QRIS Antarnegara Raih Penghargaan Global, Transaksi Capai Rp5,90 Triliun

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 21:08 WIB
QRIS Antarnegara meraih penghargaan global karena menghubungkan pembayaran digital Indonesia dengan negara mitra
QRIS Antarnegara meraih penghargaan global karena menghubungkan pembayaran digital Indonesia dengan negara mitra

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: QRIS Antarnegara meraih penghargaan global setelah transaksi lintas negara terus tumbuh dan memperluas peluang UMKM Indonesia.

 

Balikpapan TV - Hai Ces!

Bayangkan sedang liburan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, atau Tiongkok. Urusan pembayaran kini tidak selalu harus dimulai dari mencari uang tunai atau menyiapkan sistem pembayaran baru.

QRIS Antarnegara membuat ekosistem pembayaran Indonesia dapat terhubung dengan sistem pembayaran negara mitra. Bagi wisatawan, prosesnya menjadi lebih praktis. Bagi merchant, terutama UMKM, konektivitas ini membuka pintu untuk melayani konsumen dari luar negeri menggunakan infrastruktur pembayaran yang sudah mereka kenal.

Perkembangan tersebut membawa QRIS Antarnegara meraih 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi yang diselenggarakan Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.

Penghargaan itu diberikan kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada Sidang Majelis Umum PBB ke-81 atau UNGA 81 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2026.

Bukan Sekadar Scan QR, tetapi Menghubungkan Sistem Pembayaran

Yang membuat QRIS Antarnegara menarik bukan sekadar kemampuan memindai kode QR di luar negeri.

Kuncinya adalah interoperabilitas, yakni kemampuan berbagai sistem pembayaran untuk saling terhubung dan bertukar informasi secara aman serta efisien.

Dengan model tersebut, setiap negara tidak perlu membuat sistem pembayaran yang sama. Masing-masing dapat mempertahankan infrastrukturnya, lalu menghubungkannya melalui standar dan kerja sama yang disepakati.

Filianingsih menjelaskan bahwa konektivitas membutuhkan kesamaan tujuan, kepercayaan, standar, serta komitmen antarnegara.

Artinya, teknologi pembayaran tidak berdiri sendiri. Ada kerja sama antarlembaga, industri sistem pembayaran, dan otoritas masing-masing negara di belakang pengalaman transaksi yang terlihat sederhana di layar ponsel.

Interoperabilitas menghubungkan berbagai sistem pembayaran antarnegara melalui standar, kepercayaan, dan kerja sama yang aman [BTV:AI]
Interoperabilitas menghubungkan berbagai sistem pembayaran antarnegara melalui standar, kepercayaan, dan kerja sama yang aman [BTV:AI]

 Baca Juga: BUMN Berpeluang Masuk Industri Tekstil, Pemerintah Siapkan Kajian Bisnis

21 Juta Transaksi Masuk ke Indonesia

Dari sisi angka, penggunaan QRIS Antarnegara menunjukkan aktivitas yang cukup besar.

Sejak pertama kali diterapkan pada 2022 hingga Juli 2026, pengguna dari negara mitra melakukan 21 juta transaksi di Indonesia dengan nilai mencapai Rp5,90 triliun.

Pada periode yang sama, pengguna Indonesia yang bertransaksi di negara mitra mencatat 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun.

Jika dibandingkan, jumlah transaksi pengguna negara mitra di Indonesia sekitar 4,5 kali lebih banyak. Dari sisi nominal, nilainya sekitar 3,4 kali transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.

Ada selisih nilai sekitar Rp4,17 triliun antara transaksi yang masuk ke Indonesia dan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.

Rata-rata nominal per transaksi juga memberikan gambaran menarik. Berdasarkan total kumulatif tersebut, transaksi pengguna negara mitra di Indonesia rata-rata sekitar Rp281 ribu per transaksi, sedangkan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra sekitar Rp370 ribu per transaksi.

Angka rata-rata ini merupakan perhitungan dari total nilai dan volume transaksi, sehingga tidak menggambarkan nominal setiap transaksi secara individual.

Transaksi QRIS Antarnegara terus tumbuh, menghubungkan pengguna dan UMKM Indonesia dalam pembayaran digital lintas negara [BTV:AI]
Transaksi QRIS Antarnegara terus tumbuh, menghubungkan pengguna dan UMKM Indonesia dalam pembayaran digital lintas negara [BTV:AI]

 

UMKM Jadi Salah Satu Penerima Manfaat Utama

Di sinilah konektivitas pembayaran mulai terasa hubungannya dengan ekonomi sehari-hari.

Hingga Juli 2026, QRIS telah menjangkau 45,46 juta merchant di Indonesia. Sebanyak 96,69% di antaranya merupakan UMKM.

Komposisi tersebut membuat QRIS Antarnegara tidak hanya berkaitan dengan wisatawan yang berbelanja di pusat perbelanjaan atau jaringan usaha besar.

Warung, toko kecil, pelaku kuliner, usaha oleh-oleh, hingga berbagai bisnis lokal yang telah menggunakan QRIS juga berada dalam ekosistem yang sama.

Bagi UMKM, manfaat utamanya adalah tidak harus menyediakan sistem pembayaran berbeda hanya untuk melayani wisatawan asing. Merchant cukup menggunakan QRIS yang telah dimiliki dan mendukung transaksi QRIS Antarnegara.

Bank Indonesia juga menjelaskan bahwa merchant Indonesia menerima pembayaran dalam Rupiah meskipun wisatawan melakukan pembayaran menggunakan mata uang negaranya.

Enam Negara Sudah Terhubung

Ekspansi QRIS Antarnegara saat ini mencakup Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Konektivitas tersebut menggunakan infrastruktur dan standar pembayaran yang berlaku di masing-masing negara.

Bagi wisatawan Indonesia, artinya QRIS dapat digunakan ketika bertransaksi pada merchant yang mendukung sistem tersebut di negara mitra.

Sebaliknya, wisatawan dari negara mitra dapat menggunakan aplikasi pembayaran asal negaranya untuk membayar di merchant QRIS Indonesia.

Bank Indonesia menyebut transaksi QRIS Antarnegara dapat diproses secara real-time setelah transaksi berhasil. Batas transaksi yang berlaku saat ini sama dengan batas QRIS di Indonesia, yakni Rp10 juta per transaksi.

Mengapa Penghargaan Ini Penting bagi Ekonomi Digital?

Penghargaan 50-in-5 Awards 2026 menempatkan QRIS Antarnegara bukan hanya sebagai produk pembayaran, tetapi sebagai contoh kolaborasi infrastruktur publik digital lintas negara.

Program 50-in-5 sendiri merupakan kampanye global yang mendorong negara-negara membangun dan memperluas infrastruktur publik digital yang aman, inklusif, dan interoperabel.

Bagi Indonesia, pengakuan tersebut datang ketika penggunaan pembayaran digital domestik juga terus berkembang.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS tumbuh 82,42% secara tahunan pada Juli 2026, sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna dan merchant.

Dengan basis domestik yang besar, konektivitas antarnegara memiliki ruang untuk memperluas fungsi QRIS dari sekadar alat pembayaran dalam negeri menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lintas batas.

Dampaknya tidak berhenti pada kemudahan membayar. Transaksi wisatawan juga berkaitan dengan aktivitas perdagangan, pariwisata, dan penerimaan ekonomi dari pengunjung mancanegara.

Peluang Berikutnya Ada pada Perluasan Mitra

Bagi pembaca yang melihat perkembangan ini dari sisi ekonomi, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya penghargaan yang diterima.

Pertumbuhan transaksi dan perluasan negara mitra menjadi indikator penting untuk melihat seberapa jauh interoperabilitas pembayaran dapat mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Semakin banyak negara yang terhubung, semakin luas pula kemungkinan wisatawan menggunakan metode pembayaran yang sudah familiar.

Bagi UMKM, kondisi ini dapat mengurangi hambatan pembayaran ketika melayani konsumen asing. Bagi wisatawan, pengalaman bertransaksi menjadi lebih sederhana.

Bank Indonesia menyatakan akan terus memperluas QRIS Antarnegara, terutama dengan negara yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.

Bagi pelaku usaha di daerah seperti Kalimantan Timur, perkembangan tersebut juga relevan ketika aktivitas pariwisata, perdagangan, dan mobilitas internasional semakin terhubung. Namun, manfaat ekonominya tetap bergantung pada pertumbuhan transaksi, kesiapan merchant, serta perluasan jaringan negara mitra.

Poin Penting

Insight Redaksi

Angka transaksi menunjukkan bahwa konektivitas pembayaran sudah menghasilkan arus transaksi yang nyata. Selisih sekitar Rp4,17 triliun antara transaksi pengguna negara mitra di Indonesia dan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra juga memperlihatkan besarnya aktivitas pembayaran yang masuk melalui ekosistem tersebut.

Bagi UMKM, nilai tambahnya terletak pada akses terhadap konsumen lintas negara tanpa harus mengubah infrastruktur pembayaran yang sudah digunakan.

Karena itu, perkembangan QRIS Antarnegara layak dilihat sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital yang menghubungkan pembayaran, pariwisata, perdagangan, dan mobilitas masyarakat.

Kalau konektivitas ini terus diperluas, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah pembayaran digital bisa menembus batas negara, tetapi seberapa besar aktivitas ekonomi yang dapat ikut bergerak bersamanya.

Yuk, bagikan artikel ini kepada teman atau pelaku usaha yang ingin memahami perkembangan pembayaran digital Indonesia.

Tetap ikuti informasi ekonomi dan keuangan terbaru bersama Balikpapan TV. Karena kami hadir sebagai teman update setia, bukan sekadar berita biasa.

FAQ

1. Apa itu QRIS Antarnegara?
QRIS Antarnegara adalah sistem yang menghubungkan ekosistem pembayaran Indonesia dengan sistem pembayaran negara mitra sehingga transaksi lintas negara dapat dilakukan secara interoperabel.

2. Negara mana saja yang sudah terhubung dengan QRIS Antarnegara?
Hingga September 2026, Bank Indonesia mencantumkan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok sebagai negara mitra.

3. Berapa transaksi QRIS Antarnegara hingga Juli 2026?
Pengguna negara mitra mencatat 21 juta transaksi di Indonesia senilai Rp5,90 triliun. Pengguna Indonesia di negara mitra mencatat 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun.

4. Apa manfaat QRIS Antarnegara bagi UMKM?
UMKM dapat menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara menggunakan QRIS yang sudah digunakan, tanpa harus menyediakan sistem pembayaran baru.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
ekonomi digital bank indonesia qris umkm