Durasi Baca: 7 menit
Ikhtisar: QRIS mencatat 15 miliar transaksi hingga Juli 2026, dengan 67 juta pengguna dan koneksi pembayaran lintas negara.
Balikpapan TV - Hai Ces! Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS mencapai 15 miliar hingga Juli 2026, seiring pengguna menembus 67 juta dan merchant mencapai 45 juta di Indonesia.
Buat masyarakat, angka ini bukan sekadar statistik pembayaran digital. QRIS kini ikut mengubah cara belanja, menerima pembayaran, hingga bertransaksi ketika bepergian ke luar negeri.
QRIS Sudah Bukan Sekadar Pilihan Pembayaran
Pertumbuhan QRIS menunjukkan pembayaran berbasis kode QR semakin melekat dalam aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat.
Hingga Juli 2026, BI mencatat 15 miliar transaksi QRIS telah dilakukan. Ekosistemnya juga mencakup 67 juta pengguna dan 45 juta merchant.
Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa QRIS telah berkembang dari instrumen pembayaran alternatif menjadi bagian penting ekosistem ekonomi digital.
Sebelumnya, data resmi BI hingga Juni 2026 mencatat pengguna QRIS sebanyak 65,77 juta dan merchant mencapai 44,86 juta. Sebanyak 96,68% merchant tersebut merupakan UMKM.
Artinya, pertumbuhan QRIS tidak hanya terjadi di kalangan konsumen digital. Pelaku usaha kecil juga menjadi bagian besar dari perluasan sistem pembayaran tersebut.
Baca Juga: Investasi EBT Digenjot, Target Bauran 30% 2034 Butuh PLTS dan Bioethanol
Kenapa Angka 15 Miliar Ini Penting?
Ada satu hal yang perlu diluruskan agar pembaca tidak salah memahami angka yang beredar.
Angka 15 miliar merupakan volume transaksi, bukan nilai uang sebesar Rp15 miliar. Pernyataan BI mengenai capaian Juli 2026 menyebut 15 miliar transaksi QRIS.
Sebagai pembanding, BI mencatat sepanjang semester I 2026 QRIS telah memproses 12,55 miliar transaksi dengan nilai nominal mencapai Rp1,12 kuadriliun. Nilai tersebut tumbuh 93,92% secara tahunan.
Perbedaan antara volume dan nominal menjadi penting karena satu transaksi bisa bernilai kecil maupun besar. Jadi, jumlah transaksi tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai nilai rupiah.
Namun, kombinasi volume tinggi dan nominal yang besar memperlihatkan betapa cepat pembayaran digital masuk ke aktivitas ekonomi masyarakat.
67 Juta Pengguna Mengubah Kebiasaan Pembayaran
Jumlah pengguna QRIS yang mencapai 67 juta menunjukkan basis masyarakat yang menggunakan pembayaran digital semakin luas.
Pertumbuhan ini membuat transaksi tanpa uang tunai semakin mudah ditemui dalam aktivitas belanja sehari-hari. Konsumen cukup menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS pada merchant yang tersedia.
Dari sisi pelaku usaha, penerimaan pembayaran digital juga dapat membuat proses transaksi menjadi lebih praktis. Merchant tidak harus membangun sistem pembayaran sendiri untuk menerima transaksi berbasis QR.
Kondisi tersebut semakin penting bagi UMKM karena sebagian besar merchant QRIS merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah. Data BI hingga Juni menunjukkan porsinya mencapai 96,68%.
Dengan basis merchant yang besar, QRIS menjadi salah satu pintu masuk UMKM ke ekosistem ekonomi digital.
45 Juta Merchant Jadi Mesin Perluasan QRIS
Jumlah merchant QRIS telah mencapai 45 juta hingga Juli 2026. Angka tersebut memperlihatkan bahwa penerimaan pembayaran digital sudah tersebar luas di sisi penjual.
Ekosistem QRIS juga didukung 96 bank, 60 penyedia jasa pembayaran nonbank, dan empat switching, menurut keterangan Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta.
Semakin banyak penyedia dan merchant yang terhubung, semakin kecil hambatan masyarakat untuk menggunakan pembayaran digital.
Bagi pedagang, kemudahan menerima pembayaran dapat menjadi nilai tambah ketika konsumen semakin terbiasa membawa ponsel dibandingkan uang tunai.
Di sinilah QRIS tidak hanya berbicara tentang teknologi. Sistem pembayaran tersebut ikut memengaruhi cara konsumen dan pedagang melakukan aktivitas ekonomi.
QRIS Cross Border Membuka Babak Baru
Perkembangan QRIS kini tidak berhenti di pasar domestik. BI telah memperluas konektivitas QRIS Antarnegara ke enam negara mitra.
Enam negara tersebut adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. BI juga terus mengembangkan konektivitas pembayaran lintas negara.
Bagi wisatawan Indonesia, sistem ini menawarkan kemudahan karena pembayaran dapat dilakukan menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah mendukung layanan terkait.
Sebaliknya, wisatawan dari negara mitra dapat menggunakan sistem pembayaran negaranya untuk bertransaksi pada merchant QRIS di Indonesia. Merchant Indonesia tetap menerima dana dalam rupiah.
Efeknya terasa pada dua sisi sekaligus: konsumen memperoleh kemudahan transaksi, sementara merchant memiliki peluang menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara.
Transaksi Wisatawan Asing Tembus Rp5,9 Triliun
Data hingga Juli 2026 menunjukkan penggunaan QRIS lintas negara sudah menghasilkan aktivitas transaksi yang cukup besar.
Transaksi inbound, yakni pembayaran wisatawan asing ketika berada di Indonesia, mencapai 19,76 juta transaksi dengan nilai Rp5,9 triliun atau sekitar US$326,3 juta.
Sementara transaksi outbound oleh masyarakat Indonesia di negara mitra mencapai 4,32 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun atau sekitar US$95,6 juta.
Jika dibandingkan, nilai transaksi inbound sekitar 3,4 kali nilai transaksi outbound. Dari sisi volume, transaksi inbound juga sekitar 4,6 kali transaksi outbound.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa konektivitas QRIS tidak hanya mempermudah warga Indonesia ketika bepergian. Merchant domestik juga memperoleh manfaat dari kedatangan wisatawan asing.
Ekspansi Berikutnya Bisa Makin Memperluas Pasar
BI masih berdiskusi dengan sejumlah negara untuk memperluas penerapan QRIS Antarnegara.
Negara yang disebut dalam paparan BI mencakup Hong Kong, Timor Leste, India, dan Arab Saudi. Ekspansi ke pasar tersebut berpotensi memperluas pilihan pembayaran bagi masyarakat Indonesia yang bepergian.
Arab Saudi memiliki relevansi khusus karena perjalanan umrah dan haji melibatkan banyak masyarakat Indonesia setiap tahun. Kemudahan pembayaran digital dapat mengurangi kebutuhan membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Namun, penggunaan lintas negara tetap bergantung pada aplikasi pembayaran yang berpartisipasi dan konektivitas dengan negara mitra. BI juga menetapkan mekanisme serta ketentuan transaksi dalam sistem QRIS Antarnegara.
Jadi, QRIS cross border bukan berarti semua QR otomatis bisa digunakan di setiap negara.
Apa Artinya bagi Konsumen dan UMKM?
Bagi konsumen, perkembangan QRIS membuat pembayaran semakin praktis, terutama ketika ponsel sudah menjadi bagian dari aktivitas harian.
Bagi UMKM, penerimaan QRIS membuka akses terhadap pola pembayaran yang semakin lazim digunakan konsumen. Digitalisasi transaksi juga dapat membantu usaha masuk lebih jauh ke ekosistem pembayaran modern.
Namun, penggunaan pembayaran digital tetap membutuhkan kedisiplinan. Konsumen harus memastikan saldo atau sumber dana tersedia dan menjaga keamanan PIN maupun perangkat.
Pelaku usaha juga perlu memastikan QRIS yang digunakan benar-benar sesuai dengan penyedia jasa pembayaran resmi agar transaksi berjalan sebagaimana mestinya.
Poin Penting
- Volume transaksi QRIS mencapai 15 miliar transaksi hingga Juli 2026.
- Pengguna QRIS telah mencapai 67 juta orang.
- Merchant yang menerima QRIS mencapai sekitar 45 juta.
- Ekosistem QRIS didukung 96 bank, 60 nonbank, dan empat switching.
- Semester I 2026, QRIS mencatat 12,55 miliar transaksi senilai Rp1,12 kuadriliun.
- QRIS Antarnegara telah terhubung dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
- Transaksi inbound hingga Juli 2026 mencapai Rp5,9 triliun.
- Transaksi outbound mencapai Rp1,73 triliun.
- BI sedang membahas perluasan konektivitas dengan Hong Kong, Timor Leste, India, dan Arab Saudi.
Insight Redaksi
QRIS sekarang bukan cuma urusan bayar-membayar, tapi bagian dari perubahan perilaku ekonomi. Ketika 45 juta merchant sudah masuk ekosistem, kekuatan utamanya justru ada di jaringan. Buat UMKM Kaltim, peluangnya bukan sekadar menerima QR, melainkan ikut masuk arus transaksi digital yang makin luas. Pembayaran berubah, cara usaha beradaptasi juga harus ikut berubah.
Pastikan aplikasi pembayaran, saldo, dan PIN aman sebelum memakai QRIS, apalagi saat transaksi lintas negara.
Kalau informasi ini berguna, bagikan ke keluarga, teman, atau pelaku UMKM yang sedang memperluas pembayaran digitalnya.
Mau tetap update soal ekonomi digital, bisnis, dan perubahan cara masyarakat bertransaksi? Pantau terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apakah QRIS mencapai Rp15 miliar hingga Juli 2026?
Bukan. Angka 15 miliar yang disampaikan BI merupakan volume transaksi, bukan nilai transaksi Rp15 miliar.
2. Berapa pengguna QRIS hingga Juli 2026?
BI menyebut jumlah pengguna QRIS telah mencapai 67 juta orang hingga Juli 2026.
3. Berapa jumlah merchant QRIS?
Jumlah merchant yang menerima pembayaran QRIS telah mencapai sekitar 45 juta merchant.
4. Negara mana saja yang sudah terhubung dengan QRIS?
QRIS Antarnegara telah digunakan dengan mitra di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
5. Apakah QRIS bisa digunakan untuk pembayaran di luar negeri?
Bisa di negara mitra dengan aplikasi pembayaran dan skema yang telah terhubung dengan QRIS Antarnegara.
6. Negara mana yang sedang dipertimbangkan untuk ekspansi QRIS?
BI menyebut pembahasan dengan Hong Kong, Timor Leste, India, dan Arab Saudi.
Editor : Arya Kusuma