Durasi Baca: 3 menit
Ikhtisar: Harga cabai rawit di Bontang mencapai Rp95 ribu per kilogram. Pasokan terbatas dan biaya dari distributor membuat pedagang menaikkan harga, sementara warga mengurangi jumlah pembelian.
Balikpapan TV - Hai Ces! Harga cabai rawit di Bontang menembus Rp95 ribu per kilogram, setelah sebelumnya berada pada kisaran Rp45 ribu-Rp50 ribu.
Kenaikan ini terasa langsung di dapur warga. Jumlah belanja mulai dipangkas karena harga cabai bergerak naik hampir setiap hari.
Harga Cabai Rawit Naik Bertahap di Pasar Bontang
Pedagang di Pasar Taman Rawa Indah menyebut kenaikan berlangsung bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Sulis mengatakan harga pada Minggu, 30 Agustus 2026, kembali naik sekitar Rp2 ribu dibandingkan transaksi sebelumnya.
Menurutnya, harga dari distributor sudah berada di atas Rp80 ribu per kilogram sebelum sampai ke tangan pedagang.
Pasokan tersebut didatangkan dari Samarinda untuk memenuhi kebutuhan pasar Bontang. Kondisi ini membuat biaya distribusi ikut menjadi perhatian.
Pasokan Terbatas Jadi Tekanan Utama Pedagang
Pedagang menyebut keterbatasan pasokan menjadi salah satu faktor yang mendorong harga cabai rawit terus bergerak.
Cabai rawit lokal justru disebut memiliki harga sekitar Rp10 ribu per kilogram dari pasokan luar daerah.
Karena selisih tersebut, pedagang memilih mengambil barang dari luar Bontang untuk menjaga harga jual kepada konsumen.
Kondisi ini menunjukkan rantai pasok memiliki pengaruh besar terhadap harga komoditas yang cepat berubah di pasar rakyat.
Warga Mulai Mengurangi Jumlah Cabai yang Dibeli
Kenaikan harga akhirnya masuk langsung ke pengeluaran rumah tangga. Wati mengaku kini membeli cabai hanya setengah kilogram.
Sebelumnya, kebutuhan rumah tangganya mencapai satu kilogram setiap pekan karena cabai menjadi bagian penting dalam masakan sehari-hari.
Harga Rp95 ribu membuat jumlah belanja harus disesuaikan. Kebutuhan bumbu dapur pun ikut dihitung ulang.
Fenomena serupa pernah terjadi di Bontang pada Maret 2026, ketika cabai rawit sempat mencapai Rp220 ribu per kilogram.
DKUMPP Kota Bontang secara rutin memantau harga bahan pokok melalui pasar-pasar rakyat untuk menjaga stabilitas dan daya beli.
Pada 4 Agustus 2026, DKUMPP juga menjalankan WARTEK IN di Kelurahan Loktuan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi.
Harga Rp95 Ribu Bukan Sekadar Soal Cabai
Jika dibandingkan kisaran Rp45 ribu-Rp50 ribu sebelumnya, harga Rp95 ribu menunjukkan kenaikan sekitar 90 hingga 111 persen.
Kenaikan tersebut membuat harga cabai nyaris dua kali lipat, sehingga dampaknya terasa langsung bagi pembeli rumah tangga.
Persoalannya bukan hanya mahalnya cabai, tetapi bagaimana pasokan dari daerah pemasok menentukan harga akhir.
Ketergantungan pada pasokan luar daerah membuat perubahan distribusi cepat terasa di pasar Bontang. Nah, ini bagian yang patut dipantau.
Poin Penting
- Harga cabai rawit Bontang mencapai Rp95 ribu per kilogram.
- Sebelumnya harga berada pada kisaran Rp45 ribu-Rp50 ribu.
- Pedagang menyebut pasokan dari distributor sudah di atas Rp80 ribu.
- Pasokan cabai yang digunakan pedagang berasal dari Samarinda.
- Cabai lokal disebut memiliki selisih harga sekitar Rp10 ribu per kilogram.
- Warga mulai mengurangi jumlah pembelian untuk kebutuhan rumah tangga.
- DKUMPP Bontang memiliki program pengendalian harga melalui WARTEK IN.
Insight Redaksi
Kenaikan cabai rawit memperlihatkan betapa cepat biaya distribusi dan pasokan memengaruhi dapur warga. Ketika harga pemasok sudah tinggi, ruang pedagang untuk menahan harga menjadi sempit. Bontang perlu memperkuat pemantauan rantai pasok, bukan sekadar memantau harga akhir. Cabai mahal, bubuhan pembeli yang paling dulu merasakan.
Pedagang dan pembeli perlu mencermati perubahan harga harian sebelum menentukan jumlah belanja rumah tangga.
Kalau informasi ini berguna, bagikan ke bubuhan yang sedang berburu harga pangan di pasar Bontang.
Pantau terus perubahan harga pangan dan kabar Kalimantan Timur hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa harga cabai rawit di Bontang saat ini?
Berdasarkan laporan 30 Agustus 2026, harga cabai rawit di tingkat pedagang mencapai Rp95 ribu per kilogram.
2. Dari mana pedagang memperoleh cabai rawit?
Sulis menyebut pasokan yang digunakannya didatangkan dari Samarinda karena harga cabai lokal dinilai memiliki selisih sekitar Rp10 ribu per kilogram.
3. Mengapa warga mengurangi pembelian cabai?
Harga yang hampir dua kali lipat dari kisaran sebelumnya membuat sebagian warga mengurangi pembelian dari satu kilogram menjadi setengah kilogram.
4. Apakah pemerintah Bontang memiliki program pengendalian harga?
Ada. DKUMPP menjalankan WARTEK IN untuk membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
5. Apakah harga cabai rawit Bontang pernah mencapai angka yang jauh tinggi?
Ya. Pada Maret 2026, cabai rawit sempat mencapai Rp220 ribu per kilogram sebelum turun.
Editor : Arya Kusuma