Holding UMi 5 Tahun: 2,3 Juta Debitur BRI-Pegadaian-PNM Naik Kelas

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB
Holding Ultra Mikro BRI, Pegadaian, dan PNM memperluas akses keuangan serta mendorong jutaan debitur naik kelas
Holding Ultra Mikro BRI, Pegadaian, dan PNM memperluas akses keuangan serta mendorong jutaan debitur naik kelas

Durasi Baca: 8 menit

Ikhtisar: Holding Ultra Mikro memperluas pembiayaan, simpanan, pendampingan, dan akses aset bagi jutaan pelaku usaha kecil.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Lima tahun setelah dibentuk, Holding Ultra Mikro yang terdiri atas BRI, Pegadaian, dan PNM telah melayani 33,8 juta debitur aktif hingga kuartal II 2026 serta mendorong 2,3 juta debitur naik kelas.

Angka tersebut bukan sekadar menunjukkan besarnya jumlah nasabah yang dilayani. Ada perubahan penting di baliknya: pelaku usaha ultra mikro mulai mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, dari pembiayaan hingga simpanan, transaksi, pendampingan, dan pembentukan aset.

Dari modal awal menuju akses keuangan lebih luas

Holding Ultra Mikro atau Holding UMi dibentuk pada 13 September 2021 dengan mengintegrasikan tiga entitas yang memiliki kekuatan berbeda, yakni BRI, Pegadaian, dan PNM.

BRI memiliki jaringan serta kemampuan pembiayaan UMKM yang luas. Pegadaian kuat pada pembiayaan berbasis gadai sekaligus ekosistem emas. Sementara PNM memiliki pengalaman dalam pemberdayaan dan pendampingan kelompok usaha ultra mikro.

Model tersebut membuat perjalanan nasabah tidak berhenti pada memperoleh pinjaman.

Pelaku usaha yang masih berada pada tahap awal dapat memperoleh pendampingan dan pembiayaan ultra mikro. Ketika kapasitas usahanya berkembang, kebutuhan finansialnya dapat bergerak menuju layanan pembiayaan yang lebih besar.

Di sinilah istilah naik kelas menjadi penting.

Hingga akhir kuartal II 2026, sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas. Jika dibandingkan dengan total 33,8 juta debitur aktif, jumlah tersebut setara sekitar 6,8% dari keseluruhan debitur yang dilayani.

Persentase itu tidak berarti seluruh debitur Holding UMi merupakan kelompok yang secara langsung dapat dibandingkan dalam satu basis perjalanan usaha. Namun, angka tersebut memberi gambaran bahwa mobilitas nasabah menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan ekosistem ini.

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, sebelumnya menilai peningkatan kelas usaha mikro dapat memberi dampak lebih luas terhadap perekonomian karena membantu mengisi kesenjangan jumlah pelaku usaha pada tingkat kecil dan menengah.

“Naik kelasnya usaha mikro ke usaha kecil dan ke usaha menengah” dinilai dapat memberikan dampak tidak langsung bagi perekonomian ketika kapasitas usaha tersebut meningkat.

Artinya, keberhasilan Holding UMi tidak cukup dilihat dari berapa besar pembiayaan yang tersalurkan. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah akses tersebut membuat usaha menjadi lebih kuat.

Holding Ultra Mikro mendorong debitur naik kelas melalui pembiayaan dan pendampingan usaha terintegrasi berkelanjutan [BTV:AI]
Holding Ultra Mikro mendorong debitur naik kelas melalui pembiayaan dan pendampingan usaha terintegrasi berkelanjutan [BTV:AI]

 Baca Juga: 138 Blok Migas Dibuka untuk Rusia, Kenapa Lifting 2027 Belum Terangkat?

33,8 juta debitur dan 166 juta rekening

Skala ekosistem Holding UMi terlihat semakin besar ketika jumlah debitur disandingkan dengan rekening simpanan mikro.

Sampai kuartal II 2026, Holding UMi melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Dua angka ini menunjukkan bahwa ekosistem tersebut tidak hanya berorientasi pada pembiayaan.

Simpanan menjadi bagian penting karena pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar modal. Ketika aktivitas usaha mulai berkembang, kemampuan menyimpan uang, melakukan transaksi, mengelola arus kas, dan membangun aset ikut menentukan ketahanan keuangan.

Dengan kata lain, pembiayaan membantu usaha bergerak, sementara kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan membantu usaha bertahan.

Dalam laporan keberlanjutan BRI 2025, proses peningkatan kelas juga dikaitkan dengan indikator seperti kedisiplinan pembayaran, riwayat transaksi, kebiasaan menabung, dan stabilitas usaha. Nasabah yang memenuhi indikator tersebut dapat memperoleh akses terhadap layanan keuangan yang lebih luas.

Pola ini memperlihatkan bahwa naik kelas bukan sekadar menaikkan plafon pinjaman.

Ada proses yang lebih panjang, mulai dari membangun kemampuan usaha, menciptakan riwayat keuangan, menjaga pembayaran, hingga memiliki kapasitas untuk menggunakan produk keuangan formal secara lebih luas.

Holding UMi melayani jutaan debitur aktif dan ratusan juta rekening simpanan untuk memperkuat ketahanan usaha [BTV:AI]
Holding UMi melayani jutaan debitur aktif dan ratusan juta rekening simpanan untuk memperkuat ketahanan usaha [BTV:AI]

15.100 kantor dan 74 ribu tenaga pemasar

Skala layanan juga ditopang oleh jaringan fisik dan tenaga pemasar.

Hingga kuartal II 2026, Holding UMi memiliki lebih dari 15.100 kantor yang berasal dari jaringan BRI, Pegadaian, dan PNM.

Selain itu, terdapat lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang menjadi penghubung langsung dengan masyarakat.

Kehadiran tenaga lapangan penting karena persoalan pelaku usaha ultra mikro tidak selalu dapat diselesaikan melalui aplikasi atau layanan digital.

Sebagian pelaku usaha masih membutuhkan penjelasan mengenai produk keuangan, pendampingan dalam mengelola usaha, serta pemahaman tentang kapan pembiayaan dibutuhkan dan bagaimana menggunakannya secara produktif.

Karena itu, Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan Account Officer PNM tidak hanya berfungsi sebagai penyalur layanan. Mereka juga menjadi bagian dari proses edukasi dan pendampingan nasabah.

Bagi pelaku UMKM di daerah, pendekatan seperti ini memiliki arti penting karena kebutuhan pembiayaan sering kali beriringan dengan kebutuhan peningkatan kemampuan mengelola usaha.

Dari pembiayaan menuju pembentukan aset

Perjalanan Holding UMi memasuki tahap yang lebih luas melalui pengembangan ekosistem emas.

Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding UMi telah mencapai sekitar 153 ton.

Ekosistem tersebut mencakup layanan gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas digital, hingga bullion services.

Perubahan arah ini menarik karena memperlihatkan bahwa layanan keuangan tidak lagi berhenti pada akses modal.

Ketika pelaku usaha sudah memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan, kebutuhan berikutnya adalah menjaga nilai dan membangun aset.

Pegadaian menjadi bagian penting dalam tahap tersebut. Melalui produk dan layanan berbasis emas, masyarakat memperoleh pilihan untuk menyimpan sebagian kekayaannya dalam bentuk aset yang dapat diakses melalui ekosistem formal.

Namun, penggunaan emas tetap perlu ditempatkan sebagai keputusan keuangan yang mempertimbangkan kebutuhan, risiko, likuiditas, dan tujuan masing-masing nasabah. Besarnya ekosistem emas tidak otomatis berarti setiap pelaku usaha harus mengalokasikan dananya ke emas.

Apa arti Holding UMi bagi UMKM?

Dari sisi ekonomi, terdapat tiga perubahan yang patut diperhatikan.

Pertama, akses keuangan menjadi lebih terintegrasi. Nasabah tidak hanya berhadapan dengan satu jenis layanan, tetapi dapat memperoleh pembiayaan, simpanan, transaksi, pemberdayaan, hingga layanan pembentukan aset dalam satu ekosistem.

Kedua, perjalanan usaha menjadi lebih terukur. Nasabah yang menunjukkan perkembangan usaha, kemampuan membayar, dan pengelolaan keuangan yang lebih baik dapat memperoleh akses layanan yang lebih luas.

Ketiga, pemberdayaan menjadi semakin penting.

Modal tanpa kemampuan mengelola usaha memiliki risiko tidak menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Karena itu, pendampingan PNM, jaringan BRI, dan layanan Pegadaian menjadi bagian yang saling melengkapi.

Bagi pelaku UMKM di Kalimantan Timur, prinsip ini relevan ketika usaha mulai berkembang tetapi kebutuhan modal, transaksi, dan pengelolaan aset ikut meningkat. Yang dibutuhkan bukan hanya tambahan dana, melainkan akses terhadap layanan yang sesuai dengan tahap perkembangan usaha.

Tantangan berikutnya bukan hanya memperbanyak nasabah

Capaian 2,3 juta debitur naik kelas merupakan indikator positif, tetapi angka tersebut juga menunjukkan tantangan berikutnya.

Jika ukuran keberhasilan hanya jumlah nasabah, ekosistem akan mudah terjebak pada pertumbuhan kuantitatif.

Padahal, tujuan yang lebih penting adalah memastikan usaha yang naik kelas benar-benar memiliki kapasitas ekonomi yang lebih kuat.

Ukuran tersebut dapat dilihat dari kemampuan usaha meningkatkan pendapatan, menjaga arus kas, memperluas pasar, mempertahankan kualitas pembayaran, meningkatkan tabungan, dan pada akhirnya membangun aset.

Di sinilah kualitas pendampingan menjadi penentu.

Holding UMi juga perlu memastikan integrasi tiga entitas tidak hanya terjadi pada tingkat struktur perusahaan, tetapi terasa dalam perjalanan nasabah.

Seorang pelaku usaha ultra mikro seharusnya tidak sekadar berpindah produk pembiayaan. Ia perlu mengalami peningkatan kemampuan dan akses ekonomi yang nyata.

Lima tahun pertama menjadi fondasi fase berikutnya

Perjalanan lima tahun Holding UMi memperlihatkan perubahan dari sekadar memperluas akses pembiayaan menuju pembangunan ekosistem keuangan yang lebih lengkap.

33,8 juta debitur aktif, 166 juta rekening simpanan mikro, 2,3 juta debitur naik kelas, jaringan lebih dari 15.100 kantor, serta 153 ton ekosistem emas menunjukkan besarnya skala yang telah dibangun.

Tetapi angka terbesar bukan selalu ukuran yang paling penting.

Bagi seorang pelaku usaha ultra mikro, perubahan paling berarti justru ketika modal dapat menghasilkan usaha yang lebih stabil, pendapatan menjadi lebih terkelola, kemampuan menabung meningkat, lalu akses terhadap layanan keuangan semakin luas.

Itulah makna ekonomi dari konsep naik kelas.

Ke depan, tantangan Holding UMi adalah mengubah skala besar tersebut menjadi kualitas pertumbuhan yang semakin terasa bagi pelaku usaha. Bukan hanya lebih banyak nasabah, tetapi lebih banyak usaha yang mampu bertahan, berkembang, dan membangun aset.

Bagi pembaca yang menjalankan UMKM, perkembangan ini juga menjadi pengingat bahwa pertumbuhan usaha tidak hanya membutuhkan modal. Pengelolaan arus kas, kedisiplinan pembayaran, kebiasaan menabung, pendampingan, dan kemampuan membangun aset sama pentingnya.

Kalau ekosistem keuangan bisa mengikuti perjalanan usaha dari tahap paling kecil sampai semakin matang, peluang UMKM untuk benar-benar naik kelas akan semakin terbuka.

Yuk, bagikan artikel ini kepada pelaku UMKM atau keluarga yang sedang membangun usaha agar informasi tentang akses keuangan dan pemberdayaan semakin mudah dipahami.

Karena memahami perjalanan usaha berarti memahami bagaimana keputusan keuangan hari ini bisa menentukan ketahanan ekonomi esok hari.

Balikpapantv.id, teman update setia yang menghadirkan informasi ekonomi bukan sekadar berita biasa.

Poin Penting

  1. Holding UMi dibentuk pada 13 September 2021 dengan BRI sebagai induk bersama Pegadaian dan PNM.
  2. Hingga kuartal II 2026, Holding UMi melayani 33,8 juta debitur aktif.
  3. Lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro dikelola dalam ekosistem tersebut.
  4. Sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas menuju akses pembiayaan dan layanan keuangan yang lebih luas.
  5. Holding UMi memiliki lebih dari 15.100 kantor dan 74 ribu tenaga pemasar hingga kuartal II 2026.
  6. Ekosistem emas Holding UMi mencapai sekitar 153 ton hingga Agustus 2026.
  7. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan jumlah nasabah diikuti peningkatan kualitas usaha dan ketahanan keuangan.

Insight Redaksi

Capaian 2,3 juta debitur naik kelas menunjukkan bahwa keberhasilan Holding UMi sebaiknya tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan. Indikator yang lebih substantif adalah mobilitas ekonomi nasabah: usaha berkembang, kemampuan membayar membaik, tabungan terbentuk, dan akses terhadap layanan keuangan semakin luas.

Pada saat yang sama, skala 33,8 juta debitur menunjukkan bahwa ekosistem ini memiliki peran besar dalam membentuk perilaku keuangan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan pada tingkat usaha.

FAQ

Apa itu Holding Ultra Mikro?

Holding Ultra Mikro adalah ekosistem yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM untuk memperluas akses pembiayaan, simpanan, transaksi, pemberdayaan, dan layanan keuangan bagi masyarakat ultra mikro.

Berapa jumlah debitur Holding UMi pada 2026?

Hingga akhir kuartal II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif.

Berapa debitur yang sudah naik kelas?

Sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas menuju segmen usaha dengan akses pembiayaan dan layanan keuangan yang lebih luas.

Apa peran PNM dalam Holding UMi?

PNM berfokus pada pemberdayaan dan pendampingan kelompok usaha ultra mikro, termasuk melalui program PNM Mekaar.

Apa peran Pegadaian?

Pegadaian memiliki kekuatan pada pembiayaan berbasis gadai serta pengembangan ekosistem emas, termasuk Tabungan Emas dan transaksi emas digital.

Apa peran BRI?

BRI menyediakan jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta layanan perbankan yang lebih luas bagi nasabah yang berkembang.

Apakah naik kelas berarti mendapatkan pinjaman lebih besar?

Tidak semata-mata. Naik kelas berkaitan dengan perkembangan kualitas usaha, kemampuan pembayaran, riwayat transaksi, kebiasaan menabung, dan stabilitas usaha sehingga nasabah dapat mengakses layanan keuangan yang lebih luas.

Mengapa ekosistem emas ikut dikembangkan?

Pengembangan emas memperluas fungsi Holding UMi dari akses pembiayaan menuju pembentukan dan pengelolaan aset masyarakat.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
pnm bri holding ultra mikro pegadaian