Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kehadiran 8+ Coffee di Jalan Martadinata Balikpapan Hadirkan Nongkrong Sehat dan Panorama Kota untuk Bubuhan Balikpapan Cess!

AdminBTV • Senin, 12 Januari 2026 | 11:04 WIB

Suasana 8+ Coffee di Jalan Martadinata Balikpapan dengan panorama kota dan konsep nongkrong sehat yang menarik perhatian bubuhan.
Suasana 8+ Coffee di Jalan Martadinata Balikpapan dengan panorama kota dan konsep nongkrong sehat yang menarik perhatian bubuhan.

 

Balikpapan TV - Hai Cess! Industri kuliner Kota Balikpapan kembali hidup dengan kehadiran 8+ Coffee, sebuah kafe baru di Jalan Martadinata, Balikpapan Tengah, yang resmi dibuka pada 28 November 2025. Mengusung konsep nongkrong sehat dengan panorama kota dari ketinggian, tempat ini langsung mencuri perhatian para pencinta kopi, mahasiswa, dan bubuhan pekerja yang perlu ruang santai tapi produktif.

Bukan cuma urusan kopi dan kursi empuk, 8+ Coffee juga membawa misi sosial yang kuat, terutama untuk membantu mahasiswa yang ingin tetap kuliah sambil bekerja. Nah, ini yang bikin ceritanya menarik. Teruskan membaca sampai habis karena di balik secangkir kopi, ada ruang tumbuh bersama yang sedang dibangun di tengah kota Balikpapan Cess!

Baca Juga: Ruang Keluarga Minimalis sebagai Pusat Aktivitas Keluarga di Rumah

Apa yang membuat 8+ Coffee cepat jadi pembicaraan di Balikpapan?

8+ Coffee langsung mencuri sorotan karena posisinya yang berada di ketinggian Jalan Martadinata, menghadirkan pemandangan Kota Balikpapan yang bisa dinikmati sambil duduk santai. Bagi bubuhan yang hobi nongkrong, bekerja, atau diskusi ringan, suasana ini memberi pengalaman berbeda, lebih rileks dan segar di mata.

Selain lokasi, konsep yang dibawa juga tidak biasa. Kafe ini memadukan gaya hidup sehat dengan budaya ngopi. Di tengah tren minuman manis, 8+ Coffee justru memilih jalur berbeda dengan mengusung konsep non-gula pasir dan menggantinya dengan sirup rendah kalori. Nah’ itu sudah, minum kopi tapi tetap mikir kesehatan, pahamlah ikam.

Pendekatan ini bukan sekadar ikut tren. Owner 8+ Coffee, Yuli Adi Rachmad, secara tegas menempatkan kesehatan sebagai bagian dari identitas kafe. Ia melihat banyak penyakit muncul karena konsumsi gula berlebih, sehingga 8+ Coffee memilih cara yang lebih ramah untuk tubuh tanpa menghilangkan kenikmatan rasa.

Bagaimana misi sosial 8+ Coffee memberi ruang bagi mahasiswa?

Di balik bar kopi, ada cerita yang lebih hangat. Mayoritas karyawan 8+ Coffee adalah mahasiswa. Yuli memang sengaja membuka peluang kerja bagi mereka yang perlu tambahan biaya tanpa harus mengorbankan kuliah. “Rata-rata karyawan kami mahasiswa. Saya ingin membantu mereka supaya kuliahnya tetap berjalan dan ada tambahan biaya,” ujar Yuli, Minggu (11/1/2026) malam.

Model seperti ini membuat kafe bukan hanya tempat usaha, tapi juga ruang penguatan ekonomi kecil bagi anak muda. Beberapa dari mereka bahkan dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dan duta daerah. Lingkungannya terasa hidup karena diisi oleh energi generasi muda yang sedang bertumbuh.

Tak hanya bekerja, mereka juga belajar. 8+ Coffee memberi pelatihan komunikasi agar setiap karyawan mampu melayani pelanggan secara profesional. Jadi setiap interaksi dengan pengunjung bukan sekadar transaksi, tetapi juga latihan membangun kepercayaan diri, pahamlah ikam.

Seperti apa konsep menu sehat yang ditawarkan 8+ Coffee?

Menu di 8+ Coffee dirancang dengan prinsip sederhana, nikmat tanpa gula pasir. “Kami tidak memakai gula pasir. Konsepnya non-gula Susu Kental Manis. Sekarang banyak penyakit yang pemicunya karena mengonsumsi gula berlebih,” jelas Yuli. Sebagai gantinya, digunakan sirup rendah kalori dengan beragam rasa.

Salah satu menu khas adalah 8+ Signature, racikan kopi susu dengan air kelapa yang terasa ringan dan menyegarkan. Selain itu, kopi rasa butterscotch juga menjadi pilihan favorit banyak pengunjung. Semua resep ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan hasil uji coba panjang yang bisa berlangsung hingga satu bulan.

“Saya minta banyak orang mencicipi dan memberi penilaian sebelum menu resmi kami jual,” tambah Yuli. Dari sini terlihat bahwa setiap menu lahir dari proses serius, bukan sekadar eksperimen sesaat.

Tips menikmati menu 8+ Coffee
1. Pilih 8+ Signature jika ingin rasa kopi yang lebih ringan dan segar
2. Coba butterscotch untuk sensasi manis rendah kalori
3. Tanyakan rekomendasi barista sesuai selera ikam

Kenapa 8+ Coffee jadi ruang favorit komunitas dan kekawalan?

Selain minuman, suasana yang ditawarkan juga mendukung aktivitas bersama. Dengan kapasitas sekitar 60 pengunjung dan area smoking hingga 35 orang, tempat ini terasa lapang untuk rapat kecil, diskusi, atau kumpul komunitas. Yuli bahkan mempersilakan berbagai kelompok datang dan menggunakan ruang ini.

“Kalau mau rapat atau kumpul komunitas, silakan datang. Kita nongkrong sambil silaturahmi,” katanya. Pendekatan ini membuat 8+ Coffee terasa lebih dari sekadar kafe, tapi juga ruang pertemuan ide dan relasi.

Dukungan nyata juga ditunjukkan lewat sponsorship kegiatan sekolah, komunitas pemuda, hingga acara sosial. Promo rutin setiap Jumat dengan potongan 5 persen dan diskon 8 persen tiap tanggal 28 juga menambah daya tarik bagi bubuhan yang sering nongkrong di sini.

Ikhtisar
8+ Coffee di Jalan Martadinata, Balikpapan Tengah, hadir sebagai kafe dengan konsep nongkrong sehat dan misi sosial. Mengusung menu tanpa gula pasir, panorama kota dari ketinggian, serta membuka ruang kerja bagi mahasiswa, tempat ini menjadi ruang tumbuh bersama bagi masyarakat dan generasi muda Balikpapan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan dan kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham tentang ruang kreatif baru di kota ini Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' (Rafi)

FAQ

Apa konsep utama 8+ Coffee di Balikpapan?
Menggabungkan nongkrong, panorama kota, dan gaya hidup sehat tanpa gula pasir.

Siapa owner 8+ Coffee?
8+ Coffee dimiliki oleh Yuli Adi Rachmad.

Apa menu khas di 8+ Coffee?
Menu andalan adalah 8+ Signature dan kopi rasa butterscotch dengan sirup rendah kalori.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

 

Editor : Arya Kusuma
#Balikpapan Tengah #Kafe nongkrong sehat #Yuli Adi Rachmad