Berawal dari Tugas Kuliah, Mahasiswi Balikpapan Ini Sukses Bangun Usaha Rumahan, Inovasi Risol yang Bikin Pelanggan Ketagihan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 07:25 WIB
Risol rumahan hasil ketekunan mahasiswa berkembang menjadi UMKM berkat kualitas produk pelanggan setia meningkat pesat (BTV/AI)
Risol rumahan hasil ketekunan mahasiswa berkembang menjadi UMKM berkat kualitas produk pelanggan setia meningkat pesat (BTV/AI)

Durasi: 6 menit

Topik: Perjalanan mahasiswa membangun usaha kuliner rumahan melalui inovasi risol dengan sistem pre-order.

Ikhtisar: Usaha risol yang berawal dari tugas kuliah berkembang menjadi UMKM rumahan berkat kualitas produk, promosi sederhana, dan pelanggan yang terus melakukan pembelian ulang.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sebuah usaha risol rumahan milik mahasiswa bernama Nur Amaliyah berhasil berkembang menjadi UMKM sejak 2025. Berawal dari tugas mata kuliah kewirausahaan, usaha ini kini melayani pesanan melalui sistem pre-order dengan pelanggan yang terus bertambah berkat kualitas produk dan promosi sederhana.

Kadang peluang usaha datang dari hal yang tidak pernah direncanakan. Kisah seperti ini selalu menarik untuk disimak. Yuk, simak perjalanan usahanya sampai tuntas, Ces!

Apa yang Membuat Tugas Kuliah Berubah Menjadi Peluang Bisnis?

Tidak semua tugas kuliah berakhir setelah nilai keluar. Bagi Nur Amaliyah, justru tugas kewirausahaan menjadi awal lahirnya usaha kuliner yang masih dijalankan hingga sekarang.

Mahasiswi berusia 21 tahun tersebut mengaku awalnya hanya ingin menyelesaikan tugas mata kuliah dengan membuat produk risol. Setelah dicoba dan dijual kepada orang-orang di sekitarnya, respons yang diterima ternyata jauh di luar perkiraan.

Banyak pembeli memberikan tanggapan positif. Bahkan tidak sedikit yang kembali memesan setelah mencicipinya untuk pertama kali. Situasi itu membuat Nur Amaliyah melihat peluang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

"Awalnya usaha risol ini dibuat karena ada tugas mata kuliah kewirausahaan di kampus. Namun setelah dicoba, ternyata banyak yang tertarik membeli dan memberikan respons yang positif. Dari situ saya berpikir untuk melanjutkan usaha ini dengan lebih serius," ujar Nur Amaliyah.

Sejak tahun 2025, usaha yang dikenal melalui akun Instagram @risollicius.bymel tersebut mulai dijalankan secara konsisten dari rumah.

Baca Juga: QRIS Balikpapan Tembus 21 Juta Transaksi, UMKM dan Seniman Jadi Fokus BI

Berbeda dengan banyak usaha makanan yang menyediakan stok setiap hari, Nur Amaliyah memilih menggunakan sistem pre-order (PO). Cara ini dipilih agar setiap risol yang diterima pelanggan tetap dalam kondisi segar.

Pada waktu tertentu memang tersedia stok siap jual. Namun sebagian besar pesanan tetap mengikuti jadwal PO sehingga kualitas rasa dan tekstur produk dapat dipertahankan.

Mengapa Sistem Pre-Order Dipilih?

Dalam bisnis makanan rumahan, menjaga kualitas sering kali menjadi tantangan utama. Produk yang disimpan terlalu lama berisiko memengaruhi rasa maupun teksturnya.

Karena itu, sistem pre-order dipilih agar setiap risol diproduksi mendekati waktu pengiriman. Langkah tersebut membuat pelanggan memperoleh produk yang masih fresh ketika diterima.

Selain menjaga kualitas, sistem ini juga membantu mengurangi potensi bahan baku terbuang akibat produksi berlebihan.

Di sisi lain, menjalankan usaha sambil kuliah ternyata bukan perkara mudah.

Nur Amaliyah masih harus membagi waktu antara kegiatan perkuliahan, pekerjaan, sekaligus proses produksi risol.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya membuat risol, tetapi memastikan rasa dan kualitasnya selalu sama meski diproduksi pada waktu yang berbeda.

"Saat proses pembuatan, tantangannya adalah menjaga kualitas rasa dan tekstur risol agar tetap konsisten. Selain itu, mengatur waktu produksi juga cukup menantang karena saya masih berstatus sebagai mahasiswa dan juga bekerja."

Persaingan usaha kuliner yang semakin banyak juga menjadi tantangan tersendiri.

Mencari pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama, hingga menjaga penjualan tetap stabil menjadi pekerjaan yang terus dilakukan setiap kali membuka pesanan.

Bagaimana Risollicius.bymel Menjangkau Pelanggan?

Tanpa promosi yang besar, usaha ini justru berkembang melalui cara yang sederhana namun konsisten.

Nur Amaliyah memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp Story untuk memperkenalkan produknya.

Tampilan akun Instagram risollicius.bymel menampilkan aneka risoles premium dengan isian menggugah selera pelanggan harian (BTV/AI)
Tampilan akun Instagram @risollicius.bymel menampilkan aneka risoles premium dengan isian menggugah selera pelanggan harian (BTV/AI)

Foto produk dibuat semenarik mungkin agar mampu menarik perhatian calon pembeli. Informasi mengenai varian rasa juga selalu diperbarui setiap kali membuka pemesanan.

Selain promosi digital, pemasaran dilakukan secara langsung kepada teman-teman kampus, rekan kerja, hingga keluarga.

Sesekali promo juga diberikan agar pelanggan baru tertarik mencoba sekaligus mengenal cita rasa risol yang ditawarkan.

Strategi sederhana tersebut ternyata cukup efektif. Banyak pelanggan yang kemudian merekomendasikan produk ini kepada teman maupun kerabatnya sehingga promosi dari mulut ke mulut ikut membantu perkembangan usaha.

Salah satu pelanggan, Ahla, mengaku awalnya hanya membawa beberapa risol ke sekolah untuk dimakan bersama teman-temannya.

"Niatnya cuma berbagi makanan favorit ke teman-teman kelas. Ternyata responsnya positif, banyak yang ikut PO dan sudah menantikan pembukaan PO berikutnya. Varian beef tetap jadi favorit saya."

Promosi organik seperti itu menjadi salah satu kekuatan usaha rumahan yang mengutamakan kepuasan pelanggan.

Baca Juga: Warung Sate Usia di Balikpapan Sajikan Sate Jumbo dan Tongseng Kambing Empuk

Varian Apa yang Paling Banyak Dicari Pelanggan?

Setiap usaha kuliner biasanya memiliki menu andalan yang menjadi favorit pembeli. Hal serupa juga terjadi pada @risollicius.bymel.

Berdasarkan data penjualan, varian Creamy Beef menjadi produk yang paling banyak dipesan. Perpaduan isian daging sapi dengan saus creamy membuat varian ini menjadi pilihan utama pelanggan.

Di posisi berikutnya ada Spagayo (Spaghetti Mayo). Varian ini menawarkan kombinasi rasa yang unik sehingga cukup diminati, terutama oleh pelanggan yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari risol pada umumnya.

Sementara itu, Ayam Suwir tetap memiliki tempat tersendiri di hati pelanggan. Isian ayam berbumbu gurih membuat varian ini masih menjadi salah satu menu yang sering dipesan.

Urutan varian favorit pelanggan meliputi:

1. Creamy Beef

Risol isi creamy beef bertekstur renyah dengan lelehan isian gurih menggugah selera setiap gigitan (BTV/AI)
Risol isi creamy beef bertekstur renyah dengan lelehan isian gurih menggugah selera setiap gigitan (BTV/AI)

2. Spagayo (Spaghetti Mayo)

Saus Spagayo bercita rasa gurih bertekstur lembut cocok melengkapi berbagai hidangan favorit keluarga setiap hari (BTV/AI)
Saus Spagayo bercita rasa gurih bertekstur lembut cocok melengkapi berbagai hidangan favorit keluarga setiap hari (BTV/AI)

3. Ayam Suwir

Risol isi ayam suwir pedas menggugah selera berkulit renyah berpadu saus cabai hangat lezat sempurna (BTV/AI)
Risol isi ayam suwir pedas menggugah selera berkulit renyah berpadu saus cabai hangat lezat sempurna (BTV/AI)

Dengan harga sekitar Rp4.000 per buah, pelanggan sudah dapat menikmati risol dengan kulit tipis dan isian yang cukup melimpah.

Tips Memilih Risol Berkualitas Sebelum Membeli

Sebelum memesan risol rumahan, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan agar memperoleh produk yang sesuai harapan.

1. Pilih produk yang dibuat fresh.
Sistem pre-order biasanya membuat produk diproses mendekati waktu pengiriman sehingga kualitasnya lebih terjaga.

2. Perhatikan isiannya.
Isian yang padat dan merata memberikan pengalaman makan yang lebih memuaskan.

3. Lihat ulasan pelanggan.
Testimoni pembeli menjadi salah satu indikator kualitas rasa maupun pelayanan.

4. Pastikan varian sesuai selera.
Setiap orang memiliki preferensi berbeda. Ada yang menyukai rasa creamy, ada pula yang memilih cita rasa gurih ayam.

5. Perhatikan kebersihan dan penyajian.
Produk yang dikemas rapi menunjukkan pelaku usaha memperhatikan kualitas hingga sampai ke tangan pelanggan.

Respons Pelanggan Menjadi Penyemangat Usaha

Bagi Nur Amaliyah, pencapaian terbesar bukan hanya bertambahnya jumlah pesanan, melainkan hadirnya pelanggan yang melakukan pembelian berulang.

Ia mengaku tidak menyangka usaha yang semula hanya memenuhi tugas perkuliahan mampu berkembang hingga mendapatkan banyak dukungan.

"Saya merasa sangat senang, bersyukur, dan bangga karena awalnya usaha ini hanya dibuat untuk memenuhi tugas kuliah. Di luar dugaan, ternyata banyak orang yang menyukai produk saya dan melakukan pembelian berulang. Pengalaman ini membuat saya semakin percaya diri untuk belajar berwirausaha dan membuktikan bahwa ide sederhana pun bisa berkembang menjadi peluang bisnis jika ditekuni dengan sungguh-sungguh," tutur Nur Amaliyah.

Respons pelanggan juga menunjukkan kepuasan terhadap produk yang diterima.

Salah seorang pelanggan mengatakan:

"Cinta banget sama risolnya, terutama varian spagayo dan ayam suwir. Enak sampai susah berhenti makan!"

Sementara pelanggan lainnya menyampaikan kesan yang sederhana, tetapi menggambarkan kepuasan setelah mencoba produk tersebut.

"Suka banget sama rasanya! Penyesalan terbesar cuma satu: belinya kurang banyak."

Testimoni seperti itu menjadi bukti bahwa kualitas produk sering kali menjadi promosi paling efektif bagi sebuah usaha kuliner rumahan.

Baca Juga: Mau Mulai Usaha dirumah! Simak Panduan Usaha Makanan Skala Dapur Rumah

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kisah Nur Amaliyah menunjukkan peluang usaha sering muncul dari aktivitas yang dianggap sederhana. Di Balikpapan, banyak mahasiswa memiliki kreativitas serupa, tetapi belum semuanya berani melanjutkannya menjadi bisnis. Konsistensi menjaga kualitas justru terlihat menjadi pembeda dibanding sekadar mengikuti tren kuliner. Kada harus langsung besar untuk memulai usaha. Yang penting pang produknya dijaga dan pelanggan merasa puas. Dari situlah kepercayaan tumbuh, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang sedang mencari inspirasi memulai usaha kuliner. Siapa tahu, tugas sederhana hari ini bisa menjadi sumber penghasilan pada masa mendatang.

Masih banyak kisah inspiratif pelaku UMKM lokal yang layak disimak. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan usaha Risollicius.bymel mulai dijalankan?
Usaha ini mulai dijalankan secara serius sejak tahun 2025.

2. Apakah risol tersedia setiap hari?
Sebagian besar pemesanan dilakukan melalui sistem pre-order agar produk tetap fresh, meski pada waktu tertentu tersedia stok siap jual.

3. Varian risol apa yang paling laris?
Creamy Beef menjadi varian terlaris, diikuti Spagayo dan Ayam Suwir.

4. Berapa harga risol yang dijual?
Harga risol sekitar Rp4.000 per buah.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada hasil liputan langsung Balikpapan TV melalui wawancara dengan Nur Amaliyah, pemilik usaha @risollicius.bymel, beserta pelanggan pada 25 Juli 2026. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Nur Amaliyah Rumah produksi @risollicius.bymel Risol Creamy Beef