Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: PNM mendampingi 700 nasabah dan 250 karyawan terdampak gempa Flores melalui trauma healing untuk mendukung pemulihan usaha.
Balikpapan TV - Hai Ces! Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah, fasilitas, atau tempat usaha. Bagi pelaku usaha kecil, guncangan juga bisa membuat aktivitas ekonomi keluarga ikut terhenti.
Kondisi itulah yang turut dihadapi nasabah dan karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah tersebut.
Kali ini, dukungan PNM Peduli tidak berhenti pada bantuan kebutuhan darurat. PNM memberikan pendampingan psikologis melalui program Trauma Healing “Bangkit Berusaha” kepada lebih dari 700 nasabah.
Pendampingan juga diberikan kepada sekitar 250 karyawan PNM di unit terdampak di Ruteng, Reok, dan Soa.
Langkah tersebut memperlihatkan satu hal penting: ketika usaha masyarakat terdampak bencana, pemulihan tidak selalu cukup dimulai dari modal. Ada kondisi psikologis yang juga perlu dipulihkan agar aktivitas usaha perlahan dapat kembali berjalan.
Bukan hanya soal modal, ada mental yang perlu dipulihkan
Bagi nasabah usaha ultra mikro, kegiatan ekonomi biasanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika aktivitas perdagangan atau pekerjaan terganggu, dampaknya dapat merembet ke pendapatan dan kebutuhan keluarga.
Karena itu, pemulihan setelah bencana membutuhkan lebih dari sekadar dukungan finansial.
PNM sebelumnya juga menyatakan bahwa respons terhadap gempa Flores dilakukan dengan memetakan kebutuhan masyarakat dan Insan PNM di wilayah terdampak. Pada Agustus 2026, PNM menyebut 47 unit kerjanya di wilayah Flores terdampak gempa dan bantuan disalurkan kepada masyarakat serta karyawan yang membutuhkan.
Dalam konteks tersebut, trauma healing menjadi bagian dari pendampingan lanjutan.
Nasabah diajak berbagi cerita, mengekspresikan emosi, serta membangun kembali kepercayaan diri agar memiliki ruang untuk menata kembali aktivitas setelah bencana.
Psikolog yang mendampingi kegiatan tersebut, Christin Florentin Meinarty Bebok, mengatakan PNM ingin memastikan nasabah tidak merasa menghadapi proses pemulihan seorang diri.
“Kami ingin nasabah tahu bahwa mereka tidak sendiri. PNM akan terus mendampingi dan berjalan bersama nasabah dalam proses pemulihan, agar tumbuh kembali semangat untuk bangkit, berkarya, dan melanjutkan usaha demi keluarga.”
Pendekatan ini menjadi relevan karena PNM memang menjalankan model bisnis yang menggabungkan pembiayaan dengan pemberdayaan. Pada Semester I 2026, PNM mencatat 26.776 kegiatan pemberdayaan dengan 723.883 peserta, mulai dari pelatihan reguler hingga pendampingan usaha.
Baca Juga: BUMN Berpeluang Masuk Industri Tekstil, Pemerintah Siapkan Kajian Bisnis
250 karyawan juga mendapat pendampingan
Pemulihan bukan hanya dibutuhkan oleh nasabah.
Sekitar 250 karyawan PNM di unit terdampak Ruteng, Reok, dan Soa juga mendapatkan pendampingan psikologis. Materinya mencakup teknik pengaturan napas, latihan fokus dengan mengenali lima benda di sekitar, serta butterfly hug.
Butterfly hug dilakukan dengan menyilangkan tangan di depan dada kemudian menepuk kedua sisi tubuh secara bergantian. Dalam kegiatan tersebut, teknik ini diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk membantu menenangkan diri.
Fitri, salah seorang karyawan unit terdampak, mengaku teknik tersebut menjadi bagian yang paling berkesan baginya.
“Yang paling berkesan itu butterfly hug. Rasanya lega sekali, karena kami diajarkan cara menenangkan diri sendiri tanpa harus menunggu orang lain.”
Pengetahuan tersebut kemudian digunakannya ketika berhadapan dengan nasabah yang kondisi emosinya belum stabil setelah gempa.
Di titik ini, pendampingan karyawan dan nasabah saling berkaitan. Karyawan yang berada di garis depan pelayanan juga perlu memiliki ruang untuk mengelola kondisi dirinya ketika mendampingi nasabah dalam situasi pascabencana.
Dari pemulihan psikologis menuju usaha kembali bergerak
Ada hubungan yang cukup dekat antara kondisi psikologis dan keberlanjutan aktivitas usaha, meski trauma healing sendiri tidak otomatis menjamin sebuah usaha langsung pulih.
Yang dilakukan program ini adalah memberikan ruang pendampingan agar nasabah dapat kembali membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan diri melanjutkan aktivitas ekonominya.
Bagi pengusaha ultra mikro, kemampuan untuk kembali menjalankan usaha berarti juga menjaga sumber pendapatan keluarga.
PNM sendiri menempatkan pemberdayaan sebagai bagian dari model pendampingannya. Perusahaan menyebut pembiayaan Mekaar berjalan bersama pelatihan, pendampingan, literasi keuangan, penguatan karakter kewirausahaan, dan pengembangan kapasitas usaha.
Dengan begitu, dukungan pascabencana dapat dilihat sebagai rangkaian yang lebih luas: kebutuhan dasar ditangani, kondisi manusia diperhatikan, kemudian aktivitas ekonomi didorong untuk kembali berjalan.
PNM: Karyawan dan nasabah bagian dari keluarga besar
Direktur Utama PNM Kindaris menyebut pendampingan tersebut sebagai bentuk kehadiran perusahaan bagi karyawan dan nasabah yang terdampak gempa NTT.
“Karyawan dan nasabah yang terdampak adalah bagian dari keluarga besar PNM. Kami tidak ingin mereka menghadapi kondisi ini sendirian.”
Ia juga mengaitkan langkah tersebut dengan nilai yang dipegang PNM, yakni “Jaga Diri Jaga Kawan Jaga PNM.”
Kegiatan trauma healing tersebut merupakan kolaborasi PNM Peduli dengan program PELITA yang memiliki nilai Peduli, Empati, Loyalitas, Inspirasi, Tumbuh, dan Aman.
Bagi PNM, rangkaian pendampingan itu menjadi bagian dari komitmen untuk tetap mendampingi nasabah dan karyawan selama proses pemulihan pascabencana.
Apa artinya bagi nasabah usaha ultra mikro?
Bagi nasabah, dukungan seperti ini memiliki arti yang berbeda dengan pembiayaan usaha.
Modal membantu menyediakan sumber daya untuk menjalankan kegiatan bisnis. Sementara pendampingan psikologis berupaya membantu individu menghadapi kondisi setelah mengalami bencana.
Keduanya tidak bisa disamakan, tetapi dapat berjalan beriringan.
Terlebih, PNM mencatat telah melayani 23,5 juta nasabah di seluruh Indonesia per Agustus 2026. Model pemberdayaannya juga berfokus pada perempuan prasejahtera melalui pembiayaan dan pendampingan usaha.
Karena itu, ketika bencana mengganggu kehidupan nasabah di suatu wilayah, pemulihan usaha juga membutuhkan pendekatan yang memperhatikan manusia di balik aktivitas ekonominya.
Poin Penting
- PNM Peduli memberikan trauma healing kepada lebih dari 700 nasabah terdampak gempa di Flores, NTT.
- Sekitar 250 karyawan PNM di Ruteng, Reok, dan Soa juga memperoleh pendampingan psikologis.
- Pendampingan mencakup pengaturan napas, latihan fokus, dan butterfly hug.
- Trauma healing “Bangkit Berusaha” dirancang secara interaktif agar nasabah dapat berbagi cerita, mengekspresikan emosi, dan membangun kembali kepercayaan diri.
- Program tersebut menjadi bagian dari pendampingan pascabencana PNM, yang sebelumnya juga mencakup bantuan kebutuhan dasar.
- Pemulihan psikologis diposisikan sebagai bagian pendukung agar nasabah dapat kembali menata aktivitas dan usahanya.
Insight Redaksi
Pemulihan ekonomi pascabencana tidak selalu dimulai dari angka pembiayaan. Di balik usaha ultra mikro terdapat orang yang menjalankannya, sehingga kondisi manusia menjadi bagian penting dari keberlanjutan aktivitas ekonomi.
Ketika pelaku usaha belum siap secara psikologis untuk kembali beraktivitas, dukungan modal saja belum tentu menjawab seluruh kebutuhan pemulihan.
Karena itu, pendampingan yang menggabungkan aspek manusia dan usaha dapat menjadi bagian dari ekosistem pemulihan yang lebih menyeluruh.
Bagi pembaca di Kalimantan Timur, pelajaran ini juga relevan ketika melihat ketahanan UMKM menghadapi bencana atau gangguan ekonomi: kemampuan bangkit bukan hanya soal memiliki modal, tetapi juga memiliki dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kalau informasi seperti ini terasa bermanfaat, yuk bagikan artikel ini kepada keluarga, teman, atau pelaku usaha yang membutuhkan perspektif tentang pemulihan ekonomi setelah bencana.
Pemulihan memang tidak selalu berlangsung cepat. Namun, ketika manusia mendapat ruang untuk kembali tenang, usaha punya kesempatan untuk kembali bergerak.
Balikpapan TV akan terus memberi informasi terbaik, teman update setia, bukan sekadar berita biasa.
FAQ
Apa itu program Trauma Healing “Bangkit Berusaha” PNM?
Program tersebut merupakan pendampingan psikologis PNM kepada nasabah terdampak gempa di Flores untuk membantu mereka menghadapi kondisi pascabencana dan membangun kembali kepercayaan diri.
Berapa nasabah yang mendapatkan trauma healing?
Lebih dari 700 nasabah PNM terdampak gempa di Flores mendapatkan pendampingan melalui kegiatan tersebut.
Apakah karyawan PNM juga mendapat pendampingan?
Ya. Sekitar 250 karyawan unit terdampak di Ruteng, Reok, dan Soa mendapatkan pendampingan psikologis.
Apa saja teknik yang diberikan?
Pendampingan mencakup teknik pengaturan napas, latihan fokus dengan mengenali lima benda di sekitar, dan butterfly hug.
Mengapa pemulihan psikologis berkaitan dengan usaha?
Karena pelaku usaha merupakan manusia yang menjalankan aktivitas ekonominya. Setelah bencana, pemulihan aktivitas usaha dapat berjalan bersama dengan dukungan terhadap kondisi dan kebutuhan orang yang menjalankannya.
Editor : Arya Kusuma