Harga BBM 23 Agustus 2026: Pertamax Turun, Diesel Swasta Malah Naik

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:05 WIB

 

Harga BBM Agustus berubah, bensin nonsubsidi turun sementara harga diesel swasta justru mengalami kenaikan
Harga BBM Agustus berubah, bensin nonsubsidi turun sementara harga diesel swasta justru mengalami kenaikan

Durasi Baca: 8 menit

Ikhtisar: Harga BBM Agustus bergerak berbeda, bensin nonsubsidi turun sementara diesel swasta naik, dengan dampak berbeda bagi konsumen Kaltim.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Harga BBM pada Minggu, 23 Agustus 2026 masih mengikuti penyesuaian 1 Agustus, ketika Pertamina, BP, dan Vivo menurunkan sejumlah harga bensin nonsubsidi, sedangkan diesel swasta justru naik.

Perubahan ini terlihat sederhana di papan harga, tetapi dampaknya berbeda untuk pengguna kendaraan bensin dan diesel. Ada selisih harga yang menarik diperhatikan, terutama bagi konsumen di Kalimantan Timur.

Harga BBM 23 Agustus Masih Mengacu Penyesuaian 1 Agustus

Penyesuaian harga BBM bukan perubahan baru yang terjadi pada 23 Agustus. Harga yang berlaku saat ini merupakan patokan yang sudah diterapkan sejak 1 Agustus 2026.

Pertamina menurunkan Pertamax dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 dari Rp17.000 menjadi Rp16.600, serta Pertamax Turbo dari Rp19.300 menjadi Rp18.300.

Jika dihitung, penurunan Pertamax mencapai Rp300 per liter atau sekitar 1,85 persen. Pertamax Green turun Rp400 atau sekitar 2,35 persen, sedangkan Pertamax Turbo menjadi produk bensin Pertamina dengan koreksi nominal terbesar, yakni Rp1.000 per liter atau sekitar 5,18 persen.

Di sisi lain, Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan. Harga keduanya masih Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Pertamina menurunkan harga Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo mulai Agustus 2026. [BTV:AI]
Pertamina menurunkan harga Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo mulai Agustus 2026. [BTV:AI]

 Baca Juga: Sengketa INA-Kimia Farma Tak Bebani APBN, Ini Posisi Keuangan dan Risikonya

Produk Harga Sebelumnya Harga 23 Agustus Perubahan
Pertalite Rp10.000 Rp10.000 Tetap
Biosolar Rp6.800 Rp6.800 Tetap
Pertamax Rp16.250 Rp15.950 Turun Rp300
Pertamax Green 95 Rp17.000 Rp16.600 Turun Rp400
Pertamax Turbo Rp19.300 Rp18.300 Turun Rp1.000
Dexlite Rp19.700 Rp19.700 Tetap
Pertamina Dex Rp21.150 Rp21.150 Tetap

Data penyesuaian Pertamina tersebut juga dikonfirmasi ANTARA berdasarkan informasi harga yang diumumkan Pertamina Patra Niaga.

Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Bisa Berubah?

Perubahan harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan sejumlah komponen ekonomi. Pertamina Patra Niaga menjelaskan penyesuaian mempertimbangkan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, serta ketentuan pemerintah.

Formula harga juga berkaitan dengan rata-rata harga BBM di pasar Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS), kurs rupiah, biaya penyimpanan dan distribusi, margin badan usaha, serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

Artinya, harga di tingkat konsumen bukan sekadar mengikuti satu angka harga minyak mentah. Ada beberapa komponen yang ikut menentukan harga akhir.

Bagi konsumen, pola ini penting dipahami karena perubahan harga dapat berbeda antara produk, wilayah, dan badan usaha.

Harga BBM dipengaruhi minyak dunia, kurs rupiah, MOPS, distribusi, pajak, serta daya beli konsumen [BTV:AI]
Harga BBM dipengaruhi minyak dunia, kurs rupiah, MOPS, distribusi, pajak, serta daya beli konsumen [BTV:AI]

Pertamina Bukan Satu-satunya yang Menurunkan Harga Bensin

Penyesuaian harga juga terjadi pada sejumlah BBM swasta. BP 92 turun dari Rp16.670 menjadi Rp16.130 per liter, sedangkan BP Ultimate turun dari Rp17.240 menjadi Rp16.760 per liter.

Vivo juga menurunkan Revvo 92 dari Rp16.670 menjadi Rp16.130 per liter. Revvo 95 turun dari Rp17.240 menjadi Rp16.760 per liter. Diesel Primus justru naik menjadi Rp21.910 per liter.

Dengan demikian, terdapat pola yang cukup jelas pada Agustus: bensin nonsubsidi cenderung turun, sementara sejumlah diesel swasta bergerak naik.

Produk Harga Juli Harga Agustus Perubahan
BP 92 Rp16.670 Rp16.130 Turun Rp540
BP Ultimate Rp17.240 Rp16.760 Turun Rp480
Revvo 92 Rp16.670 Rp16.130 Turun Rp540
Revvo 95 Rp17.240 Rp16.760 Turun Rp480
BP Ultimate Diesel Rp21.340 Rp21.910 Naik Rp570
Shell V-Power Diesel Rp21.340 Rp21.910 Naik Rp570
Diesel Primus Rp21.340 Rp21.910 Naik Rp570

Ada satu koreksi penting terhadap bahan sumber: angka Revvo 95 pada bagian daftar sumber tertulis Rp17.760, tetapi keterangan perubahan dan sejumlah sumber pembanding mencatat Rp16.760. Data pembanding dari Vivo yang dikutip media pada 1 Agustus menunjukkan angka Rp16.760, sehingga angka tersebut digunakan dalam artikel ini.

Selisih Harga Pertamax dan Pesaingnya Makin Mudah Terlihat

Untuk bensin RON 92, Pertamax pada patokan wilayah PBBKB 5 persen berada di Rp15.950 per liter. Sementara BP 92 dan Revvo 92 sama-sama Rp16.130.

Artinya, terdapat selisih Rp180 per liter antara Pertamax dan dua produk RON 92 tersebut.

Bila sebuah kendaraan memiliki kapasitas tangki 40 liter, selisih itu setara Rp7.200 untuk satu pengisian penuh. Perhitungan ini hanya membandingkan harga per liter, bukan konsumsi atau karakter mesin kendaraan.

Pada kelas RON 95, Pertamax Green 95 berada di Rp16.600 per liter, sedangkan BP Ultimate dan Revvo 95 masing-masing Rp16.760. Selisihnya Rp160 per liter.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga membuat posisi antarproduk semakin mudah dibandingkan konsumen.

Konsumen Kalimantan Timur Perlu Melihat Harga Wilayah, Bukan Hanya Angka Nasional

Inilah konteks yang penting bagi pembaca Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Harga Pertamax Rp15.950 yang banyak diberitakan merupakan harga untuk wilayah tertentu dengan PBBKB 5 persen. Untuk Kalimantan Timur, daftar harga Pertamina per 1 Agustus menunjukkan Pertamax Rp16.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp18.700 per liter.

Untuk Kaltim, Dexlite tercatat Rp20.150 per liter dan Pertamina Dex Rp21.650 per liter. Pertalite tetap Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Perbedaan ini terjadi karena harga BBM nonsubsidi Pertamina dapat berbeda antarwilayah, salah satunya dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang ditetapkan pemerintah daerah.

Jadi, bagi warga Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, dan daerah lain di Kaltim, angka Rp15.950 tidak otomatis menjadi harga Pertamax di SPBU setempat.

Ini penting. Jangan sampai membandingkan harga Jakarta dengan pengeluaran harian di Balikpapan.

Diesel Swasta Justru Bergerak ke Arah Berlawanan

Pola paling menarik dari penyesuaian Agustus muncul pada BBM diesel.

BP Ultimate Diesel, Shell V-Power Diesel, dan Diesel Primus sama-sama naik Rp570 per liter menjadi Rp21.910. Kenaikannya sekitar 2,67 persen dibanding harga Rp21.340 sebelumnya.

Pada saat yang sama, diesel nonsubsidi Pertamina tidak berubah. Dexlite masih Rp19.700 pada wilayah PBBKB 5 persen, sedangkan Pertamina Dex Rp21.150.

Dengan demikian, terdapat perbedaan harga Rp760 per liter antara Dexlite Rp19.700 dan diesel swasta Rp21.910 dalam wilayah pembanding tersebut.

Untuk kendaraan dengan tangki 50 liter, selisih teoritis itu mencapai Rp38.000 setiap pengisian penuh. Namun, angka tersebut belum memperhitungkan konsumsi kendaraan, kualitas produk, lokasi SPBU, serta ketersediaan stok.

Data ini menunjukkan bahwa konsumen diesel memiliki dinamika berbeda dibanding pengguna bensin.

Dampaknya bagi Konsumen dan Pelaku Usaha

Bagi pengguna kendaraan bensin nonsubsidi, penurunan harga memberikan ruang penghematan langsung. Besarnya memang tidak sama untuk setiap kendaraan karena konsumsi BBM berbeda.

Contohnya, penghematan Rp300 per liter pada Pertamax akan menjadi Rp12.000 untuk pembelian 40 liter. Jika kendaraan digunakan secara rutin, penghematan tersebut dapat terakumulasi dalam sebulan.

Namun, pengguna diesel perlu melihat kondisi berbeda. Kenaikan Rp570 per liter pada sejumlah diesel swasta berarti biaya pengisian bertambah apabila volume pembelian tidak berubah.

Bagi pelaku usaha yang menggunakan kendaraan operasional, perubahan kecil per liter dapat menjadi signifikan ketika dikalikan dengan banyak kendaraan dan frekuensi pengisian.

Karena itu, harga BBM sebaiknya dibaca sebagai salah satu komponen biaya operasional, bukan sekadar angka di papan SPBU.

Penurunan Pertamax Berpotensi Membantu Tekanan Inflasi

Dampak harga BBM juga dapat merambat ke perekonomian melalui biaya transportasi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai penurunan harga Pertamax pada Agustus memberikan sentimen positif terhadap inflasi. Menurutnya, penurunan BBM nonsubsidi dapat memperkuat moderasi inflasi melalui komponen harga yang diatur pemerintah.

Namun, pengaruhnya tidak berarti seluruh biaya transportasi otomatis turun dengan besaran yang sama.

Biaya operasional kendaraan juga dipengaruhi konsumsi bahan bakar, tarif jasa, perawatan, suku cadang, upah, serta kondisi lalu lintas. Karena itu, penurunan harga BBM merupakan salah satu faktor, bukan satu-satunya penentu biaya.

Bagi wilayah seperti Kalimantan Timur yang memiliki aktivitas mobilitas dan distribusi antarkawasan, perubahan harga BBM layak diperhatikan dari sisi biaya transportasi dan operasional.

Poin Penting

Insight Redaksi

Harga Murah Belum Tentu Jadi Pengeluaran Paling Hemat

Penurunan harga bensin memang terasa positif, tetapi penghematan terbesar tetap ditentukan seberapa sering kendaraan digunakan. Di Balikpapan, ikam perlu melihat harga SPBU setempat, konsumsi kendaraan, dan jarak perjalanan sekaligus. Jangan cuma terpaku angka per liter. Biaya harian yang kecil bisa jadi besar kalau frekuensi isi ulang tinggi.

Kalau kendaraan sering dipakai kerja, catat konsumsi mingguan supaya pengeluaran BBM kada cuma ditebak dari harga papan SPBU.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin mudah memahami perubahan harga BBM dan dampaknya bagi pengeluaran harian.

Selalu update info ekonomi, harga, dan kabar terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah harga BBM 23 Agustus merupakan harga baru?

Bukan. Harga yang berlaku pada 23 Agustus masih mengikuti penyesuaian yang diberlakukan mulai 1 Agustus 2026.

2. Berapa harga Pertamax di Kalimantan Timur?

Pertamax tercatat Rp16.300 per liter untuk Kalimantan Timur dalam daftar harga wilayah yang berlaku sejak 1 Agustus 2026.

3. Mengapa harga Pertamax Rp15.950 berbeda dengan harga di Kaltim?

Harga BBM nonsubsidi dapat berbeda antarwilayah karena antara lain dipengaruhi PBBKB daerah.

4. BBM mana yang mengalami kenaikan?

BP Ultimate Diesel, Shell V-Power Diesel, dan Diesel Primus naik Rp570 per liter menjadi Rp21.910 dalam patokan harga yang dibahas.

5. Apakah Pertalite mengalami perubahan?

Tidak. Pertalite masih Rp10.000 per liter dalam periode tersebut.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
pertamina harga bbm pertamax kalimantan timur