Pemkot Bontang Raih Dua Terbaik I, Dana Apresiasi Capai Rp4 Miliar

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 20:24 WIB
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menerima apresiasi pemerintah pusat atas capaian bidang kesehatan dan pengelolaan lingkungan. (DOK. ADIEL KUNDHARA/KP)
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menerima apresiasi pemerintah pusat atas capaian bidang kesehatan dan pengelolaan lingkungan. (DOK. ADIEL KUNDHARA/KP)

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Bontang meraih dua penghargaan layanan kesehatan dan lingkungan, sekaligus memperoleh dana apresiasi Rp4 miliar.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kota Bontang meraih dua predikat Terbaik I dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan di Balikpapan.

Capaian tersebut datang dari sektor yang dekat dengan kebutuhan warga, yakni layanan kesehatan serta pengelolaan sampah dan lingkungan. Ada insentif Rp4 miliar yang mengikuti dua penghargaan itu.

Dua sektor pelayanan dasar mengangkat nama Bontang

Bontang meraih posisi Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan tingkat kota. Pada kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Bontang juga berada di peringkat pertama.

Penghargaan diberikan dalam agenda Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan di Balikpapan, Kamis, 3 September 2026.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir menerima penghargaan tersebut. Kategori lingkungan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sedangkan penghargaan kesehatan diberikan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

Capaian ini menunjukkan dua urusan dasar kota menjadi bagian penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah.

Bukan sekadar penghargaan, ada dana Rp4 miliar

Dua predikat Terbaik I tersebut membawa dana apresiasi masing-masing Rp2 miliar. Jika digabung, nilai dana yang diterima Bontang mencapai Rp4 miliar.

Besaran tersebut dikonfirmasi dalam pemberitaan ANTARA mengenai hasil Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Kalimantan Batch II 2026. ANTARA juga mencatat Bontang sebagai Terbaik I tingkat kota pada kedua kategori tersebut.

Dana apresiasi membuat capaian ini memiliki dimensi lain bagi pemerintah daerah. Prestasi kinerja sekaligus menghadirkan ruang fiskal untuk mendukung program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Namun, nilai rupiah bukan satu-satunya ukuran penting dari penghargaan tersebut.

Yang paling menentukan justru bagaimana program dan kebijakan yang dinilai dapat terus dirasakan warga Bontang.

Apa yang dinilai dari kinerja Bontang?

Ajang tersebut menempatkan kinerja pemerintah daerah sebagai objek penilaian, terutama pada sektor pelayanan yang memiliki dampak langsung.

Untuk Batch II Regional Kalimantan 2026, kategori yang dinilai mencakup layanan pendidikan, layanan kesehatan, pengelolaan sampah dan lingkungan, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.

Pada kategori kesehatan tingkat kota, Bontang menjadi Terbaik I, disusul Tarakan sebagai Terbaik II dan Singkawang sebagai Terbaik III.

Sementara pada kategori pengelolaan sampah dan lingkungan tingkat kota, Bontang juga menjadi Terbaik I. Balikpapan berada pada posisi kedua dan Palangka Raya menempati posisi ketiga.

Posisi tersebut memperlihatkan persaingan antarkota di Kalimantan tidak hanya berbicara pembangunan fisik. Kualitas layanan dasar dan tata kelola lingkungan juga menjadi indikator penting.

Layanan kesehatan dan lingkungan punya dampak langsung

Layanan kesehatan berhubungan langsung dengan kebutuhan warga ketika membutuhkan akses pemeriksaan, pengobatan, maupun pelayanan dasar lainnya.

Sementara persoalan sampah dan lingkungan bersentuhan dengan ruang hidup sehari-hari. Kebersihan kawasan, pengelolaan sampah, dan kualitas lingkungan pada akhirnya memengaruhi kenyamanan masyarakat.

Karena itu, dua penghargaan Bontang memiliki konteks yang cukup dekat dengan kehidupan warga.

Prestasi pemerintah daerah akan memiliki arti ketika kualitas layanan yang dinilai dalam penghargaan dapat dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.

GESIT dan TPST menjadi bagian dari pengelolaan sampah

Pemkot Bontang menyebut pengelolaan sampah terus diperkuat melalui optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu atau TPST.

Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku atau GESIT juga menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Program ini diarahkan untuk mendorong kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah.

Dalam pernyataannya, Neni menyebut penguatan pengelolaan sampah dilakukan melalui TPST dan Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku.

“Begitu juga dengan pengelolaan sampah, dengan TPST dan Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku,” ucap Neni.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan, bukan sekadar penerima layanan.

Neni ingin penghargaan menjadi pemacu pelayanan

Neni menilai capaian pada sektor kesehatan perlu menjadi dorongan bagi pemerintah untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah Kota Bontang akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan yang langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Kesehatan merupakan salah satu layanan dasar, sehingga capaian ini tentu menjadi dorongan agar pelayanan yang sudah berjalan dapat terus diperbaiki,” kata Neni.

Pernyataan tersebut menunjukkan penghargaan ditempatkan sebagai pemacu kinerja, bukan sekadar pencapaian administratif.

Sikap serupa juga relevan untuk sektor lingkungan karena persoalan sampah membutuhkan keberlanjutan program sekaligus partisipasi masyarakat.

Bontang sudah punya rekam prestasi di tingkat regional

Penghargaan September ini bukan capaian pertama Bontang dalam rangkaian apresiasi pemerintah daerah tahun 2026.

Pada Mei 2026, Bontang juga meraih Terbaik I tingkat kota dalam kategori penurunan tingkat pengangguran pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Kalimantan. Penghargaan tersebut diberikan Kemendagri di Balikpapan.

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan penilaian terhadap Bontang pada tahun ini mencakup sejumlah aspek kinerja pemerintahan.

Kini, dua penghargaan baru dari sektor kesehatan dan lingkungan menambah catatan tersebut.

Bagi warga, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan predikat, melainkan memastikan kualitas pelayanan terus hadir di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Dua penghargaan Bontang menarik karena menyentuh dua kebutuhan warga sekaligus: kesehatan dan lingkungan. Prestasi ini seharusnya diuji di ruang publik, bukan berhenti di panggung penghargaan. Rp4 miliar memberi ruang penguatan program, tetapi kualitas layananlah yang menentukan manfaatnya. Di kota industri seperti Bontang, layanan dasar yang konsisten adalah modal penting untuk menjaga kualitas hidup warga.

Yang penting sekarang, dana apresiasi diarahkan pada program yang manfaatnya bisa terlihat warga dalam layanan sehari-hari.

Kalau informasi ini terasa berguna, bagikan ke keluarga atau teman supaya makin banyak warga tahu perkembangan daerah Kalimantan Timur.

Pantau terus kabar daerah dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa saja penghargaan yang diraih Bontang?

Bontang meraih Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri tingkat kota.

2. Berapa dana apresiasi yang diterima Pemkot Bontang?

Masing-masing kategori mendapatkan Rp2 miliar sehingga total dana apresiasi mencapai Rp4 miliar.

3. Siapa yang menerima penghargaan untuk Bontang?

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir langsung menerima dua penghargaan tersebut.

4. Apa program lingkungan yang disebut Pemkot Bontang?

Pemkot menyebut optimalisasi TPST dan Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku atau GESIT.

5. Apakah Bontang sebelumnya pernah meraih penghargaan pada 2026?

Ya. Pada Mei 2026, Bontang meraih Terbaik I tingkat kota untuk kategori penurunan tingkat pengangguran.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Pemkot Bontang Sabet Dua Gelar Terbaik I, Terima Hadiah Rp4 Miliar”, oleh Adhiel Kundhara. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Kota Bontang Neni Moerniaeni pengelolaan sampah kemendagri