Bukan Cuma Bantu Orang Tua, Program Sekolah Gratis Libatkan 62 Penjahit Bontang

Riafandi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:54 WIB
Program perlengkapan sekolah gratis Bontang berlanjut 2027, melibatkan 62 penjahit lokal dan membuka peluang pekerjaan. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
Program perlengkapan sekolah gratis Bontang berlanjut 2027, melibatkan 62 penjahit lokal dan membuka peluang pekerjaan. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Program perlengkapan sekolah gratis Bontang dipastikan berlanjut pada 2027 dan turut membuka pekerjaan bagi penjahit lokal.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Kabar keberlanjutan program bantuan perlengkapan sekolah gratis menjadi angin segar bagi keluarga di Bontang. Pemerintah Kota Bontang memastikan program tersebut tidak berhenti pada 2026. Bantuan perlengkapan sekolah gratis kembali dialokasikan pada 2027 sebagai upaya meringankan kebutuhan orang tua dalam mempersiapkan pendidikan anak.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan keberlanjutan program tersebut di tengah tingginya antusiasme masyarakat.

“Tetap ada, tetap ada,” tutur dia.

Program ini tidak hanya menyasar kebutuhan peserta didik. Pelaksanaannya juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal, khususnya jasa penjahit yang berada di Kota Bontang.

62 Penjahit Lokal Ikut Terlibat

Salah satu sisi yang menarik dari program bantuan ini adalah keterlibatan pelaku usaha daerah.

Sebanyak 62 penjahit lokal terlibat dalam pengerjaan seragam sekolah gratis.

Keterlibatan tersebut membuat program memiliki dampak yang lebih luas. Pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah bagi peserta didik, tetapi juga membuka pekerjaan bagi pelaku usaha dan jasa jahit di daerah.

Dengan demikian, anggaran program pendidikan turut berputar di lingkungan ekonomi lokal.

Bagi penjahit, pengerjaan seragam sekolah menjadi peluang mendapatkan pekerjaan. Sementara bagi pemerintah, keterlibatan pelaku usaha lokal dapat menjadi bagian dari pelaksanaan program yang memberikan manfaat lebih luas.

Bantuan Dinilai Meringankan Orang Tua

Program perlengkapan sekolah gratis dinilai sangat dinantikan oleh murid dan orang tua.

Neni mengakui nilai bantuan tersebut mungkin tidak mencakup seluruh kebutuhan pendidikan anak. Namun, menurutnya, bantuan tetap memiliki arti bagi keluarga.

“Karena itu sangat dinantikan sama murid, sama orang tua, sangat membantu walaupun mungkin nilainya tidak besar,” terangnya.

Kebutuhan perlengkapan sekolah memang menjadi salah satu pengeluaran yang harus dipersiapkan keluarga ketika anak memasuki tahun ajaran.

Dengan adanya bantuan dari pemerintah, sebagian kebutuhan tersebut dapat ditanggung melalui program daerah.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan program kembali dipertahankan pada tahun berikutnya.

Seragam hingga Buku Tulis Masuk Paket Bantuan

Program bantuan perlengkapan sekolah gratis mencakup sejumlah kebutuhan dasar peserta didik.

Paket tersebut terdiri atas seragam, tas, sepatu, dan buku tulis.

Distribusinya menyasar pelajar di sekolah negeri maupun swasta.

Untuk program yang dialokasikan pada 2026, Pemkot Bontang mengucurkan anggaran sebesar Rp24,27 miliar.

Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan perlengkapan bagi siswa SD dan SMP.

Untuk seragam SD, pengadaan bagi 19.970 siswa dianggarkan Rp7,279 miliar. Sementara seragam SMP untuk 9.850 siswa dialokasikan sekitar Rp3,734 miliar.

Jenis seragam menggunakan atasan berbahan poliester fibre blended dan bawahan American Celebrity drill, lengkap dengan atribut sekolah.

Baca Juga: Pulau Segajah Bontang: Saat Air Surut Membuka Hamparan Pasir dan Bintang Laut

Sepatu, Tas, dan Buku Juga Disiapkan

Bantuan tidak berhenti pada seragam.

Untuk sepatu sekolah SD, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp4,405 miliar. Sementara sepatu untuk siswa SMP dialokasikan sekitar Rp2,173 miliar.

Sepatu menggunakan bahan mesh atau berpori.

Kemudian, tas sekolah model punggung juga masuk dalam paket bantuan. Pengadaan tas SD dianggarkan sekitar Rp3,265 miliar, sedangkan tas SMP sekitar Rp1,610 miliar.

Buku tulis juga menjadi bagian dari perlengkapan yang diberikan.

Untuk SD, sebanyak 19.970 paket buku tulis dianggarkan sekitar Rp1,208 miliar. Sementara 9.850 paket buku tulis SMP dialokasikan sekitar Rp595,9 juta.

Buku tersebut menggunakan desain sampul khusus atau kustom.

Program Pendidikan Sekaligus Gerakkan Ekonomi Lokal

Keterlibatan 62 penjahit lokal membuat program bantuan sekolah memiliki dimensi ekonomi selain manfaat pendidikan.

Ketika kebutuhan seragam dikerjakan oleh pelaku usaha lokal, sebagian aktivitas ekonomi dari program tersebut ikut dirasakan masyarakat Bontang.

Model seperti ini membuat program pemerintah tidak hanya berbicara tentang penerima bantuan, tetapi juga siapa saja yang dapat terlibat dalam proses penyediaannya.

Bagi pelaku usaha kecil dan jasa lokal, kesempatan mendapatkan pekerjaan dari program pemerintah dapat menjadi tambahan aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, keberlanjutan program pada 2027 memberikan kepastian bahwa kebutuhan perlengkapan sekolah masih menjadi bagian dari perhatian Pemkot Bontang.

Baca Juga: Wali Kota Bontang Ingatkan Dana Pro RT Jangan Dipakai Bangun Kandang Ayam

Mengapa Program Berlanjut?

Tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu alasan program perlengkapan sekolah gratis kembali dialokasikan.

Bantuan tersebut dinilai memiliki manfaat langsung bagi murid dan keluarga, meskipun tidak mencakup seluruh biaya pendidikan.

Dari sisi kebijakan, keberlanjutan program juga menunjukkan bahwa kebutuhan dasar pendidikan masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Yang menjadi catatan berikutnya adalah memastikan distribusi bantuan dapat berjalan tepat sasaran dan kualitas perlengkapan sesuai kebutuhan peserta didik.

Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, manfaat program juga diharapkan tidak hanya dirasakan oleh keluarga penerima bantuan, tetapi ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Keberlanjutan bantuan perlengkapan sekolah gratis menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan daerah dapat memiliki dampak yang lebih luas ketika dirancang dengan melibatkan ekonomi lokal.

Di satu sisi, keluarga mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak. Di sisi lain, pelaku usaha lokal seperti penjahit memperoleh pekerjaan dari proses pengadaan.

Model tersebut menarik karena anggaran pendidikan tidak hanya berhenti sebagai bantuan kepada penerima akhir, tetapi juga dapat mengalir ke pelaku ekonomi di daerah.

Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas, ketepatan distribusi, dan memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan siswa. Jika hal tersebut dapat dijaga, bantuan sekolah gratis bukan sekadar meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi bagian dari perputaran ekonomi Bontang.

Program bantuan sekolah gratis bakal berlanjut 2027. Bagikan artikel ini ke bubuhan kawalan di Bontang agar informasi tentang keberlanjutan program dan keterlibatan pelaku usaha lokal ikut diketahui.Pendidikan diringankan, usaha lokal ikut bergerak. Ikuti info pendidikan dan kebijakan Bontang hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1, Apakah program bantuan perlengkapan sekolah Bontang berlanjut pada 2027?

Ya. Pemkot Bontang memastikan program tersebut tetap dialokasikan pada 2027.

2. Apa saja perlengkapan yang diberikan?

Paket bantuan terdiri atas seragam, tas, sepatu, dan buku tulis.

3. Siapa yang menerima bantuan?

Program menyasar pelajar di sekolah negeri maupun swasta.

4. Berapa penjahit lokal yang terlibat?

Sebanyak 62 penjahit lokal Bontang terlibat dalam pengerjaan seragam sekolah gratis.

5. Berapa anggaran program pada 2026?

Pemkot Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp24,27 miliar untuk program bantuan perlengkapan sekolah gratis.

6. Apakah program hanya memberikan seragam?

Tidak. Selain seragam, paket bantuan juga mencakup tas, sepatu, dan buku tulis.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Kaltim Post" Berjudul"Meringankan Beban Orang Tua! Neni Moerniaeni Garansi Program Bantuan Sekolah Gratis 2027",oleh penulis Adhiel kundhara. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Kaltim Post
Program Pemerintah bontang Neni Moerniaeni pendidikan