Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Rakitan PC MSI ini menggabungkan Ryzen 7 9800X3D, RTX 5080, DDR5, dan komponen high-end untuk menghadapi game berat, Ces!
Balikpapan TV - Hai Ces! September menjadi pengingat kalau bubuhan gamer bakal kembali berhadapan dengan deretan game besar. Mulai dari game AAA yang sudah dinanti hingga GTA 6 versi PC yang suatu saat bakal menyusul.
Masalahnya, game semakin berat sementara PC yang digunakan sudah mulai ngos-ngosan.
Nah, daripada cuma mengeluh PC kentang, kali ini sebuah rakitan PC bersama MSI mencoba menawarkan solusi dengan spesifikasi kelas atas. Bukan sekadar buat menjalankan game, tetapi juga disiapkan untuk menghadapi game-game berat yang bakal datang.
Rakitan ini menggunakan kombinasi AMD Ryzen 7 9800X3D, motherboard MSI MEG X870E ACE MAX, RAM DDR5, SSD PCIe Gen 4, hingga MSI RTX 5080 16 GB.
Casing Futuristik dengan Airflow dari Bawah
Fondasi rakitan dimulai dari casing MSI MPG VIXTA 300R.
Desain yang paling mencolok adalah konsep floating base dengan ketinggian 75 mm. Ruang kosong di bawah casing bukan hanya untuk estetika atau menaruh action figure.
Desain tersebut juga memberikan jalur tambahan untuk airflow dari bagian bawah sehingga membantu menjaga temperatur komponen di dalam PC.
Panel sampingnya menggunakan curved fully tempered glass yang memberikan tampilan lebih premium sekaligus memperlihatkan komponen di dalam.
Untuk kemudahan penggunaan, posisi I/O berada di bagian depan samping sehingga lebih mudah dijangkau.
Urusan cable management juga dibuat lega dengan clearance sekitar 35 mm di bagian belakang.
Yang tidak kalah penting, casing ini sudah menyediakan adjustable GPU holder untuk menopang kartu grafis berukuran besar.
Fitur tersebut membantu mencegah GPU mengalami sag atau posisi kartu grafis yang melengkung akibat bobotnya sendiri.
Baca Juga: SSD Eksternal vs Flashdisk: Mana yang Lebih Masuk Akal untuk Menyimpan Data?
Motherboard Jadi Pusat Semua Komponen
Selanjutnya ada motherboard MSI MEG X870E ACE MAX dengan soket AM5.
Motherboard ini menyediakan empat slot RAM DDR5 yang dalam materi video disebut mampu digeber hingga 9.000 MT/s.
Untuk kartu grafis, tersedia jalur PCIe Gen 5.
MSI juga membekali slot GPU dengan fitur Easy PCIe Release, sehingga proses melepas kartu grafis berukuran besar menjadi lebih mudah.
Namun, bagian storage menjadi salah satu daya tarik utama.
Motherboard ini memiliki total lima slot M.2.
Semakin banyak storage berkecepatan tinggi yang dipasang, semakin penting pula pengelolaan panasnya. Karena itu, MSI menggunakan desain pendingin dengan wave fin design untuk memperluas area pelepasan panas.
Kelima slot M.2 juga mendapatkan perlindungan melalui double-sided M.2 Shield Frozr dan heatsink PCH yang diperbesar.
Di bagian belakang terdapat metal backplate yang memiliki fungsi tambahan sebagai penopang sekaligus membantu pengelolaan panas dari bagian belakang PCB.
Konektivitas Melimpah dan Fitur Praktis
Dari sektor konektivitas, motherboard ini menyediakan banyak pilihan port.
Materi video menyebut adanya sembilan port USB Type-A 10 Gbps, dua USB Type-C 40 Gbps, serta dua USB Type-C 10 Gbps.
Pada panel depan juga tersedia header USB Type-C 20 Gbps dengan dukungan Power Delivery hingga 60 watt.
Dengan fitur tersebut, pengguna dapat mengisi daya perangkat seperti smartphone langsung melalui port pada casing.
Untuk koneksi jaringan, motherboard dibekali koneksi Ethernet dengan dukungan 10G dan 5G, Wi-Fi 7, serta Bluetooth 5.4.
MSI juga memberikan sejumlah tombol fisik untuk mempermudah proses troubleshooting dan konfigurasi.
Ada tombol Flash BIOS, Clear CMOS, serta sebuah Smart Button multifungsi yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan.
Ryzen 7 9800X3D Jadi Pilihan untuk Gaming
Untuk prosesor, rakitan ini menggunakan AMD Ryzen 7 9800X3D.
Sebenarnya ada Ryzen 9 9950X3D yang lebih tinggi untuk kebutuhan tertentu, terutama pekerjaan berat seperti rendering atau menjalankan streaming sekaligus.
Namun, untuk kebutuhan yang difokuskan pada gaming, Ryzen 7 9800X3D dianggap lebih masuk akal.
Materi video menyoroti penggunaan satu CCD atau single-chip yang membuat komunikasi data lebih sederhana dan membantu menghindari latensi antar-CCD.
Ryzen 7 9800X3D memiliki 8 core dan 16 thread.
Base clock-nya disebut mencapai 4,7 GHz dengan maximum boost hingga 5,2 GHz.
Bersama motherboard MSI, prosesor ini juga dapat di-overclock menggunakan fitur Easy One Click Overclocking.
1% Low FPS Jadi Perhatian Utama
Untuk gaming, peningkatan performa tidak hanya dilihat dari rata-rata FPS.
Dalam materi video, perhatian juga diberikan pada 1% low FPS.
Angka tersebut dianggap penting ketika game memasuki adegan berat, seperti ledakan atau situasi dengan beban CPU tinggi.
Tujuannya agar frame rate tetap terasa stabil dan mengurangi stuttering.
Pada pengujian yang ditampilkan, rakitan tersebut mendapatkan hasil tinggi di sejumlah game.
Benchmark VALORANT
Pada VALORANT, hasil pengujian disebut mencapai sekitar 700 FPS.
Benchmark Counter-Strike 2
Sementara di Counter-Strike 2 dengan pengaturan maksimal, sistem mendapatkan sekitar 300 FPS.
Benchmark Battlefield 6
Untuk Battlefield 6, yang menjadi salah satu pengujian lebih berat, sistem masih disebut mampu mencapai sekitar 150 FPS dengan pengaturan rata kanan.
Materi video mengaitkan performa tersebut dengan arsitektur Zen 5 dan peningkatan IPC yang disebut sekitar 16 persen dibanding Zen 4.
RAM DDR5 Tidak Selalu Semakin Cepat Semakin Baik
Masuk ke sektor memori, rakitan menggunakan Kingston Fury Renegade DDR5 RGB 2×16 GB.
Kecepatannya disebut mencapai 7.600 MT/s, dengan timing CL38 dan voltase 1,4 volt.
Menariknya, materi video mengingatkan bahwa RAM dengan kecepatan semakin tinggi tidak selalu otomatis memberikan performa terbaik.
Pada platform AMD, konfigurasi tertentu dengan speed terlalu tinggi justru dapat membuat sistem kurang efisien.
Karena itu, kombinasi speed dan latency dianggap lebih penting untuk mendapatkan performa gaming yang stabil.
SSD PCIe Gen 4 untuk Loading Game
Untuk storage, digunakan MSI SPATIUM M470 Pro 1 TB.
SSD tersebut menggunakan interface PCIe Gen 4.
Kecepatan sequential read diklaim mencapai 6.000 MB/s, sedangkan write mencapai 4.500 MB/s.
Dalam pengujian, hasil yang diperoleh berada di sekitar 5.180 MB/s untuk read dan 3.909 MB/s untuk write.
Dengan performa tersebut, SSD dinilai sudah cukup untuk membantu mempercepat proses loading game AAA.
Baca Juga: AirPods 5 Hadir dengan ANC Lebih Kuat dan Audio yang Ditingkatkan
RTX 5080 Jadi Mesin Grafis Utama
Kalau prosesor sudah kelas atas, GPU tentu tidak boleh menjadi titik lemah.
Karena itu, rakitan ini menggunakan MSI RTX 5080 16 GB Launch Edition.
GPU tersebut menggunakan arsitektur NVIDIA Blackwell dan mendukung teknologi DLSS 4 dan 4.5.
Dalam pengujian resolusi 4K, GPU tersebut disebut mampu mendapatkan sekitar 200 FPS pada Assassin's Creed Resynced dengan preset Very High.
Kemudian pada Cyberpunk 2077, performanya disebut mencapai sekitar 130 FPS dengan pengaturan maksimal.
Sementara Black Myth: Wukong mendapatkan sekitar 150 FPS dengan preset Cinematic.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kombinasi Ryzen 7 9800X3D dan RTX 5080 memang diarahkan untuk gaming resolusi tinggi.
Sistem Pendingin untuk Menjinakkan Suhu
Performa tinggi tentu menghasilkan panas yang juga tinggi.
Untuk GPU, MSI menggunakan sistem pendingin Hyper Frozr, yang dirancang menghasilkan aliran udara kuat dengan tingkat kebisingan yang tetap rendah.
Sementara CPU Ryzen 7 9800X3D dipasangkan dengan MSI MAG CORELIQUID A15 360.
Cooler liquid tersebut menggunakan radiator 360 mm dan kipas yang sudah terpasang dari awal sehingga proses instalasi menjadi lebih praktis.
PSU 1600 Watt Jadi Jantung Rakitan
Komponen terakhir yang menjadi penentu kestabilan adalah power supply.
Rakitan ini menggunakan MSI MEG Ai1600T PCIE5 berkapasitas 1.600 watt.
PSU tersebut memiliki sertifikasi 80 PLUS Titanium dengan efisiensi hingga 94 persen.
Untuk kartu grafis generasi terbaru, PSU ini juga menyediakan kabel 12V-2x6.
Desain kabel yang lebih fleksibel membantu proses cable management sekaligus membuat bagian dalam PC terlihat lebih rapi.
Siap Menghadapi Game AAA Masa Depan
Setelah seluruh komponen digabungkan, rakitan ini menghasilkan kombinasi Ryzen 7 9800X3D, MSI MEG X870E ACE MAX, dan RTX 5080.
Konfigurasi tersebut bukan hanya ditujukan untuk game AAA saat ini, tetapi juga diposisikan untuk menghadapi game-game berat yang akan datang.
Termasuk salah satu game yang paling banyak ditunggu gamer PC, GTA 6.
Namun, tentu saja kesiapan menghadapi game masa depan tetap bergantung pada optimasi game, resolusi, pengaturan grafis, dan teknologi upscaling yang digunakan.
Poin Penting
-
Casing MSI MPG VIXTA 300R menggunakan floating base setinggi 75 mm.
-
Desain floating base memberikan jalur airflow tambahan dari bawah.
-
Casing menyediakan adjustable GPU holder untuk kartu grafis besar.
-
MSI MEG X870E ACE MAX menyediakan empat slot DDR5.
-
Motherboard memiliki lima slot M.2.
-
Tersedia PCIe Gen 5 untuk kartu grafis.
-
Ryzen 7 9800X3D memiliki 8 core dan 16 thread.
-
Maximum boost Ryzen 7 9800X3D mencapai 5,2 GHz.
-
RAM menggunakan Kingston Fury Renegade DDR5 RGB 2×16 GB.
-
SSD menggunakan MSI SPATIUM M470 Pro 1 TB PCIe Gen 4.
-
GPU menggunakan MSI RTX 5080 16 GB.
-
Benchmark video menunjukkan sekitar 700 FPS di VALORANT.
-
Benchmark video menunjukkan sekitar 300 FPS di Counter-Strike 2.
-
Benchmark video menunjukkan sekitar 150 FPS di Battlefield 6.
-
PSU menggunakan MSI MEG Ai1600T PCIE5 1.600 watt.
Insight Redaksi
Rakitan ini menunjukkan bahwa membangun PC gaming kelas monster bukan hanya soal memasang CPU dan GPU paling mahal.
Keseimbangan antarkomponen justru menjadi bagian penting.
Ryzen 7 9800X3D dipilih karena fokus utamanya gaming, RTX 5080 menjadi pengolah grafis, sementara motherboard menyediakan fondasi konektivitas dan ekspansi.
RAM, SSD, sistem pendingin, casing, hingga PSU juga memiliki peran masing-masing agar performa komponen utama tidak terhambat.
Namun, konfigurasi seperti ini jelas berada di kelas enthusiast. Untuk gamer yang hanya bermain di resolusi 1080p atau game kompetitif ringan, spesifikasi sebesar ini bisa saja jauh melampaui kebutuhan.
Value terbaik tetap bergantung pada game yang dimainkan, resolusi monitor, target FPS, dan kebutuhan selain gaming.
Kalau ikam punya budget PC monster seperti ini, mending langsung gas buat game AAA atau sebagian dana disimpan buat upgrade berikutnya? Bagikan artikel ini ke kawalan sesama gamer.
Ikuti info teknologi, hardware, dan gaming terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Prosesor apa yang digunakan dalam rakitan ini?
Rakitan menggunakan AMD Ryzen 7 9800X3D dengan 8 core dan 16 thread.
2. Kenapa menggunakan Ryzen 7 9800X3D?
Dalam materi video, prosesor tersebut dipilih karena fokus utama rakitan adalah gaming, sementara Ryzen 9 9950X3D lebih ditujukan untuk kebutuhan produktivitas berat.
3. GPU apa yang digunakan?
GPU yang digunakan adalah MSI RTX 5080 16 GB Launch Edition berbasis arsitektur NVIDIA Blackwell.
4. Berapa FPS VALORANT dalam pengujian?
Materi video menyebut hasil sekitar 700 FPS.
5. Berapa FPS Counter-Strike 2?
Pengujian Counter-Strike 2 dengan pengaturan maksimal disebut menghasilkan sekitar 300 FPS.
6. Berapa FPS Battlefield 6?
Dalam pengujian, Battlefield 6 disebut mampu mencapai sekitar 150 FPS dengan pengaturan rata kanan.
Editor : Arya Kusuma