Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar : Air cooler PC selama ini identik dengan desain sederhana berupa heatsink berbahan logam dan kipas yang bertugas menjaga suhu prosesor. Namun, TRYX mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui TRYX Turris, sebuah tower air cooler yang menggabungkan sistem pendingin udara dengan layar IPS berukuran 5 inci.
Balikpapan TV - Hai Ces! TRYX Turris hadir dengan desain futuristis, kipas berkecepatan hingga 1.850 RPM, basis tembaga micro-convex, heat pipe yang dibuat dengan posisi offset, serta ruang clearance RAM hingga 55 mm. Produk ini juga diklaim mampu menangani beban hingga 280 W TDP dengan tingkat kebisingan maksimal 32,5 dB berdasarkan klaim produsennya.
Dalam pengujian yang ditampilkan, klaim tingkat kebisingan tersebut kemudian diuji kembali. Hasil pengujian menunjukkan angka sekitar 40 dB pada jarak pengukuran yang biasa digunakan, meski tingkat kebisingan turun ketika jarak pengukuran diperjauh.
Selain performa, daya tarik utama TRYX Turris terletak pada layar IPS widescreen berukuran 5 inci dan sistem pemasangan kipas berbasis rail yang menyatu dengan desain keseluruhan. Air cooler ini kemudian digunakan dalam sebuah PC bertema putih dengan casing ASUS Prime AP303.
TRYX Turris Hadir dengan Konsep Air Cooler yang Berbeda
Air cooler masih menjadi salah satu metode pendinginan prosesor yang mengandalkan prinsip sederhana. Heatsink menyerap panas dari prosesor, kemudian kipas membantu mengalirkan udara melewati sirip-sirip pendingin.
Namun, kesederhanaan tersebut sering membuat air cooler memiliki tampilan yang cenderung biasa. TRYX mencoba mengubah pandangan tersebut melalui Turris.
Sejak proses unboxing, TRYX Turris terlihat dirancang bukan hanya sebagai perangkat pendingin, tetapi juga sebagai bagian dari estetika PC. Ukurannya tergolong besar dan desainnya membawa bahasa visual futuristis dengan garis-garis yang tegas.
Konsep tersebut semakin terlihat melalui slogan yang diusungnya, yakni “Made to be seen, not heard.”
Daya tarik lainnya adalah layar IPS widescreen berukuran 5 inci yang ditempatkan pada bagian tower cooler. Layar tersebut memberikan elemen visual tambahan yang biasanya lebih banyak ditemukan pada liquid cooler dengan LCD.
Dengan pendekatan ini, TRYX Turris berusaha menawarkan kombinasi antara pendinginan tradisional dan personalisasi visual.
Layar IPS 5 Inci Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu bagian paling mencolok dari TRYX Turris adalah layar IPS widescreen berukuran 5 inci.
Kehadiran layar tersebut membuat air cooler ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan tower cooler konvensional. Pengguna tidak hanya mendapatkan heatsink dan kipas, tetapi juga elemen visual yang dapat menjadi bagian dari tampilan keseluruhan PC.
TRYX juga menyertakan software untuk melakukan pengaturan melalui sistem yang disebut dalam pengujian sebagai Canali. Dengan demikian, layar pada cooler dapat menjadi bagian dari personalisasi build PC.
Konsep tersebut sangat cocok untuk pengguna yang ingin membuat PC dengan tampilan unik, terutama build yang mengutamakan estetika.
Dua Kipas dengan Kecepatan hingga 1.850 RPM
Untuk urusan pendinginan, TRYX Turris mengandalkan dua kipas rotor yang dapat berputar hingga 1.850 RPM.
Kecepatan tersebut memungkinkan kipas mengalirkan udara dengan cepat melalui susunan sirip heatsink. Menurut pengujian, air cooler ini juga tetap terasa cukup tenang ketika digunakan.
TRYX sendiri mengklaim tingkat kebisingan maksimal hanya mencapai 32,5 dB ketika bekerja pada kecepatan tertinggi sembari mempertahankan kemampuan menangani beban hingga 280 W TDP.
Namun, klaim tersebut mendapatkan pengujian lebih lanjut.
Baca Juga: Thermaltake Retro 260: Casing MicroATX Bernuansa PC 90-an dengan Sentuhan Modern
Klaim 32,5 dB Diuji Kembali
Pengujian tingkat kebisingan menjadi salah satu bagian menarik dari ulasan TRYX Turris.
Pada jarak pengujian yang biasa digunakan, penguji tidak berhasil mendapatkan angka di bawah 40 dB. Karena penasaran dengan klaim 32,5 dB dari TRYX, pengujian kemudian dilakukan dengan memperjauh jarak antara alat pengukur dan cooler.
Ketika jarak diperbesar, angka kebisingan turun menjadi sekitar 38,6 dB. Pengujian kembali dilakukan dan menghasilkan angka sekitar 36,5 dB.
Jarak kembali diperjauh hingga hasil pengukuran mencapai sekitar 33,8 dB. Pada titik tersebut, jarak pengukuran sudah cukup jauh sehingga penguji bahkan menggambarkannya seperti cooler berada di lokasi yang berbeda.
Meski demikian, pengujian tersebut tidak menyimpulkan bahwa TRYX Turris merupakan air cooler yang berisik. Sebaliknya, cooler ini disebut tetap terasa sangat tenang ketika digunakan.
Hal yang menjadi sorotan adalah perbedaan antara kondisi pengukuran dan klaim tingkat kebisingan yang disampaikan produsen.
Basis Tembaga dan Desain Heat Pipe
Selain layar, TRYX Turris juga menggunakan sejumlah komponen yang ditujukan untuk mendukung kemampuan pendinginannya.
Bagian dasar cooler menggunakan desain micro-convex copper base. Basis tersebut kemudian terhubung dengan susunan heat fin yang cukup padat.
Desain heat pipe juga dibuat dengan posisi offset untuk membantu kompatibilitas dengan prosesor. Selain itu, TRYX Turris memiliki ruang clearance RAM hingga 55 mm.
Clearance tersebut menjadi salah satu aspek penting ketika air cooler berukuran besar dipasang pada motherboard, karena modul RAM dengan heatsink tinggi berpotensi berbenturan dengan perangkat pendingin prosesor.
Dibangun dalam PC Putih Bertema Futuristis
Dalam pengujian, TRYX Turris digunakan untuk membangun sebuah PC dengan konsep serba putih.
Tema tersebut dipilih untuk memberikan nuansa seperti perangkat luar angkasa, dengan desain yang mengingatkan pada estetika NASA dan SpaceX.
Air cooler kemudian dipasang ke dalam casing ASUS Prime AP303. Pemilihan casing tersebut cukup menarik karena chassis ini lebih sering diasosiasikan dengan penggunaan liquid cooling.
Namun, konfigurasi airflow kemudian diatur dengan cara membalik sisi tertentu sebagai intake. Ditambah tiga kipas di bagian bawah yang mengarahkan udara segar menuju kartu grafis, hasil akhirnya disebut menghasilkan sistem dengan suhu yang sangat baik.
Manajemen Kabel dan Instalasi Menjadi Bagian dari Build
Proses perakitan PC dalam pengujian juga memperlihatkan instalasi motherboard, pemasangan komponen, manajemen kabel, pemasangan GPU, hingga pemasangan panel casing.
Karena TRYX Turris memiliki desain yang cukup besar dan mencolok, proses pemasangan menjadi bagian penting dari keseluruhan build.
Pada sebuah PC dengan tema visual yang kuat, perangkat pendingin prosesor tidak lagi hanya berfungsi sebagai komponen teknis. Bentuk fisiknya juga ikut menentukan tampilan akhir komputer.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa TRYX Turris terlihat berbeda ketika dibandingkan dengan tower air cooler konvensional.
Air Cooler Tradisional dengan Sentuhan Modern
Secara konsep, TRYX Turris tetap merupakan air cooler. Tidak ada sistem liquid cooling yang menjadi inti perangkat ini.
Namun, TRYX memberikan pendekatan modern melalui layar IPS, desain futuristis, sistem pemasangan kipas berbasis rail, serta software untuk mengontrol elemen visualnya.
Pendekatan tersebut menarik bagi pengguna yang menyukai air cooling tetapi tetap ingin mendapatkan tampilan PC yang lebih personal.
Air cooler juga memiliki daya tarik tersendiri karena konstruksinya relatif sederhana dibandingkan sistem pendingin cair. TRYX kemudian mencoba mempertahankan karakter tersebut sambil memberikan elemen visual yang biasanya identik dengan liquid cooler premium.
Cocokkah TRYX Turris untuk PC Gaming?
Berdasarkan pengujian yang ditampilkan, TRYX Turris mampu memberikan hasil pendinginan yang sangat baik dalam konfigurasi PC yang digunakan.
Namun, sumber tidak memberikan angka temperatur CPU secara rinci sehingga tidak dapat disimpulkan secara spesifik seberapa jauh performanya dibandingkan air cooler lain atau liquid cooler tertentu.
Yang terlihat jelas adalah kombinasi desain heatsink besar, dua kipas, heat pipe offset, basis tembaga, dan konfigurasi airflow casing dapat menghasilkan sistem yang disebut sangat dingin dalam build tersebut.
Dengan demikian, TRYX Turris lebih tepat dilihat sebagai air cooler premium yang menggabungkan fungsi pendinginan dengan estetika.
Baca Juga: ROG Chronox Bawa 14 Kipas dan RTX 5090, Rakitan PC Gaming Ini Tembus Rp280 Jutaan
Kelebihan dan Kekurangan TRYX Turris
Dari pengujian tersebut, terdapat beberapa hal yang menjadi daya tarik utama TRYX Turris.
Kelebihan:
- Desain futuristis dan berbeda dari air cooler konvensional.
- Layar IPS widescreen berukuran 5 inci.
- Dua kipas dengan kecepatan hingga 1.850 RPM.
- Menggunakan basis tembaga micro-convex.
- Heat pipe dengan desain offset.
- Clearance RAM hingga 55 mm.
- Tetap menggunakan metode pendinginan udara yang sederhana.
- Cocok untuk build PC yang mengutamakan estetika.
- Performa pendinginan dalam build pengujian disebut sangat baik.
Kekurangan atau catatan:
- Ukurannya tergolong besar.
- Klaim tingkat kebisingan 32,5 dB tidak sepenuhnya tercapai pada jarak pengujian standar.
- Pengukuran hingga mendekati 32,5 dB membutuhkan jarak yang sangat jauh.
- Layar dan desain futuristis membuat fokus produk tidak hanya pada performa pendinginan.
- Kompatibilitas tetap perlu diperhatikan, terutama untuk motherboard, casing, dan tinggi RAM.
Kesimpulan
TRYX Turris menunjukkan bahwa air cooler PC tidak harus selalu tampil sebagai komponen besar berbahan logam yang hanya mengutamakan fungsi.
Dengan layar IPS widescreen 5 inci, desain futuristis, dua kipas hingga 1.850 RPM, basis tembaga micro-convex, serta heat pipe offset, Turris mencoba membawa pendekatan baru ke segmen tower air cooler.
Performa pendinginannya dalam build yang diuji juga terlihat menjanjikan. Sistem tersebut bahkan mampu menghasilkan kondisi yang sangat dingin ketika dipadukan dengan konfigurasi airflow yang tepat.
Namun, klaim tingkat kebisingan 32,5 dB perlu dilihat secara lebih kritis karena pengujian menunjukkan angka lebih tinggi pada jarak standar. Meski begitu, cooler ini tetap dinilai cukup tenang ketika digunakan.
Pada akhirnya, TRYX Turris menarik bukan hanya karena kemampuannya menjaga suhu prosesor, tetapi karena berhasil menjadikan air cooler sebagai bagian dari identitas visual sebuah PC.
Bagi pengguna yang ingin membangun PC dengan tema futuristis, khususnya build berwarna putih, TRYX Turris dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.
FAQ
1. Apa itu TRYX Turris?
TRYX Turris adalah tower air cooler untuk prosesor yang menggabungkan sistem pendinginan udara dengan layar IPS widescreen berukuran 5 inci.
2. Berapa kecepatan maksimal kipas TRYX Turris?
Berdasarkan sumber, dua kipas pada TRYX Turris dapat berputar hingga 1.850 RPM.
3. Berapa ukuran layar pada TRYX Turris?
TRYX Turris menggunakan layar IPS widescreen berukuran 5 inci.
4. Berapa TDP yang diklaim dapat ditangani TRYX Turris?
Produsen mengklaim TRYX Turris mampu mempertahankan beban hingga 280 W TDP.
5. Apakah TRYX Turris berisik?
Dalam pengujian, TRYX Turris disebut cukup tenang. Namun, klaim produsen sebesar 32,5 dB tidak tercapai pada jarak pengukuran standar yang digunakan penguji.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Mr Matt Lee dengan judul video mengenai "Goodbye Liquid, Hello Air? This CPU cooler is wild... | TRYX Turris + Prime AP202 PC Build." Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma