Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Thermaltake Retro 260 menghadirkan casing MicroATX dengan desain bernuansa PC era 1990-an. Tampilannya membawa kembali warna ivory dan bentuk PC klasik, tetapi tetap menyediakan tempered glass serta dukungan pendinginan modern.
Balikpapan TV - Hai Ces! Nostalgia terhadap komputer lawas ternyata belum habis. Bagi sebagian orang, tampilan PC era 1990-an dengan bodi besar dan warna ivory justru punya daya tarik tersendiri.
Melihat tren tersebut, Thermaltake menghadirkan Retro 260, casing berukuran MicroATX yang mencoba menggabungkan nuansa komputer klasik dengan kebutuhan perakitan PC modern.
Bukan hanya soal tampilan, casing ini juga menawarkan dukungan radiator dan kipas dari beberapa sisi, tempered glass untuk memperlihatkan hardware, serta ruang yang cukup untuk membangun PC modern.
Namun, desain retro tersebut juga membawa sejumlah kompromi, terutama pada aliran udara bagian depan.
Retro 260 Membawa Kembali Nuansa PC Era 90-an
Nostalgia menjadi daya tarik utama Thermaltake Retro 260.
Desainnya mengingatkan pada komputer era 1990-an, termasuk penggunaan warna ivory yang memberikan kesan seperti casing komputer lama yang telah mengalami perubahan warna seiring waktu.
Namun, Thermaltake tidak sekadar membuat casing lama dengan komponen baru.
Retro 260 justru mencoba mempertahankan estetika klasik sambil memasukkan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan PC modern.
Tempered glass menjadi salah satu contohnya.
Pengguna tetap dapat memperlihatkan hardware di dalam casing tanpa harus mengorbankan konsep retro yang menjadi identitas utamanya.
Baca Juga: Varia Niaga Diminta Perkuat Bisnis Pangan Saat Inflasi Samarinda Masih Jadi Sorotan
MicroATX Jadi Pilihan yang Lebih Ringkas
Salah satu hal menarik dari Retro 260 adalah format MicroATX.
Sebelumnya, PC bertema retro yang digunakan dalam materi ini lebih banyak mengarah ke casing tower berukuran besar. Kehadiran Retro 260 memberikan pilihan yang lebih kecil bagi pengguna yang menginginkan PC bernuansa klasik tetapi tidak ingin menggunakan chassis berukuran besar.
Thermaltake sendiri juga menghadirkan Retro 360 sebagai opsi lainnya, sedangkan Retro 260 menjadi pilihan yang lebih compact.
Dengan ukuran MicroATX, casing ini menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin membangun PC retro modern dengan ukuran lebih sederhana.
Fitur Modern Tetap Dipertahankan
Walaupun tampilannya terinspirasi komputer lawas, Retro 260 tidak meninggalkan kebutuhan PC masa kini.
Casing ini mendukung pemasangan pendingin dari bagian depan, atas dan belakang. Area PSU shroud juga tersedia untuk membantu menjaga tampilan bagian dalam tetap rapi.
Tersedianya tempered glass juga menjadi nilai tambah.
Pengguna dapat melihat komponen yang telah dipasang sehingga tampilan hardware modern tetap menjadi bagian dari desain keseluruhan.
Thermaltake bahkan menyediakan opsi LCD screen yang dapat ditambahkan bagi pengguna yang menginginkan sentuhan visual tambahan.
Bagian Depan Jadi Kompromi Utama
Desain retro memang menjadi daya tarik terbesar, tetapi bagian depan casing juga menjadi salah satu komprominya.
Panel depan yang memiliki desain klasik membatasi aliran udara.
Dalam penggunaan yang ditampilkan pada materi, konfigurasi realistisnya adalah dua kipas intake 120 mm di bagian depan, bukan tiga kipas seperti yang mungkin terlihat dari desain panel.
Konfigurasi satu intake rendah juga disebut sudah cukup untuk build yang digunakan.
Namun, menambahkan satu kipas lagi di bagian atas intake tersebut dinilai dapat membantu.
Artinya, pengguna yang membangun PC dengan komponen modern dan membutuhkan airflow lebih agresif perlu memperhatikan konfigurasi kipas dengan lebih cermat.
Mudah untuk Dirakit
Di luar persoalan airflow, Thermaltake Retro 260 disebut cukup mudah untuk dibangun.
Karakter tersebut membuatnya dapat menarik bagi pengguna yang baru pertama kali merakit PC maupun mereka yang sudah terbiasa melakukan PC building.
Kemudahan perakitan menjadi nilai tambah karena casing dengan konsep retro tidak hanya ditujukan kepada pengguna yang mengejar tampilan.
Pengguna tetap membutuhkan ruang dan tata letak yang masuk akal agar hardware modern dapat dipasang dengan nyaman.
Ivory Aesthetic yang Sangat Kental
Salah satu bagian paling mencolok dari Retro 260 adalah warna off-white atau ivory.
Warna tersebut sengaja dibuat untuk mengingatkan pada casing komputer lawas.
Bagi penggemar PC klasik, tampilannya dapat membangkitkan nuansa komputer era 1990-an.
Namun, karakter visualnya juga sangat kuat. Bahkan dalam materi ulasan, tampilan tersebut dikaitkan dengan nuansa game PC lawas seperti Duke Nukem 3D.
Dengan kata lain, Retro 260 bukan casing yang mencoba terlihat modern dari luar.
Justru sebaliknya, ia membawa identitas lama secara sengaja, kemudian menyembunyikan teknologi modern di baliknya.
Poin Penting
- Thermaltake Retro 260 merupakan casing MicroATX bertema retro.
- Desainnya terinspirasi PC era 1990-an.
- Warna ivory menjadi salah satu elemen visual utama.
- Casing tetap menggunakan tempered glass untuk memperlihatkan hardware.
- Mendukung opsi pendinginan dari bagian depan, atas dan belakang.
- Tersedia area PSU shroud.
- Terdapat opsi LCD screen dari Thermaltake.
- Panel depan yang bergaya retro membatasi airflow.
- Konfigurasi dua kipas intake 120 mm disebut sebagai penggunaan yang realistis.
- Satu kipas intake depan sudah cukup untuk build yang diuji, tetapi tambahan kipas dapat membantu.
- Casing relatif mudah untuk dirakit.
- Cocok bagi pengguna yang ingin menggabungkan hardware modern dengan estetika PC klasik.
Tips Memilih dan Merakit Retro 260
1. Perhatikan airflow
Desain panel depan menjadi bagian yang paling perlu diperhatikan. Pastikan konfigurasi kipas disesuaikan dengan kebutuhan hardware.
2. Manfaatkan tempered glass
Jika memilih casing karena desainnya, komponen di dalam juga dapat dijadikan bagian dari tampilan. Tata kabel dan posisi hardware agar build terlihat rapi.
3. Pertimbangkan ukuran MicroATX
Retro 260 cocok bagi pengguna yang menginginkan konsep PC retro tanpa menggunakan tower berukuran besar.
4. Sesuaikan pendinginan dengan hardware
Karena panel depan membatasi airflow, jangan hanya mempertimbangkan tampilan. Sistem pendinginan tetap harus disesuaikan dengan komponen yang digunakan.
Baca Juga: Bukan Bubur Biasa, Ancur Paddas Berau Diracik dari 41 Rempah dan Warisan Dua Kesultanan
Siapa yang Cocok Menggunakan Retro 260?
Thermaltake Retro 260 paling menarik bagi pengguna yang memang menyukai estetika komputer klasik tetapi tetap ingin menggunakan hardware modern.
Casing ini juga menarik bagi mereka yang menganggap PC bukan sekadar perangkat, tetapi bagian dari setup meja atau ruang kerja.
Bagi pengguna yang tidak terlalu peduli dengan tampilan retro, keunggulan desain tentu menjadi kurang berarti,Sementara bagi pengguna yang mengejar airflow semaksimal mungkin, desain panel depan juga perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli.
Insight Redaksi:Thermaltake Retro 260 menunjukkan bahwa tren PC tidak selalu harus mengejar tampilan futuristis. Justru desain komputer lawas bisa kembali menarik ketika dipadukan dengan kebutuhan hardware modern.
Yang menarik, Thermaltake tidak mencoba menghilangkan karakter retro tersebut. Warna ivory, desain panel depan dan bentuk casing sengaja dibuat untuk menghadirkan kembali atmosfer PC 90-an,Komprominya ada pada airflow, tetapi untuk pengguna yang mengutamakan estetika sekaligus ingin build MicroATX, Retro 260 menawarkan konsep yang cukup unik.
Bagi ikam yang pernah merasakan era PC jadul, casing ini bisa jadi cara untuk membawa nostalgia tersebut kembali ke meja kerja tanpa harus kembali menggunakan hardware lawas.
Rekomendasi
Thermaltake Retro 260 layak dipertimbangkan jika prioritas utama ikam adalah:
- PC MicroATX dengan desain berbeda.
- Tampilan retro era 1990-an.
- Hardware modern dalam casing bernuansa klasik.
- Setup meja dengan karakter nostalgia.
- Casing yang relatif mudah untuk dirakit.
Namun, jika prioritas utama adalah airflow bagian depan yang maksimal, desain panel depan Retro 260 perlu diperhitungkan.
FAQ
1. Apa itu Thermaltake Retro 260?
Thermaltake Retro 260 adalah casing PC MicroATX dengan desain yang terinspirasi komputer era 1990-an.
2. Apakah Retro 260 menggunakan tempered glass?
Ya. Tempered glass menjadi salah satu fitur modern yang ditawarkan casing ini.
3. Apakah Retro 260 mendukung pendinginan tambahan?
Ya. Materi ulasan menyebut dukungan pendinginan pada bagian depan, atas dan belakang.
4. Apa kekurangan utama Retro 260?
Panel depan bergaya retro membatasi airflow sehingga konfigurasi kipas perlu diperhatikan.
5. Apakah Retro 260 cocok untuk pemula?
Menurut materi ulasan, casing ini relatif mudah untuk dirakit sehingga dapat menarik bagi pengguna baru maupun perakit PC berpengalaman.
6. Mengapa Retro 260 menarik?
Daya tarik utamanya adalah kombinasi desain PC era 1990-an dengan dukungan terhadap hardware dan fitur modern.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Mr Matt Lee, dengan judul video mengenai I Built a Micro ATX PC Like No Other... | Thermaltake Retro 260 Gaming PC Build. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma