ROG 20 Tahun: Dari Mouse Emas hingga PC RTX 5090 Bernilai Ratusan Juta

Riafandi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:29 WIB
Mouse ROG Edition 20 hadir dengan bobot ringan 82 gram, sensor 65.000 DPI, dan lapisan emas (BTV/AI)
Mouse ROG Edition 20 hadir dengan bobot ringan 82 gram, sensor 65.000 DPI, dan lapisan emas (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: ROG Edition 20 menghadirkan PC ekstrem, monitor 720 Hz, keyboard premium, mouse emas, router kelas atas, serta komponen gaming.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Republic of Gamers atau ROG merayakan perjalanan 20 tahun dengan menghadirkan rangkaian perangkat edisi khusus yang tampil ekstrem, premium, dan tentu saja tidak murah.

Dalam video unboxing ini, David memperlihatkan berbagai perangkat ROG Edition 20, mulai dari mouse gaming, keyboard, keycaps mystery box, router, monitor OLED, mini PC, hingga PC desktop dengan komponen kelas atas.

Total nilai seluruh perangkat yang dibuka bahkan disebut dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Mouse ROG Edition 20, Bobot 82 Gram dengan 65.000 DPI

Perangkat pertama yang dibuka adalah mouse gaming edisi khusus ROG Edition 20. Mouse tersebut menggunakan koneksi wireless melalui dongle, tetapi juga mendukung Bluetooth dan kabel.

Bobotnya hanya sekitar 82 gram sehingga tetap mengutamakan desain ringan.

Menariknya, bagian tertentu mouse mendapatkan lapisan emas 24 karat yang dibuat sangat tipis. Sentuhan emas tersebut terlihat pada sejumlah bagian, termasuk area scroll dan tombol.

Untuk spesifikasi performa, mouse ini disebut memiliki sensor hingga 65.000 DPI dan polling rate mencapai 8.000 Hz. Dalam pengujian yang ditampilkan, mouse juga tetap dapat digunakan di atas permukaan kaca.

Keyboard ROG Azoth Extreme Edition 20 Dibanderol Belasan Juta

Berikutnya ada ROG Azoth Extreme Edition 20, keyboard yang tampil sangat berbeda dibanding keyboard gaming pada umumnya.

Bobot dan ukuran kotaknya bahkan membuat perangkat ini sekilas terlihat seperti kartu grafis.

Keyboard ini menggunakan desain 75 persen, dilengkapi layar OLED berukuran 1,47 inci, serta keycaps transparan dengan elemen khas Edition 20.

Pada bagian bawah keyboard terdapat nameplate dengan lapisan emas 24 karat. Perangkat ini juga menyediakan beberapa pilihan konektivitas dan port USB Type-C.

Salah satu klaim yang menarik adalah daya tahan baterainya yang mencapai 1.600 jam. Jika digunakan delapan jam per hari, secara hitungan kasar pengguna baru perlu mengisi daya setelah sekitar 200 hari.

Layar OLED tersebut juga dapat digunakan untuk mengatur berbagai fungsi, termasuk brightness, efek pencahayaan, hingga menampilkan informasi tertentu.

Dalam video, layar tersebut bahkan digunakan untuk menunjukkan kecepatan mengetik.

Mystery Box Keycaps ROG Hadir dengan Koleksi Miniatur

Selain perangkat utama, terdapat mystery box berisi keycaps bertema ROG.

Dalam video, pembeli disebut akan memperoleh enam item, sementara salah satunya berpotensi menjadi versi langka.

Keycaps yang dibuka menampilkan berbagai ikon dan perangkat khas ROG, seperti headset, controller, kursi gaming, hingga mouse.

Salah satu koleksi yang didapat adalah miniatur ROG Gladius, yang disebut sebagai mouse ergonomis gaming pertama ROG.

Karena bentuk beberapa keycaps cukup tajam dan lebih cocok sebagai koleksi, perangkat ini terlihat lebih menarik untuk dijadikan pajangan dibanding penggunaan sehari-hari.

ROG Rapture GT-BE98 Edition 20 Jadi Router Monster

Selanjutnya ada ROG Rapture GT-BE98 Edition 20, router dengan desain futuristis dan delapan antena.

Router ini disebut memiliki RAM 2 GB, mendukung koneksi 2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz, serta sudah mendukung Wi-Fi 7.

Pada bagian konektivitas terdapat port berkecepatan tinggi, termasuk port 10 GbE dan koneksi lainnya.

Dengan harga yang disebut berada di kisaran Rp15 jutaan, router ini jelas menyasar pengguna dengan kebutuhan jaringan yang jauh lebih tinggi dibanding pengguna rumahan pada umumnya.

Desainnya juga menjadi salah satu daya tarik utama karena tampil seperti perangkat futuristis dengan elemen pencahayaan ROG.

Baca Juga: Anker MagGo Power Bank 2 Pro Hadir dengan Qi2 25W dan Pendingin Aktif SnapCool

Monitor OLED 27 Inci Bisa Mencapai 720 Hz

ROG Edition 20 juga membawa monitor gaming OLED 27 inci yang disebut menggunakan resolusi 2K.

Keunggulan paling mencolok terletak pada refresh rate.

Pada resolusi 2K, monitor ini dapat mencapai 540 Hz, sementara ketika resolusi diturunkan, refresh rate dapat mencapai 720 Hz.

Monitor tersebut juga memiliki response time yang sangat rendah, yakni sekitar 0,02 ms GTG, berdasarkan spesifikasi yang disebut dalam video.

Bagian belakang monitor dibuat transparan sehingga sejumlah komponen internal dan desain pendinginnya dapat terlihat.

Namun, refresh rate setinggi ini memang lebih relevan bagi gamer kompetitif yang membutuhkan respons visual sangat cepat. Untuk pengguna biasa, perbedaan antara refresh rate tinggi kemungkinan tidak selalu terasa secara signifikan.

ROG NUC Jadi Mini PC Rp120 Jutaan

Salah satu perangkat paling menarik adalah mini PC ROG yang dalam video disebut dijual dalam sebuah paket dengan monitor dan periferal.

Harga paketnya disebut sekitar Rp170 juta, sementara setelah dikurangi nilai monitor dan perangkat lainnya, harga mini PC-nya diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp120 juta.

Meski ukurannya hanya sekitar 3 liter, perangkat ini membawa spesifikasi yang sangat tinggi.

Di dalamnya terdapat RTX 5090 Laptop GPU, prosesor Intel Core Ultra 9 290HX, RAM 64 GB, serta penyimpanan 2 TB.

Daya adaptor yang digunakan mencapai 380 watt.

Dari sisi konektivitas, perangkat ini menyediakan beberapa port video, Thunderbolt, USB berkecepatan tinggi, serta koneksi lainnya.

Konsepnya menunjukkan bahwa performa tinggi tidak selalu harus hadir dalam bentuk PC desktop berukuran besar.

PC ROG Edition 20 Tembus Sekitar Rp300 Juta

Perangkat paling ekstrem dalam video adalah PC desktop ROG Edition 20.

Harga paket lengkapnya disebut sekitar Rp270 juta, termasuk monitor dan berbagai periferal. Setelah komponen tersebut dipisahkan, nilai sistem PC-nya diperkirakan berada di kisaran Rp200 jutaan, bahkan dapat mendekati Rp300 juta jika seluruh komponen tambahan kelas atas ikut dihitung.

Sistem ini menggunakan motherboard ROG Crosshair X870E, prosesor Ryzen kelas atas, RAM dengan kapasitas hingga 256 GB, serta dukungan beberapa slot M.2.

Untuk kartu grafisnya digunakan ROG Astral RTX 5090 Edition 20.

Sementara sistem pendinginnya menggunakan ROG Ryujin dengan tiga kipas.

Salah satu komponen yang paling mencolok adalah power supply berkapasitas hingga 3.000 watt. Namun, angka tersebut merupakan kapasitas PSU, bukan berarti PC akan selalu mengonsumsi daya sebesar itu.

Dalam video juga dijelaskan bahwa untuk benar-benar memanfaatkan daya sebesar itu dibutuhkan konfigurasi ekstrem, seperti beberapa GPU kelas atas.

RTX 5090 Edition 20 menjadi pusat perhatian dengan empat kipas, layar AMOLED, dan performa hingga 720 FPS (BTV/AI)
RTX 5090 Edition 20 menjadi pusat perhatian dengan empat kipas, layar AMOLED, dan performa hingga 720 FPS (BTV/AI)

RTX 5090 Edition 20 Jadi Pusat Perhatian

ROG Astral RTX 5090 Edition 20 tampil dengan ukuran yang sangat besar dan desain khusus Edition 20.

GPU ini memiliki total empat kipas pada sistem pendinginnya dan disebut dapat menarik daya hingga sekitar 800 watt dalam konfigurasi tersebut.

Selain pendinginan besar, GPU juga mendapatkan layar AMOLED melengkung berukuran 6,67 inci yang membentang pada bagian tertentu perangkat.

Bagian belakangnya menggunakan backplate transparan sehingga elemen internal GPU dapat menjadi bagian dari desain visual.

Ada pula aksen emas dan berbagai elemen ROG Edition 20 yang membuat kartu grafis ini lebih menyerupai perangkat koleksi dibanding kartu grafis biasa.

Setup ROG Edition 20 Bisa Menembus 400 FPS

Setelah seluruh sistem dirakit, PC dinyalakan dan langsung menampilkan animasi khusus ROG Edition 20.

Layar pada motherboard dan sistem pendingin juga dapat menampilkan informasi seperti temperatur CPU, GPU, CPU package, voltase, hingga FPS.

Pada pengujian gaming menggunakan Forza Horizon 5, sistem mampu mencapai sekitar 400 FPS pada resolusi 2K dengan pengaturan yang disebut sudah tinggi dan menggunakan DLSS.

Ketika frame generation dimatikan, performa yang ditampilkan masih berada di angka sekitar 280 FPS.

Pada pengujian game lainnya, FPS bahkan dapat mencapai sekitar 720 FPS ketika resolusi diturunkan.

Temperatur GPU dalam salah satu pengujian juga disebut berada di sekitar 63 derajat Celsius.

Angka tersebut menunjukkan bagaimana komponen kelas atas seperti RTX 5090 dapat dipasangkan dengan monitor refresh rate sangat tinggi agar kemampuan GPU dan monitor tetap seimbang.

Mini PC Justru Terlihat Lebih Masuk Akal

Menariknya, video juga membandingkan performa ROG NUC dengan PC desktop ROG Edition 20.

Secara performa, mini PC tersebut disebut berada di sekitar setengah kemampuan sistem desktop yang lebih besar.

Namun, ukurannya jauh lebih kecil dan harga paketnya juga berada di level yang lebih rendah.

Karena itu, jika konsumen memang menginginkan perangkat ROG kelas atas tetapi tidak membutuhkan performa maksimal, mini PC tersebut terlihat lebih masuk akal dibanding sistem desktop Edition 20 yang benar-benar mengejar batas performa.

Baca Juga: Smart TV 2026 dengan AI, Fitur Pintarnya Berguna atau Sekadar Gimmick?

ROG Edition 20 Lebih Dekat dengan Barang Kolektor

Dari keseluruhan unboxing, kesan terbesar yang muncul bukan sekadar soal spesifikasi.

ROG Edition 20 terasa seperti proyek khusus untuk merayakan dua dekade perjalanan ROG.

Berbagai elemen desain seperti lapisan emas, layar tambahan, emblem, transparansi, hingga aksesori khusus menunjukkan bahwa perangkat ini memang dibuat untuk memberikan pengalaman berbeda.

David bahkan menilai perangkat tersebut seperti passion project, karena sejumlah elemen desain tampak lebih mengutamakan estetika dan nilai koleksi dibanding efisiensi produksi.

Pada casing PC, misalnya, desain terbuka membuat aliran udara menjadi sangat bebas. Namun konsekuensinya, debu juga lebih mudah masuk.

Artinya, desain ekstrem tersebut tetap memiliki kompromi yang perlu dipahami pengguna.

Bukan untuk Semua Gamer

ROG Edition 20 jelas bukan perangkat yang ditujukan untuk gamer biasa.

Harga ratusan juta rupiah membuat perangkat ini lebih cocok dilihat sebagai produk flagship, koleksi, atau showcase teknologi.

Bahkan spesifikasi seperti monitor 720 Hz, GPU RTX 5090 dengan sistem pendinginan ekstrem, PSU 3.000 watt, dan RAM berkapasitas sangat besar baru benar-benar relevan bagi pengguna dengan kebutuhan khusus.

Bagi mayoritas gamer, perangkat dengan harga dan spesifikasi lebih rendah sudah mampu memberikan pengalaman gaming yang sangat baik.

Namun untuk merayakan 20 tahun ROG, Edition 20 memang berhasil menunjukkan seberapa jauh sebuah ekosistem gaming dapat dibuat ketika batas anggaran tidak lagi menjadi prioritas utama.

Poin Penting

Insight Redaksi

ROG Edition 20 menunjukkan bagaimana teknologi gaming bisa berubah menjadi bagian dari koleksi, bukan sekadar perangkat buat main. Dari mouse sampai PC ratusan juta, semuanya dibuat mengejar identitas dan pengalaman premium. Bagi kebanyakan bubuhan gamer, spesifikasi segini kada wajib, tapi sebagai perayaan 20 tahun ROG, hasilnya memang kada biasa. Ces!

Kalau kamu punya budget besar untuk membangun PC gaming, bagian mana dari ROG Edition 20 yang paling ingin kamu punya: RTX 5090, monitor 720 Hz, mini PC, atau keyboard Edition 20?

FAQ

1. Berapa harga PC ROG Edition 20?

Dalam video, paket PC ROG Edition 20 disebut dijual sekitar Rp270 juta, termasuk monitor dan periferal. Nilai sistem PC-nya sendiri diperkirakan berada di kisaran Rp200 jutaan, tergantung komponen yang dihitung.

2. Berapa harga mini PC ROG Edition 20?

Paket mini PC disebut sekitar Rp170 juta bersama monitor dan periferal. Dalam video, harga mini PC saja diperkirakan sekitar Rp120 juta.

3. Berapa refresh rate monitor ROG Edition 20?

Monitor tersebut disebut mampu mencapai 540 Hz pada resolusi 2K dan hingga 720 Hz ketika menggunakan resolusi lebih rendah.

4. Berapa DPI mouse ROG Edition 20?

Mouse yang dibahas dalam video disebut memiliki sensor hingga 65.000 DPI dan polling rate hingga 8.000 Hz.

5. Berapa kapasitas baterai keyboard ROG Azoth Extreme Edition 20?

Keyboard tersebut diklaim memiliki daya tahan baterai hingga 1.600 jam.

6. Apakah PSU 3.000 watt berarti PC selalu menggunakan listrik 3.000 watt?

Tidak. Angka 3.000 watt merupakan kapasitas maksimal power supply. Konsumsi aktual bergantung pada komponen dan beban kerja sistem.

7. Apakah ROG Edition 20 cocok untuk gamer biasa?

Tidak harus. Produk ini lebih ditujukan kepada enthusiast dan kolektor karena harga serta spesifikasinya sangat tinggi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
ASUS ROG gaming ROG Edition 20 PC Gaming RTX 5090