Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar:Rakit PC Rp4,515 juta ini mengandalkan Intel Core i7-3770 dan GTX 1650M 4 GB untuk bermain game AAA pada resolusi 1080p. Konsumsi daya saat bermain tercatat sekitar 185 watt, tetapi suhu prosesor yang mencapai 101 derajat Celsius menjadi perhatian utama.
Balikpapan TV - Hai Ces! Merakit PC gaming dengan anggaran terbatas masih memungkinkan untuk memainkan sejumlah game AAA, meski harus menyesuaikan pengaturan grafis dan menerima keterbatasan perangkat keras. Salah satu contohnya adalah rakitan PC seharga Rp4.515.000 yang diperlihatkan kanal Reviewtech dalam episode 121 konten Rakit PC.
PC pesanan Mas Arya dari Kota Palu ini dirancang dengan dua pertimbangan utama, yakni harga terjangkau dan konsumsi daya yang relatif rendah. Untuk mencapai target tersebut, rakitan menggabungkan prosesor Intel Core i7 generasi ketiga dengan kartu grafis GTX 1650M 4 GB GDDR6.
Konfigurasinya memang bukan platform baru. Namun, pengujian dalam video memperlihatkan bahwa PC ini masih mampu menjalankan sejumlah game populer pada resolusi 1080p, termasuk Far Cry 6, Cyberpunk 2077, dan Forza Horizon 5.
Meski demikian, tidak semua game berjalan mulus pada pengaturan tinggi. Beberapa judul membutuhkan bantuan teknologi upscaling FSR atau penurunan kualitas grafis agar performanya lebih layak dimainkan.
Spesifikasi PC Gaming Rp4,5 Jutaan
Berikut komponen yang digunakan dalam rakitan tersebut berdasarkan rincian pada video Reviewtech.
| Komponen | Spesifikasi | Harga dalam video |
|---|---|---|
| Prosesor | Intel Core i7-3770 | Rp589.000 |
| Pendingin CPU | HSF standar Intel | Rp28.000 |
| Motherboard | B75 Faro | Rp349.000 |
| RAM | 16 GB DDR3-1600, 2 x 8 GB | Rp468.000 |
| SSD | NPC 128 GB | Rp280.000 |
| HDD | 500 GB bekas | Rp167.000 |
| Casing | Inforce, 3 kipas RGB | Rp278.000 |
| PSU | Segotep AN480 Plus White | Rp370.000 |
| Kartu grafis | GTX 1650M 4 GB GDDR6, Venom RX | Rp1.968.000 |
| Total rakitan | Rp4.515.000 |
Harga tersebut merupakan angka yang disebutkan dalam video dan belum termasuk ongkos kirim setiap komponen. Harga pasar juga dapat berubah sesuai penjual, ketersediaan, dan kondisi barang.
Intel Core i7-3770 Masih Menjadi Pilihan
Prosesor Intel Core i7-3770 merupakan CPU generasi ketiga yang dirilis pada 2012. Komponen ini memiliki empat core dan delapan thread, dengan kecepatan dasar 3,4 GHz serta turbo hingga 3,9 GHz.
Prosesor tersebut menggunakan soket LGA 1155, mendukung RAM DDR3, dan mempunyai TDP 77 watt. Dalam rakitan ini, i7-3770 dipasangkan dengan RAM 16 GB DDR3-1600.
Untuk anggaran terbatas, kombinasi ini memberikan sumber daya pemrosesan yang masih dapat dimanfaatkan dalam berbagai permainan. Namun, usia platform membuat pilihan peningkatan komponen ke depannya relatif terbatas dibandingkan platform yang lebih baru.
Ada satu catatan penting: prosesor tersebut didinginkan menggunakan HSF standar Intel. Dalam pengujian Cinebench R15, suhu CPU dilaporkan mencapai 101 derajat Celsius. Angka ini menjadi peringatan bahwa sistem pendinginan belum memadai untuk menjaga temperatur prosesor selama beban berat.
Karena itu, peningkatan pendingin CPU sebaiknya menjadi prioritas sebelum PC digunakan untuk sesi gaming berat dalam waktu lama.
Baca Juga: Sharp SJ-IS70PMA 600 Liter: Seberapa Berguna Mega Freezer untuk Rumah Tangga di Balikpapan?
GTX 1650M 4 GB GDDR6 Jadi Andalan Gaming
Komponen yang paling menentukan performa gaming rakitan ini adalah kartu grafis GTX 1650M 4 GB GDDR6 dari Venom RX.
Dalam video, kartu grafis tersebut disebut mempunyai antarmuka memori 128-bit dan TDP sekitar 75 watt. GPU ini juga tidak membutuhkan konektor daya tambahan pada konfigurasi yang ditampilkan.
Penjualannya disebut disertai garansi dua tahun. Namun, masa garansi dan cakupannya tetap perlu dikonfirmasi langsung kepada penjual sebelum membeli.
Kartu grafis tersebut digunakan untuk menjalankan game pada resolusi 1080p. Sejumlah permainan dapat berjalan pada pengaturan tinggi, terutama ketika dibantu FSR. Akan tetapi, kapasitas VRAM 4 GB dan kemampuan GPU tetap menjadi batas saat menghadapi game yang lebih berat.
Perlu diperhatikan pula bahwa nama GTX 1650M dalam video tidak otomatis berarti spesifikasinya identik dengan semua varian GTX 1650 desktop. Pembeli sebaiknya memastikan model GPU, spesifikasi sebenarnya, dan hasil pengujiannya kepada penjual.
Konsumsi Daya Saat Gaming Sekitar 185 Watt
Salah satu target rakitan ini adalah menjaga konsumsi daya tetap rendah. Dalam pengukuran yang diperlihatkan, PC menggunakan daya sekitar 52 watt ketika idle dan sekitar 185 watt saat menjalankan game dengan beban tinggi.
Angka tersebut masih berada di bawah 200 watt menurut pengujian dalam video. Hasil ini membuat rakitan tersebut menarik bagi pengguna yang ingin bermain game tanpa menggunakan sistem dengan konsumsi daya besar.
Namun, angka itu perlu dipahami sebagai hasil pengukuran pada konfigurasi dan kondisi pengujian yang ditampilkan, bukan angka konsumsi tetap untuk setiap game atau beban kerja.
Konsumsi daya juga tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran efisiensi. Temperatur prosesor, kestabilan sistem, dan kualitas komponen tetap perlu diperhatikan.
Dalam hal ini, penggunaan PSU Segotep AN480 Plus White dengan harga yang disebutkan Rp370.000 menjadi bagian dari konfigurasi. Meski demikian, kapasitas dan kualitas PSU sebaiknya dipastikan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi perangkat yang digunakan.
Hasil Pengujian 10 Game pada Resolusi 1080p
Reviewtech menguji rakitan tersebut dengan 10 game. Hasilnya menunjukkan performa yang berbeda-beda, bergantung pada beban grafis dan pengaturan yang digunakan.
| Game | Pengaturan dalam video | Rata-rata FPS |
|---|---|---|
| Far Cry 6 | 1080p High, FSR Quality | 49 FPS |
| Cyberpunk 2077 | 1080p High, FSR Quality | 36 FPS |
| Forza Horizon 5 | 1080p High, FSR Quality | 64 FPS |
| Red Dead Redemption 2 | 1080p Medium | 37 FPS |
| Shadow of the Tomb Raider | 1080p High | 49 FPS |
| Horizon Zero Dawn | 1080p High, FSR Quality | 64 FPS |
| Ghost of Tsushima | 1080p Medium, FSR Dynamic | Di bawah 30 FPS |
| GTA 5 Offline | 1080p Very High | Di atas 100 FPS |
| Assassin's Creed Valhalla | 1080p High, FSR Performance | 52 FPS |
| The Last of Us Part I | 1080p Low | Sekitar 30-an FPS |
Angka di atas merupakan hasil yang disampaikan dalam video, bukan hasil pengujian independen.
Game AAA Bisa Dimainkan, tetapi Tidak Semuanya Lancar
Dari sepuluh game yang diuji, Forza Horizon 5 dan Horizon Zero Dawn mencatat rata-rata sekitar 64 FPS pada konfigurasi yang digunakan. Sementara itu, Cyberpunk 2077 berjalan pada rata-rata 36 FPS meski menggunakan FSR Quality.
Red Dead Redemption 2 juga membutuhkan penyesuaian. Dalam video, pengaturan Medium menghasilkan sekitar 37 FPS, sedangkan pengaturan High disebut hanya mendapatkan sekitar 30 FPS.
Hasil paling berat terlihat pada Ghost of Tsushima. Bahkan dengan pengaturan Medium dan FSR Dynamic, performanya masih di bawah 30 FPS. The Last of Us Part I juga harus dijalankan pada pengaturan Low untuk memperoleh sekitar 30-an FPS.
Sebaliknya, GTA 5 versi offline dapat berjalan di atas 100 FPS pada pengaturan Very High. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa kebutuhan setiap game tidak sama. Game yang lebih ringan atau lebih optimal dapat berjalan jauh lebih baik dibandingkan judul yang membebani GPU dan memori secara lebih intensif.
Kesimpulannya, PC ini masih dapat digunakan untuk memainkan game AAA, tetapi klaim mampu bermain pada pengaturan High perlu dipahami secara kontekstual. Beberapa game membutuhkan FSR, sementara judul yang lebih berat harus dijalankan pada pengaturan Medium atau Low.
Baca Juga: Bukan Cuma 12 Jam, Begini Cara Philips HD317033 Menjaga Nasi Tetap Hangat
Suhu Prosesor Jadi Masalah Utama
Meski hasil gaming cukup menarik untuk kelas harga Rp4,5 juta, pengujian prosesor menunjukkan kelemahan yang perlu segera diperhatikan.
Saat menjalankan Cinebench R15, i7-3770 dilaporkan mencatat skor 638 dan temperatur mencapai 101 derajat Celsius. Pembuat video menyebut HSF standar Intel tidak cukup kuat untuk menangani panas prosesor dalam kondisi tersebut.
Kondisi ini tidak sebaiknya dianggap wajar hanya karena prosesor masih mampu menyelesaikan pengujian. Temperatur setinggi itu berisiko memicu penurunan performa akibat pembatasan termal dan dapat mengganggu kestabilan sistem.
Pemilik sebaiknya memeriksa pemasangan pendingin, kondisi pasta termal, aliran udara casing, serta temperatur saat bermain game. Mengganti HSF dengan pendingin yang lebih memadai menjadi langkah yang patut diprioritaskan.
Pengujian kartu grafis justru menunjukkan hasil berbeda. Dalam Unigine Heaven pada resolusi 1080p High, GPU mencatat skor 2.101 dengan suhu maksimum sekitar 58 derajat Celsius. Pengujian 3DMark Fire Strike menghasilkan skor grafis 9.104.
Hasil tersebut merupakan gambaran dari unit yang diuji, sehingga kondisi kartu grafis lain dengan nama serupa belum tentu sama.
Kekurangan dan Potensi Upgrade
Rakitan ini mempunyai kelebihan berupa harga yang relatif terjangkau, RAM 16 GB, SSD untuk sistem, serta kartu grafis yang masih mampu menjalankan banyak game pada resolusi 1080p.
Namun, ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli atau merakit konfigurasi serupa.
Pertama, platform LGA 1155 dan RAM DDR3 membatasi pilihan peningkatan prosesor serta memori. Kedua, SSD 128 GB relatif terbatas untuk koleksi game modern, sehingga pengguna mungkin perlu menambah penyimpanan. Ketiga, HSF bawaan perlu dievaluasi karena temperatur prosesor mencapai 101 derajat Celsius dalam pengujian sintetis.
Selain itu, calon pembeli sebaiknya memastikan identitas kartu grafis dan garansinya secara jelas. Jangan hanya berpatokan pada nama GTX 1650M atau klaim performa, terutama jika produknya berasal dari merek yang kurang dikenal.
Dengan memperhitungkan kebutuhan tersebut, rakitan ini lebih cocok bagi pengguna yang mengejar harga awal rendah dan bersedia melakukan peningkatan secara bertahap.
Poin Penting
-
Total rakitan mencapai Rp4.515.000, belum termasuk ongkos kirim.
-
Prosesor yang digunakan adalah Intel Core i7-3770 dengan empat core dan delapan thread.
-
Kartu grafis GTX 1650M 4 GB GDDR6 menjadi komponen utama untuk gaming 1080p.
-
Konsumsi daya yang dilaporkan sekitar 52 watt saat idle dan 185 watt saat gaming.
-
Beberapa game AAA mencapai rata-rata 49–64 FPS dengan bantuan FSR, sedangkan Ghost of Tsushima berada di bawah 30 FPS.
-
Temperatur CPU mencapai 101 derajat Celsius dalam Cinebench R15, sehingga sistem pendinginan perlu segera dievaluasi.
-
Platform lama dan kapasitas SSD 128 GB menjadi keterbatasan untuk penggunaan jangka panjang.
Insight Redaksi
Rakit PC Rp4,5 jutaan ini menunjukkan bahwa gaming PC beranggaran terbatas masih bisa menjalankan sejumlah game AAA pada 1080p. Namun, performa tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan. Temperatur CPU 101 derajat Celsius dan keterbatasan platform menjadi pengingat bahwa rakitan murah tetap memerlukan pendinginan memadai, komponen yang jelas, serta rencana upgrade realistis.
Sebelum membeli PC murah, prioritaskan kestabilan dan pendinginan, pastikan identitas GPU serta garansinya, lalu sesuaikan ekspektasi FPS dengan game yang paling sering dimainkan.
Kalau artikel ini bermanfaat, bagikan ke bubuhan yang sedang merencanakan rakit PC gaming dengan anggaran terbatas.
FAQ
1. Berapa total biaya rakitan PC ini?
Total yang disebutkan dalam video adalah Rp4.515.000, belum termasuk ongkos kirim setiap komponen.
2. Apakah PC Rp4,5 juta ini bisa memainkan game AAA?
Bisa memainkan sejumlah game AAA, tetapi performanya berbeda-beda. Beberapa game berjalan pada kisaran 49–64 FPS dengan FSR, sedangkan game yang lebih berat membutuhkan pengaturan lebih rendah.
3 .Berapa konsumsi daya PC saat bermain game?
Dalam pengujian video, konsumsi daya tercatat sekitar 185 watt saat gaming dan sekitar 52 watt ketika idle.
4. Apa kelemahan terbesar rakitan ini?
Salah satu masalah utamanya adalah temperatur prosesor yang mencapai 101 derajat Celsius saat Cinebench R15 menggunakan HSF standar Intel. Platform lama dan SSD 128 GB juga membatasi kenyamanan penggunaan jangka panjang.
5. Apakah GTX 1650M 4 GB cukup untuk gaming 1080p?
Berdasarkan pengujian dalam video, GPU tersebut masih mampu menjalankan banyak game pada 1080p. Namun, beberapa game berat membutuhkan FSR atau penurunan pengaturan grafis, dan performanya bergantung pada judul game serta konfigurasi yang digunakan.
6. Apakah rakitan ini masih bisa di-upgrade?
Peningkatan masih mungkin dilakukan, tetapi platform LGA 1155 dengan RAM DDR3 memiliki pilihan upgrade yang terbatas dibandingkan platform modern. Pendingin CPU dan kapasitas penyimpanan dapat menjadi prioritas awal.
Editor : Arya Kusuma