BPS Ungkap Harga Batu Bara dan Gas Dunia Naik, Emas Justru Mulai Turun

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 18:32 WIB
Truk mengangkut batu bara di kawasan tambang saat harga energi global terus menguat menurut BPS [BTV:AI]
Ilustrasi kapal mengangkut batu bara di kawasan tambang saat harga energi global terus menguat menurut BPS [BTV:AI]

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Pergerakan harga komoditas energi dan logam mulia global berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik.

Ikhtisar: Harga energi dunia masih menunjukkan tren kenaikan yang didorong batu bara dan gas alam. Di sisi lain, harga emas mulai terkoreksi dalam beberapa bulan terakhir meski secara tahunan masih berada pada level tinggi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga komoditas global sepanjang Juni 2026 masih bergerak bervariasi. Kelompok energi mencatat kenaikan yang cukup kuat berkat penguatan harga batu bara dan gas alam, sementara harga emas mulai mengalami koreksi setelah sebelumnya mencatat tren kenaikan cukup tinggi.

Pergerakan harga komoditas internasional tersebut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri, perdagangan hingga inflasi. Yuk simak penjelasannya sampai selesai. Penting dipahami, Ces!

Mengapa Harga Batu Bara dan Gas Global Masih Naik?

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa harga komoditas energi dunia pada Juni 2026 meningkat 19,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh menguatnya harga gas alam dan batu bara di pasar internasional. Kondisi ini menunjukkan permintaan energi global masih relatif kuat meskipun sejumlah negara mulai mempercepat transisi menuju energi rendah emisi.

Ateng mengatakan, "Batu bara kualitas tinggi di pasar internasional pada Juni 2026 naik 27,06% dibandingkan tahun lalu, sedangkan batu bara kualitas sedang dan rendah naik 2,67%."

Data tersebut memperlihatkan bahwa batu bara kualitas tinggi mengalami kenaikan yang jauh lebih besar dibandingkan batu bara kualitas sedang maupun rendah. Hal ini mengindikasikan masih tingginya kebutuhan terhadap batu bara dengan nilai kalor tinggi di pasar internasional.

 Baca Juga: Kritik Kinerja BGN Menguat, Hari Purwanto Desak Prabowo Evaluasi Kepemimpinan Program MBG Nasional

Harga Logam Mulia Masih Tinggi, Tetapi Emas Mulai Melemah

Selain energi, kelompok logam mulia juga masih mencatat kenaikan secara tahunan. Berdasarkan data BPS, harga logam mulia meningkat 34,26 persen dibandingkan Juni tahun sebelumnya.

Namun, perkembangan dalam jangka pendek menunjukkan arah yang berbeda. Pada Juni 2026, harga logam mulia turun 9,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Menurut Ateng Hartono, pelemahan tersebut bukan terjadi hanya dalam satu bulan. Koreksi harga emas sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Ia mengatakan, "Kita melihat dalam tiga bulan terakhir harga emas mengalami penurunan, meskipun level harganya masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu."

Artinya, meskipun investor melihat adanya penurunan harga dalam beberapa bulan terakhir, secara tahunan harga emas masih berada pada posisi yang relatif tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Harga emas terkoreksi selama tiga bulan meski secara tahunan tetap lebih tinggi menurut BPS terbaru [BTV:AI]
Harga emas terkoreksi selama tiga bulan meski secara tahunan tetap lebih tinggi menurut BPS terbaru [BTV:AI]

 Apa Penyebab Pergerakan Harga Komoditas Berbeda?

Pergerakan harga komoditas global dipengaruhi oleh kondisi yang berbeda pada setiap sektor. Komoditas energi seperti batu bara dan gas alam masih memperoleh dukungan dari kebutuhan pasokan energi dunia yang tetap tinggi.

Sementara itu, harga emas yang sebelumnya mengalami reli mulai terkoreksi setelah mencatat kenaikan cukup besar pada awal tahun. Koreksi seperti ini lazim terjadi ketika pasar mulai melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi global maupun sentimen investasi.

BPS menilai dinamika tersebut menunjukkan bahwa setiap kelompok komoditas memiliki faktor penggerak masing-masing sehingga tidak selalu bergerak dalam arah yang sama.

Dampaknya bagi Indonesia

Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia, Indonesia berpotensi memperoleh manfaat ketika harga batu bara internasional meningkat. Kondisi tersebut dapat mendukung penerimaan negara, ekspor, serta kinerja perusahaan pertambangan apabila tren harga tetap bertahan.

Di sisi lain, koreksi harga emas dapat memengaruhi pergerakan pasar logam mulia dan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor maupun pelaku usaha. Meski demikian, BPS menegaskan bahwa secara tahunan harga emas masih berada di atas level tahun sebelumnya sehingga nilainya belum kembali ke posisi sebelum mengalami reli.

Poin Penting

Insight Redaksi: Kenaikan harga batu bara kembali menunjukkan bahwa komoditas energi fosil masih memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi dunia. Bagi daerah penghasil batu bara seperti Kalimantan Timur, kondisi ini dapat menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah. Namun, fluktuasi harga komoditas juga mengingatkan bahwa ketergantungan pada satu sektor tetap memiliki risiko. Jadi, kada cukup hanya menikmati kenaikan harga, tetapi perlu mendorong diversifikasi ekonomi agar manfaatnya lebih berkelanjutan, Ces.

Rekomendasi: Pelaku usaha dan investor sebaiknya terus memantau perkembangan harga energi dan logam mulia sebagai dasar menyusun strategi bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar global.

Bagikan juga informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami perkembangan harga komoditas dunia dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Ikuti terus informasi ekonomi terbaru hanya di Balikpapantv.id, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa harga batu bara global kembali meningkat?

Menurut BPS, kenaikan terutama dipengaruhi oleh menguatnya harga batu bara dan gas alam di pasar internasional sehingga kelompok energi mencatat kenaikan tahunan.

2. Berapa kenaikan harga batu bara kualitas tinggi?

Harga batu bara kualitas tinggi meningkat 27,06 persen dibandingkan Juni 2025.

3. Apakah harga emas masih naik?

Secara tahunan masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, tetapi pada Juni 2026 harga emas turun 9,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

4. Sudah berapa lama harga emas mengalami koreksi?

BPS mencatat koreksi harga emas telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

5. Apa dampaknya bagi Indonesia?

Kenaikan harga batu bara berpotensi mendukung kinerja ekspor dan industri pertambangan, sedangkan perubahan harga emas menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dan pelaku pasar.

Sumber Informasi:

Sumber Informasi: Media Bisnis.com, dengan judul "BPS: Harga Batu Bara dan Gas Global Masih Menguat, Emas Mulai Terkoreksi", oleh penulis Mutiara Nabila. Artikel diperbarui kembali dengan sudut pandang dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
harga batu bara global harga emas Juni 2026 BPS komoditas global