Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Kulit Sering Kering dan Gatal? Dokter Ungkap Cara Menjaga Skin Barrier agar Tetap Sehat

AdminBTV • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:20 WIB
Menjaga kesehatan skin barrier dimulai dari perawatan kulit yang tepat serta kebiasaan sehat setiap hari. (BTV/AI)
Menjaga kesehatan skin barrier dimulai dari perawatan kulit yang tepat serta kebiasaan sehat setiap hari. (BTV/AI)

Durasi Baca: 8 menit

Topik: Menjaga kesehatan skin barrier tubuh melalui perawatan kulit dan kebiasaan harian tepat

Ikhtisar: Artikel ini membahas fungsi skin barrier, penyebab kerusakan, cara merawatnya, kebiasaan mandi yang benar, serta kaitannya dengan olahraga dan kondisi kulit kronis.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Skin barrier menjadi salah satu topik utama dalam podcast Raditya Dika bersama dr. Arlen, Sp.DVE, Nikita Willy, dan dr. Tirta. Pembahasan ini penting karena lapisan pelindung kulit berperan menjaga kelembapan sekaligus melindungi tubuh dari iritasi, polusi, hingga bakteri.

Masalahnya sering dianggap sepele, padahal kebiasaan sehari-hari ikut memengaruhi kesehatan kulit. Simak sampai selesai, ada banyak kebiasaan sederhana yang ternyata berpengaruh besar. Menarik, Ces!

Di awal podcast, suasana berlangsung santai. Raditya Dika membuka obrolan bersama dr. Arlen, Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika, yang menjelaskan berbagai persoalan kesehatan kulit.

Momen menarik muncul ketika dr. Tirta mengaku sempat gugup duduk berdampingan dengan Nikita Willy. Ia bahkan berseloroh detak jantungnya mencapai 110 denyut per menit karena merasa star struck.

Nikita kemudian mengaku mengenal dr. Tirta melalui berbagai konten edukasi kesehatan, termasuk materi mengenai pentingnya aktivitas fisik selama 150 menit setiap minggu untuk menjaga kebugaran.

Obrolan kemudian bergeser ke kebiasaan olahraga. Nikita bercerita dirinya menyukai latihan angkat beban dan bahkan telah mengikuti ajang HYROX di Hong Kong, kompetisi olahraga yang menggabungkan latihan kekuatan dan ketahanan.

Namun, pembahasan terbesar justru mengarah pada kesehatan kulit tubuh yang sering luput dari perhatian.

Baca Juga: Mengapa Outfit Skena Makin Diminati? Simak Inspirasi dan Cara Memadukannya

Apa sebenarnya skin barrier dan mengapa sangat penting?

Nikita Willy mengungkapkan bahwa setelah memutuskan berhijab, ia mulai menyadari kondisi kulit tubuh memerlukan perhatian khusus.

Selama ini fokus perawatannya lebih banyak tertuju pada wajah. Padahal, bagian tubuh yang tertutup pakaian juga membutuhkan perlindungan agar kelembapannya tetap terjaga.

Pertanyaan itu kemudian dijawab dr. Arlen dengan penjelasan sederhana.

"Skin barrier itu adalah kayak ibaratnya tembok rumah, dia susunannya kayak batu bata dan semen, kita bilangnya brick and mortar. Sel-sel kulit korneosit di antaranya itu ada asam lemak, ada ceramide, ada asam lemak bebas atau free fatty acid, kemudian juga ada hyaluronic acid, ada kolesterol. Semennya itu ngejaga biar temboknya tuh kokoh. Begitu temboknya bocor, which is di eksem, bisa di jerawat punggung, kena sinar matahari berlebih, itu hasilnya bisa macam-macam. Bisa flare up jadi kering, gatal, merah," jelas dr. Arlen, Sp.DVE.

Menurutnya, skin barrier berfungsi menjaga kadar air di dalam kulit agar tidak mudah menguap sekaligus menjadi benteng terhadap berbagai iritan dari luar.

Paparan polusi, pendingin ruangan, sinar matahari, bakteri, hingga virus dapat menjadi pemicu gangguan ketika lapisan pelindung kulit mengalami kerusakan.

Saat skin barrier terganggu, kulit menjadi lebih mudah mengalami kekeringan, kemerahan, rasa gatal, bahkan memperburuk kondisi seperti dermatitis atau eksem.

Pengalaman pribadi juga dibagikan dr. Tirta.

Ia mengaku sempat mengalami gangguan kulit setelah rutin berlari dalam durasi panjang. Gesekan pakaian yang bercampur keringat memicu iritasi hingga muncul jerawat pada area punggung, sementara telapak tangan mengalami kapalan akibat latihan angkat beban.

Setelah diperiksa dokter spesialis kulit, penyebab utamanya justru kondisi kulit yang terlalu kering sehingga skin barrier mengalami gangguan.

Bagaimana cara memperbaiki skin barrier dengan benar?

Pelembap, mandi singkat air hangat, dan kebiasaan tepat membantu menjaga kesehatan skin barrier tubuh. (BTV/AI)
Pelembap, mandi singkat air hangat, dan kebiasaan tepat membantu menjaga kesehatan skin barrier tubuh. (BTV/AI)

Menurut dr. Arlen, langkah paling dasar adalah menggunakan pelembap secara rutin pada waktu yang tepat.

Ia menjelaskan pelembap sebaiknya digunakan saat kulit masih lembap, bukan ketika kulit sudah benar-benar kering.

"Salah satunya itu adalah dengan penggunaan pelembab yang teratur. Pakainya itu sebenarnya pas lagi kulitnya lembab, jadi segera setelah mandi, jangan pas lagi kering gini. Kita kunci nih si moisture yang tadi. Pas lagi kulitnya lagi lembab habis mandi, 3 menit setelah mandi langsung pakai pelembab," ujar dr. Arlen.

Selain penggunaan pelembap, kebiasaan mandi juga memegang peranan penting.

Banyak orang memilih mandi menggunakan air panas dalam waktu lama karena terasa nyaman. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat mengurangi kelembapan alami kulit.

"Idealnya sebenarnya mandi itu di 36 sampai 37 derajat, tapi kan kita enggak mungkin pakai termometer ya kalau mandi ya, jadi kayak suam-suam kuku aja, lukewarm water. Dan mandi jangan lama-lama, maksimal 10 menit. Kenapa? Karena ternyata air tuh iritan lemah," terang dr. Arlen.

Air yang terlalu lama mengenai kulit dapat membuat lapisan pelindung alami melemah sehingga kulit menjadi lebih mudah kering dan terasa gatal.

Tak hanya itu, dr. Tirta juga menambahkan bahwa aktivitas olahraga saat hujan memiliki risiko tersendiri.

Menurutnya, tubuh mengandalkan penguapan keringat sebagai sistem pendingin alami. Ketika tubuh terus-menerus terkena hujan, proses penguapan menjadi terganggu sehingga denyut jantung dapat meningkat dan risiko hipotermia ikut bertambah.

Dari sisi kesehatan kulit, dr. Arlen menjelaskan bahwa kombinasi air dan gesekan juga meningkatkan risiko munculnya lepuh atau blister.

Baca Juga: Tutorial Makeup Sehari Hari yang Natural, Praktis, dan Mudah Diikuti

Mengapa jerawat punggung sering muncul setelah olahraga?

Masalah jerawat punggung cukup sering dialami orang yang aktif berolahraga, terutama latihan beban maupun lari jarak jauh.

Dr. Tirta menanyakan apakah penyebab utamanya berasal dari konsumsi whey protein atau justru kondisi kulit.

Dr. Arlen menegaskan penyebabnya lebih kompleks.

"Jadi memang tadi keringat ditutup sama baju olahraga, gesekannya juga lama. Keringat plus gesekan plus juga mungkin kalau di Jakarta polusi, itu dapat menyumbat kelenjar minyak, habis itu jadi bikin komedo, ada peradangan juga di situ, sama lama-lama bisa jadi ada bakterinya. Jadi jerawat punggung sebenarnya bisa diobatin, asal tadi pakai produknya yang benar, mandinya juga."

Ia menyarankan agar setelah berolahraga, tubuh segera dibersihkan setelah suhu tubuh mulai turun.

Mengelap keringat terlebih dahulu, kemudian mandi, membantu mengurangi penumpukan minyak, debu, dan bakteri pada kulit.

Menariknya, dr. Arlen juga tidak menyarankan penggunaan sikat khusus punggung yang terlalu kasar.

Menurutnya, gesekan berlebihan justru dapat memperparah iritasi kulit.

Bagi yang beraktivitas di luar ruangan, wajah juga sebaiknya segera dibersihkan setelah olahraga karena minyak, debu, dan keringat dapat menyumbat pori-pori. Setelah itu, pelembap kembali digunakan untuk menjaga kelembapan kulit.

Tips menjaga skin barrier dalam aktivitas sehari-hari

  1. Gunakan pelembap maksimal tiga menit setelah mandi.
  2. Batasi durasi mandi sekitar 10 menit dengan air hangat suam-suam kuku.
  3. Segera mandi setelah olahraga ketika suhu tubuh mulai normal.
  4. Gunakan moisturizer sebelum sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.
  5. Hindari menggosok kulit terlalu keras agar lapisan pelindung kulit tidak rusak.

Baca Juga: Makeup Anti Ribet untuk Kerja, Langkah Praktis Tampil Rapi Setiap Hari

Bagaimana memilih kandungan body lotion sesuai kebutuhan kulit?

Dalam sesi berikutnya, Nikita Willy bertanya mengenai berbagai kandungan aktif pada body lotion.

Dr. Arlen menjelaskan bahwa prioritas utama tetap memperbaiki skin barrier terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan aktif lain seperti niacinamide atau Alpha Hydroxy Acid (AHA).

Ia juga menjelaskan fungsi Pro-Ceramide Complex.

"Ceramide itu adalah lipid atau lemak alami kulit yang memang menjadi semen ibaratnya. Kalau ceramide-nya kurang, kulitnya kering. Nah ternyata Pro-Ceramide Complex ini dia dapat men-trigger atau memicu produksi ceramide alami tubuh sendiri."

Menurutnya, bahan tersebut membantu tubuh memproduksi ceramide alami sehingga perlindungan kulit dapat bertahan lebih lama.

Sementara itu, kandungan AHA bermanfaat membantu mengangkat sel kulit mati secara bertahap sehingga tekstur kulit terasa lebih halus dan dapat membantu mengatasi komedo pada jerawat punggung.

Adapun niacinamide dikenal membantu meratakan warna kulit sekaligus memperbaiki tampilan bekas luka maupun bekas lepuh.

Mengapa eksem perlu perawatan jangka panjang?

Di akhir diskusi, Nikita Willy mengungkapkan bahwa suaminya memiliki riwayat eksem dan menanyakan apakah kondisi tersebut dapat sembuh total.

Dr. Arlen menjelaskan bahwa dermatitis atopik atau eksem memang memiliki faktor genetik.

"Eksem itu adanya peradangan kulit kronis, dia genetik betul, dia dapat diturunkan. Jawabannya kalau dia bisa sembuh atau enggak, dia bisa dikontrol atau kita bilangnya itu remisi (bebas lesi), tapi dia memang secara genetik sudah ada gangguan."

Karena itu, pelembap bukan hanya digunakan ketika kulit sedang gatal, melainkan menjadi bagian penting dari terapi pemeliharaan agar kondisi kulit tetap stabil.

Di penghujung podcast, dr. Tirta juga menekankan bahwa edukasi kesehatan kulit tidak bisa dilakukan secara sederhana hanya melalui balasan singkat di media sosial. Pemeriksaan langsung tetap diperlukan karena dokter perlu melihat kondisi kulit secara menyeluruh sebelum menentukan penanganan yang tepat.

Poin Penting:

Editor : Arya Kusuma
#dr. Arlen #hong kong #Skin barrier