Thermaltake Core X, Satu Casing untuk Dua PC MicroATX

Riafandi • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:42 WIB
Thermaltake Core X menawarkan konsep dual system yang memungkinkan dua PC MicroATX digunakan secara independen dalam satu casing. (BTV/AI)
Thermaltake Core X menawarkan konsep dual system yang memungkinkan dua PC MicroATX digunakan secara independen dalam satu casing. (BTV/AI)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Thermaltake Core X merupakan casing berkonsep dual system yang dapat menampung dua PC MicroATX dalam satu bodi. Casing ini dibanderol USD 190 tanpa kipas bawaan dan menawarkan ruang untuk GPU serta radiator berukuran penuh.

 

Balikpapan TV – Casing PC umumnya dirancang untuk satu sistem komputer. Namun, Thermaltake Core X menawarkan konsep berbeda dengan menyediakan ruang untuk dua sistem PC yang berdiri secara independen dalam satu casing.

Dalam video yang menjadi sumber artikel, casing tersebut diperlihatkan dalam pilihan warna putih dan hitam. Harganya disebut berada di angka USD 190 dan unit yang digunakan tidak dilengkapi kipas bawaan.

Konsep tersebut membuat casing terlihat sangat besar dan tinggi. Meski demikian, kehadiran dua sistem dalam satu bodi membuat pengguna tidak membutuhkan dua casing terpisah.

Dua PC dalam Satu Casing

Thermaltake Core X memiliki dua ruang sistem yang masing-masing mempunyai koneksi I/O sendiri.

Sistem bagian atas memiliki I/O tersendiri, begitu pula sistem bagian bawah. Dengan begitu, kedua PC dapat beroperasi secara independen.

Konsep tersebut dinilai cocok untuk kebutuhan tertentu, seperti pengguna yang membutuhkan PC gaming dan PC streaming secara bersamaan. Casing ini juga dapat digunakan untuk dua pengguna, misalnya pasangan, saudara, atau anak yang membutuhkan komputer masing-masing tetapi berada dalam satu ruangan.

Dari sisi penggunaan ruang, konsep dual system menjadi daya tarik utama karena dua komputer dapat ditempatkan dalam satu casing. Konsekuensinya, pengguna harus menyediakan ruang vertikal yang cukup karena casing memiliki ukuran yang tinggi.

Mendukung Dua Motherboard MicroATX

Bagian dalam casing mendukung dua motherboard MicroATX, termasuk motherboard MicroATX dengan konektor belakang atau back-connect.

Dalam sistem yang ditampilkan, motherboard MicroATX dari Aorus digunakan pada bagian atas, sedangkan motherboard ASUS MicroATX ditempatkan di bagian bawah.

Casing juga mendukung GPU berukuran penuh serta radiator berukuran penuh. Pada konfigurasi yang diperlihatkan, terdapat GPU ASUS TUF RTX 5070 Ti pada sistem atas dan ASUS Strix RTX 4080 Super pada sistem bawah.

Perlu dicatat, penggunaan komponen tersebut merupakan konfigurasi pada unit yang diperlihatkan dalam video, bukan berarti seluruh komponen tersebut termasuk dalam paket casing.

Baca Juga: Air Terjun Batu Dinding Kampar Kiri, Pesona Tersembunyi di Tengah Hutan Rimbang Baling Riau

Thermaltake Core X dapat menampung hingga 13 kipas dengan konfigurasi delapan intake dan lima exhaust, serta mendukung radiator 360 mm untuk masing-masing sistem. (BTV/AI)
Thermaltake Core X dapat menampung hingga 13 kipas dengan konfigurasi delapan intake dan lima exhaust, serta mendukung radiator 360 mm untuk masing-masing sistem. (BTV/AI)

Bisa Menampung Hingga 13 Kipas

Salah satu bagian yang cukup diperhatikan adalah sistem pendinginan.

Casing disebut dapat menampung hingga 13 kipas. Dalam konfigurasi video, terdapat tiga kipas di bagian bawah sebagai intake, lima kipas di sisi sebagai intake, dua kipas belakang sebagai exhaust, serta tiga kipas bagian atas sebagai exhaust.

Konfigurasi tersebut menghasilkan delapan kipas intake dan lima kipas exhaust.

Selain kipas, masing-masing sistem menggunakan radiator 360 mm dengan pendingin AIO. Posisi radiator dan jalur selang disesuaikan dengan ruang yang tersedia di dalam casing.

Dilengkapi Penyangga GPU

GPU berukuran besar membutuhkan dukungan tambahan agar tidak mengalami GPU sag. Casing ini menyediakan bracket penyangga yang dapat digunakan untuk menopang bagian ujung kartu grafis.

Dalam video, bracket tersebut digunakan untuk menopang GPU pada sistem bagian atas dan bawah.

Kreator menilai penyangga tersebut bekerja dengan baik dan mampu menjaga posisi GPU tetap stabil.

Ruang Cable Management Luas

Bagian belakang casing menyediakan ruang yang cukup luas untuk mengatur kabel.

Hal tersebut menjadi penting karena konfigurasi dual PC berarti jumlah kabel yang harus ditata juga meningkat. Dalam video, kabel I/O, kabel power supply, kabel GPU, kabel motherboard, hingga kabel dari banyak kipas harus dikelola dalam satu casing.

Casing menyediakan berbagai jalur kabel dan lubang pass-through untuk kebutuhan koneksi seperti kabel EPS, GPU, dan konektor 24-pin.

Meski hasil cable management pada video disebut belum mencapai standar yang biasanya diterapkan kreator, ruang yang tersedia membuat proses penataan kabel relatif mudah.

Kreator juga menyebut masih terdapat banyak ruang kosong di bagian belakang setelah seluruh kabel ditata.

Perakitan Tidak Terlalu Sulit

Meskipun membangun dua sistem dalam satu casing terdengar rumit, kreator justru menilai proses perakitannya relatif mudah.

Tantangan utamanya lebih kepada waktu dan jumlah komponen yang harus dipasang. Dengan dua motherboard, dua GPU, dua radiator, hingga banyak kipas, proses perakitan membutuhkan lebih banyak pekerjaan dibanding casing satu sistem.

Dalam video, keseluruhan proses build sambil melakukan proses perekaman memakan waktu sekitar 2,5 jam. Tanpa proses perekaman, kreator memperkirakan perakitan dapat dilakukan sekitar 1,5 hingga 2 jam, atau mungkin lebih cepat.

Baca Juga: Ardhito Pramono Gugat Sony Music, Akui Kerugian Capai Rp5,7 Miliar

Harga USD 190 Jadi Salah Satu Daya Tarik

Thermaltake Core X disebut dibanderol USD 190 tanpa kipas bawaan.

Menurut kreator, harga tersebut cukup menarik jika dibandingkan dengan sejumlah casing single-system yang kini dapat berada pada kisaran USD 200 hingga USD 350.

Dengan harga tersebut, pengguna mendapatkan casing yang mampu menampung dua sistem MicroATX, GPU berukuran penuh, radiator berukuran penuh, serta konfigurasi pendinginan dengan jumlah kipas yang cukup banyak.

Meski begitu, konsep ini memang memiliki target pengguna yang lebih spesifik. Tidak semua pengguna PC membutuhkan dua sistem dalam satu casing.

Poin Penting

Insight Redaksi

Dual PC dalam satu casing bukan sekadar soal tampil beda. Nilai utamanya ada pada efisiensi ruang untuk dua sistem sekaligus. Buat streamer atau dua pengguna dalam satu ruangan, konsep ini cukup masuk akal. Tapi untuk satu pengguna biasa, ukurannya yang tinggi bisa terasa berlebihan.

Yang menarik justru efisiensi ruang horizontalnya. Dua sistem tetap membutuhkan banyak komponen, tetapi semuanya dikumpulkan dalam satu chassis.

Kalau ada bubuhan yang sedang merancang PC dual system, bagikan artikel ini. Konsep casing seperti ini bisa jadi bahan pertimbangan sebelum menentukan setup.

Teknologi PC makin kreatif, dari satu casing untuk satu komputer sampai dua sistem sekaligus. Pantau terus Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Thermaltake Core X?

Thermaltake Core X adalah casing PC yang dirancang untuk menampung dua sistem komputer independen dalam satu casing.

2. Motherboard apa yang didukung?

Dalam sumber video disebut casing mendukung dua motherboard MicroATX.

3. Berapa harga Thermaltake Core X?

Harga yang disebut dalam video adalah USD 190 tanpa kipas bawaan.

4. Berapa banyak kipas yang dapat dipasang?

Casing disebut mendukung hingga 13 kipas.

5. Siapa yang cocok menggunakan casing dual system?

Konsep ini dapat digunakan untuk kebutuhan seperti PC gaming dan streaming, atau dua pengguna yang membutuhkan PC masing-masing dalam satu ruangan.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @DanKamYouKnow dengan judul video mengenai Building a DOUBLE DECKER PC in the Thermaltake Capo X! Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Thermaltake Core X casing dual PC casing dua PC casing MicroATX