Rantai Pasok Manufaktur Terancam Erupsi Anak Krakatau, Ini Risiko Bisnisnya

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:21 WIB
Abu vulkanik Anak Krakatau mengganggu penerbangan dan logistik, meningkatkan risiko keterlambatan produksi manufaktur nasional
Abu vulkanik Anak Krakatau mengganggu penerbangan dan logistik, meningkatkan risiko keterlambatan produksi manufaktur nasional

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Erupsi Anak Krakatau mengganggu logistik dan penerbangan, sehingga manufaktur menghadapi risiko keterlambatan produksi serta kenaikan biaya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kadin Indonesia mewaspadai gangguan rantai pasok manufaktur akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menghambat mobilitas dan logistik.

Gangguan ini belum otomatis berarti produksi nasional terganggu besar, tetapi durasinya menjadi faktor penting yang perlu dicermati pelaku usaha.

Mengapa erupsi bisa merembet ke rantai pasok manufaktur?

Dampak awal erupsi paling terasa pada transportasi, penerbangan, dan distribusi barang antardaerah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi perusahaan yang mengandalkan pengiriman bahan baku secara terjadwal dengan persediaan terbatas.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa mengatakan, “Untuk industri manufaktur, yang perlu diwaspadai adalah apabila gangguan berlangsung cukup lama.”

Model produksi just-in-time menjadi salah satu titik rentan karena perusahaan tidak menyimpan komponen dalam jumlah besar untuk menghemat biaya persediaan.

Ketika satu pengiriman tertunda, perusahaan dapat menghadapi persoalan berantai dari gudang, lini produksi, hingga pengiriman produk jadi.

Erupsi Anak Krakatau mengganggu transportasi dan distribusi, meningkatkan risiko keterlambatan bahan baku bagi industri manufaktur [BTV:AI]
Erupsi Anak Krakatau mengganggu transportasi dan distribusi, meningkatkan risiko keterlambatan bahan baku bagi industri manufaktur [BTV:AI]

 Baca Juga: Bina Marga Siapkan Rp37,29 Triliun pada 2027, Jalan Rusak Jadi Perhatian

Durasi gangguan menjadi penentu biaya

Kadin menilai gangguan singkat masih berpeluang dikelola perusahaan melalui penyesuaian operasional dan distribusi.

Namun, masalah dapat membesar ketika keterlambatan berlangsung beberapa hari dan pengiriman mulai menumpuk.

Erwin mengatakan, “Apabila gangguan dapat segera teratasi, dampaknya kemungkinan masih dapat dikelola.”

“Jika berlangsung berhari-hari atau meluas, backlog logistik dan biaya tambahan akan semakin besar dan mulai memengaruhi rantai pasok industri,” ujarnya.

Secara bisnis, backlog berarti pekerjaan atau pengiriman yang tertunda menumpuk karena kapasitas normal tidak mampu mengejar keterlambatan.

Risikonya bukan hanya biaya angkut tambahan, tetapi juga perubahan jadwal produksi dan potensi keterlambatan pemenuhan pesanan pelanggan.

Gangguan singkat masih dapat dikelola, tetapi keterlambatan berhari-hari berisiko menumpuk dan mengerek biaya logistik perusahaan. [BTV:AI]
Gangguan singkat masih dapat dikelola, tetapi keterlambatan berhari-hari berisiko menumpuk dan mengerek biaya logistik perusahaan. [BTV:AI]

Delapan bandara sempat terdampak abu vulkanik

BMKG mencatat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap operasional delapan bandara di Jawa dan Sumatra pada 7 September 2026.

Bandara yang terdampak mencakup Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Atungbusu.

BMKG melaporkan abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot.

Sebaran tersebut mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta wilayah perairan dan Samudra Hindia.

Dampaknya terhadap bisnis cukup mudah dibaca: semakin lama akses transportasi terganggu, semakin besar kebutuhan perusahaan mencari jalur distribusi alternatif.

Bukan cuma logistik, fasilitas produksi juga perlu diantisipasi

Paparan abu vulkanik secara langsung dapat menambah persoalan operasional bagi perusahaan yang berada di wilayah terdampak.

Kadin mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerja ketika abu mencapai area aktivitas usaha.

Abu juga berpotensi mengganggu mesin, sistem ventilasi, kendaraan, serta fasilitas produksi sehingga perusahaan perlu melakukan pemeriksaan operasional.

Bagi manufaktur, gangguan semacam ini penting karena kapasitas produksi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku.

Mesin yang harus dibersihkan atau diperiksa juga dapat membuat waktu produksi berkurang apabila paparan abu berlangsung dalam periode panjang.

Strategi perusahaan menghadapi risiko rantai pasok

Kadin meminta perusahaan mengaktifkan business continuity plan atau rencana keberlangsungan bisnis ketika gangguan mulai berpengaruh terhadap operasi.

Langkah pertama adalah memetakan bahan baku dan komponen yang paling kritis terhadap kelangsungan produksi.

Perusahaan kemudian dapat menilai kebutuhan safety stock, yaitu persediaan tambahan untuk mengantisipasi keterlambatan pemasok atau distribusi.

Pemasok alternatif juga menjadi penting, terutama bagi perusahaan yang selama ini terlalu bergantung pada satu jalur pengiriman.

Perbandingan risiko operasional

Kondisi gangguan Risiko utama Respons bisnis
Singkat Keterlambatan pengiriman Penjadwalan ulang
Beberapa hari Backlog logistik Tambah persediaan dan jalur alternatif
Meluas Produksi terganggu Aktivasi rencana keberlangsungan bisnis
Abu masuk fasilitas Mesin dan pekerja terdampak Pemeriksaan keselamatan dan fasilitas

Strategi tersebut bukan berarti perusahaan harus menimbun seluruh bahan baku. Fokusnya adalah menjaga komponen kritis agar produksi tidak berhenti ketika distribusi terganggu.

Apa artinya bagi industri dan pembaca di Kalimantan Timur?

Gangguan logistik di Jawa dan Sumatra tetap relevan bagi pelaku usaha di Kalimantan Timur karena rantai pasok manufaktur Indonesia saling terhubung.

Perubahan jadwal penerbangan dan distribusi dapat memengaruhi perjalanan bisnis, pengiriman komponen, serta hubungan perusahaan dengan pemasok nasional.

Bagi perusahaan di Balikpapan dan kawasan industri Kalimantan Timur, situasi ini menjadi pengingat pentingnya memiliki pemasok alternatif dan jalur distribusi cadangan.

Namun, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa erupsi tersebut telah menyebabkan kerugian nasional dalam jumlah tertentu.

Kadin menyatakan belum memiliki data teragregasi mengenai total kerugian dunia usaha maupun kenaikan biaya logistik secara nasional.

Artinya, dampak ekonomi yang lebih luas masih perlu dilihat berdasarkan durasi gangguan, wilayah terdampak, serta kemampuan transportasi kembali normal.

BMKG sendiri menyatakan pemantauan abu vulkanik dan kondisi penerbangan dilakukan secara berkelanjutan karena pola sebaran dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.

Poin Penting

Insight Redaksi

Erupsi bukan hanya persoalan vulkanologi ketika abu masuk ke jalur distribusi ekonomi. Bagi industri, menit keterlambatan bisa menjadi biaya. Pelaku usaha di Kalimantan Timur pun perlu melihat ini sebagai pengingat bahwa rantai pasok harus punya cadangan, bukan sekadar mengandalkan jalur termurah. Yang paling mahal justru ketika produksi berhenti.

Perusahaan sebaiknya jangan menunggu kiriman macet; petakan komponen kritis dan siapkan jalur cadangan dari sekarang.

Kalau informasi ini terasa penting buat rekan bisnis atau pelaku usaha lain, bagikan artikelnya supaya sama-sama siap menghadapi gangguan logistik.

Selalu update info ekonomi dan bisnis hanya di Balikpapan TV, teman update setia yang bantu Ces memahami perubahan bisnis, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa dampak utama erupsi Anak Krakatau terhadap manufaktur?

Dampak utamanya adalah gangguan transportasi dan logistik yang dapat menyebabkan keterlambatan bahan baku serta pengiriman.

2. Mengapa perusahaan dengan sistem just-in-time lebih rentan?

Karena perusahaan tersebut cenderung memiliki persediaan terbatas sehingga keterlambatan pengiriman lebih cepat memengaruhi produksi.

3. Apakah sudah ada data kerugian ekonomi nasional?

Belum. Kadin menyatakan masih memantau perkembangan dan belum memiliki data agregat kerugian dunia usaha nasional.

4. Apa yang dapat dilakukan perusahaan?

Perusahaan dapat memetakan bahan baku kritis, menambah safety stock bila diperlukan, serta menyiapkan pemasok dan jalur distribusi alternatif.

5. Apakah abu vulkanik hanya mengganggu penerbangan?

Tidak. Paparan abu juga dapat berdampak pada kesehatan pekerja, mesin, sistem ventilasi, kendaraan, dan fasilitas produksi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Gunung Anak Krakatau Rantai Pasok Manufaktur kadin indonesia