat aktivitas sehari-hari terasa praktis tanpa kehilangan kesan profesional. Kada harus selalu membeli barang mahal. Yang penting cermat memilih kualitas, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang sedang mencari inspirasi berpakaian agar tampil elegan tanpa berlebihan. Jangan sampai ketinggalan inspirasi gaya hidup dan fashion terbaru, selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan gaya Old Money?
Gaya Old Money adalah konsep berpakaian yang mengutamakan kualitas, potongan klasik, warna netral, dan kesederhanaan dibanding menunjukkan merek atau logo.

2. Mengapa gaya Old Money kembali populer?
Karena banyak pria mulai memilih penampilan yang elegan, mudah dipadukan, tahan lama, serta sesuai untuk berbagai aktivitas.

3. Apakah harus memakai pakaian mahal untuk tampil Old Money?
Tidak. Yang lebih penting adalah memilih bahan berkualitas, ukuran yang pas, dan menjaga pakaian tetap bersih serta rapi.

4. Warna apa yang paling identik dengan gaya Old Money?
Putih, krem, navy, abu-abu, hitam, cokelat, dan olive merupakan warna yang paling sering digunakan.

5. Siapa yang cocok menerapkan gaya Old Money?
Gaya ini cocok untuk pria dari berbagai usia, baik mahasiswa, pekerja profesional, maupun pebisnis yang menginginkan penampilan klasik dan berkelas.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Tim Gunn #Gaya Old Money #balikpapan