Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Jonsbo D34 menawarkan desain MicroATX ringkas, dukungan hardware besar, airflow fleksibel, dan layar monitoring tersembunyi.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau biasanya casing PC makin ke sini makin besar, Jonsbo justru mencoba mengambil arah berbeda lewat konsep form factor purity.Istilah tersebut digunakan dalam video untuk menggambarkan pencarian terhadap casing yang benar-benar mempertahankan ukuran sesuai kelasnya. Salah satu contohnya adalah Jonsbo D34, casing MicroATX yang mencoba memadukan ukuran ringkas, tampilan modern, dukungan hardware, dan airflow.
Nah, seperti apa kemampuan casing ini? Kita lihat dari proses unboxing sampai perakitannya.
Jonsbo dan Konsep Form Factor Purity
Video dibuka dengan keresahan terhadap ukuran casing PC saat ini.
Sejumlah casing ITX dianggap sudah terasa seperti ATX, sementara casing ATX bahkan semakin mendekati ukuran full tower.
Konsep form factor purity kemudian digunakan untuk menggambarkan keinginan mendapatkan casing yang tetap sesuai karakter form factor-nya.
Jonsbo disebut sebagai salah satu brand yang konsisten dalam hal tersebut. Beberapa casing sebelumnya seperti T9, TK0, Z20, D32, dan BO400 disebut sebagai contoh bagaimana Jonsbo bermain dengan berbagai ukuran casing tanpa mengorbankan dukungan hardware secara berlebihan.
Baca Juga: AirPods 5 vs AirPods Pro 3, Selisih Harga Besar tapi Fitur Makin Mirip
Jonsbo D34 Mulai Diperkenalkan
Masuk ke produk utama, Jonsbo memperkenalkan D34 sebagai casing MicroATX baru.
Casing ini mengusung pendekatan yang menggabungkan ukuran kompak dengan tampilan visual yang tetap menarik.
Dalam video, D34 disebut memiliki fokus yang seimbang antara desain dan performa, khususnya dalam hal pendinginan.
Airflow dan Dukungan Kipas
Meski berukuran relatif ringkas, D34 menyediakan dukungan kipas yang cukup menarik.
Bagian bawah dapat dipasangi dua kipas 120 mm atau 140 mm.
Dukungan serupa juga tersedia di bagian atas, sementara bagian belakang menyediakan ruang untuk satu kipas 120 mm.
Jonsbo juga memberikan graphics card anti-sag support, sehingga kartu grafis berukuran besar dapat memperoleh penyangga tambahan.
Dengan konfigurasi tersebut, casing ini tidak sekadar mengejar ukuran kecil, tetapi juga memperhatikan sirkulasi udara.
Bracket Kipas dan Layar Monitoring Tersembunyi
Salah satu fitur menarik D34 terdapat pada bracket kipas bagian atas.
Bracket tersebut dapat dibalik untuk menyesuaikan kebutuhan.
Posisi yang lebih tinggi memberikan ruang tambahan untuk radiator, sedangkan posisi lebih rendah membuat kipas lebih dekat sehingga cocok untuk konfigurasi pendingin udara.
Ada pula fitur unik berupa layar monitoring yang tersembunyi di balik panel mirror.
Layar tersebut dapat digunakan untuk memantau temperatur hardware, penggunaan komponen, hingga waktu.
Grill Berkelanjutan dan Dukungan Hardware
Panel casing menggunakan desain grill yang berkesinambungan dari bagian atas hingga sisi belakang.
Selain membuat garis desain terlihat lebih bersih, konstruksi tersebut juga membantu membuka lebih banyak jalur untuk airflow.
Jonsbo D34 juga mendukung back-connect motherboard.
Untuk kartu grafis, casing ini dapat menampung GPU hingga panjang 333 mm.
Persiapan Merakit Jonsbo D34
Setelah melihat fitur utamanya, proses perakitan pun dimulai.
Dalam video, pembuat konten menggunakan empat kipas 140 mm yang disebut berasal dari brand Sudoku untuk mengisi sistem pendinginan D34.
Selanjutnya proses build berlanjut ke pemasangan motherboard dan komponen lainnya.
Proses Perakitan
Bagian tengah video didominasi proses perakitan PC ke dalam Jonsbo D34.
Karena transkrip pada rentang ini sebagian besar berupa musik tanpa dialog, tidak ada spesifikasi tambahan yang dapat diambil dari sumber.
Proses tersebut memperlihatkan pemasangan berbagai komponen hingga sistem mulai tersusun di dalam casing.
Baca Juga: Rakit PC Gaming Gila: RTX 5080 dan Ryzen 7 9800X3D Siap Libas Game AAA
Saat Matthew Harus Mengurus Cable Management
Bagian menarik berikutnya muncul ketika proses cable management dimulai.
Biasanya tugas tersebut dilakukan Sam, tetapi kali ini Sam tidak berada di lokasi.
Alhasil, Matthew harus mengambil alih pekerjaan cable management.
Awalnya pembuat video bahkan terlihat ragu apakah Matthew mampu menjadi “cable master”.
Namun, hasil akhirnya justru mengejutkan.
Pada sekitar 09:28, muncul reaksi “Oh my god”, kemudian Matthew dinyatakan sebagai cable master baru.
Pemasangan GPU dan Pengujian Airflow
Setelah cable management selesai, perakitan dilanjutkan dengan pemasangan GPU dan panel casing.
Video kemudian memperlihatkan konfigurasi akhir sebelum masuk ke pengujian airflow.
Bagian ini kembali didominasi visual dan musik, sehingga tidak ada spesifikasi tambahan yang disebutkan dalam transkrip.
Hasil Build dan Setup Meja
Setelah PC selesai dirakit, video memperlihatkan tampilan build secara keseluruhan serta penempatannya pada desk setup.
Kombinasi casing Jonsbo D34 dengan kipas berukuran besar membuat sistem terlihat cukup menonjol meskipun menggunakan form factor MicroATX.
D34 Dinilai Mudah Dirakit dan Airflow-nya Kuat
Masuk ke bagian kesimpulan, pembuat video mengaku sangat puas dengan Jonsbo D34.
Menurutnya, proses perakitan terasa mudah dan ukuran casing memberikan keseimbangan antara footprint, tampilan, serta penggunaan di atas meja.
Empat kipas 140 mm yang digunakan juga disebut bekerja dengan sangat baik.
Airflow dari build tersebut bahkan dinilai sangat kuat.
Kipas Besar Jadi Pasangan Menarik
Kipas yang digunakan dalam build disebut sebagai produk baru dari Sudoku di dunia PC DIY.
Pembuat video menggambarkan karakter kipas tersebut sebagai perpaduan berbagai konsep kipas performa tinggi.
Bagian hub transparannya juga mendapat perhatian karena memberikan tampilan seperti arc reactor milik Iron Man ketika sistem pencahayaan menyala.
Menariknya, lampu pada bagian tengah kipas disebut tidak membutuhkan tambahan daya.
Eksplorasi Brand Baru dan Kemungkinan Build Berikutnya
Pembuat video juga membuka kemungkinan untuk menguji lebih banyak produk dari brand kipas tersebut.
Salah satu ide yang disebut adalah membuat midtower yang berfokus pada airflow dengan menggunakan lebih banyak kipas serupa.
Ia juga menanyakan apakah penonton ingin melihat build Jonsbo D34 lainnya, kali ini menggunakan sistem liquid all-in-one.
Video kemudian ditutup dengan ajakan memberikan komentar, like, dan subscribe.
Bloopers dan Outtakes
Bagian terakhir merupakan bloopers dan outtakes dari proses produksi.
Segmen ini berisi candaan mengenai istilah “purity”, kesulitan cable management, hingga cerita tentang kebiasaan membawa kopi dalam produksi video.
Karena sifatnya merupakan materi behind-the-scenes, bagian ini tidak memengaruhi spesifikasi maupun performa Jonsbo D34.
Poin Penting
-
Jonsbo D34 merupakan casing MicroATX.
-
Fokus utama D34 adalah keseimbangan antara ukuran, desain, dan pendinginan.
-
Mendukung dua kipas 120/140 mm di bagian bawah.
-
Bagian atas juga mendukung dua kipas 120/140 mm.
-
Bagian belakang mendukung satu kipas 120 mm.
-
Bracket kipas atas dapat diubah posisinya.
-
Posisi bracket dapat disesuaikan untuk radiator atau pendingin udara.
-
Memiliki layar monitoring tersembunyi di balik panel mirror.
-
Layar dapat memantau temperatur, penggunaan hardware, dan waktu.
-
Menggunakan desain grill berkelanjutan untuk membantu airflow.
-
Mendukung back-connect motherboard.
-
GPU hingga 333 mm dapat dipasang.
-
Dilengkapi graphics card anti-sag support.
-
Build dalam video menggunakan empat kipas 140 mm.
-
Hasil akhir build dinilai memiliki airflow yang sangat kuat.
Insight Redaksi
Jonsbo D34 menarik karena tidak sekadar mengejar casing sekecil mungkin. Konsep yang dibawa lebih kepada bagaimana MicroATX tetap terasa seperti MicroATX, tetapi masih mampu menampung hardware modern dan sistem pendinginan yang serius.
Dukungan kipas 140 mm, bracket radiator yang fleksibel, grill terbuka, serta layar monitoring tersembunyi membuat D34 punya nilai lebih dari sekadar tampilan.
Buat bubuhan yang ingin PC berukuran lebih ringkas tanpa langsung turun terlalu jauh dalam dukungan hardware, konsep seperti D34 cukup menarik untuk dilirik.
Nah Ces, ukuran kecil kada selalu berarti performa pendinginan harus ikut kecil.
Kalau artikel ini menarik, bagikan ke kawalan yang lagi merakit PC atau sedang mencari casing MicroATX.
Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu Jonsbo D34?
Jonsbo D34 adalah casing PC dengan form factor MicroATX yang mengutamakan ukuran kompak, desain, dan kemampuan pendinginan.
2. Berapa ukuran GPU yang bisa masuk ke Jonsbo D34?
Dalam video disebutkan casing ini mendukung kartu grafis hingga panjang 333 mm.
3. Berapa kipas yang bisa dipasang di bagian bawah Jonsbo D34?
Bagian bawah mendukung dua kipas berukuran 120 mm atau 140 mm.
4. Apakah bagian atas Jonsbo D34 mendukung radiator?
Ya. Bracket kipas bagian atas dapat diubah posisinya untuk memberikan ruang tambahan bagi radiator.
5. Apakah Jonsbo D34 memiliki layar?
Ya. D34 memiliki layar monitoring yang tersembunyi di balik panel mirror.
6. Apa yang dapat ditampilkan layar Jonsbo D34?
Dalam video, layar tersebut digunakan untuk memantau temperatur hardware, penggunaan komponen, dan waktu.
Editor : Arya Kusuma