Drainase HM Ardans Bontang Capai 45 Persen, Trotoar Masih Minim Fasilitas

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:06 WIB
Proyek drainase Jalan HM Ardans dipercepat kontraktor untuk mengurangi risiko genangan saat hujan deras melanda kawasan tersebut. (DOK. ADIEL KUNDHARA/KP)
Proyek drainase Jalan HM Ardans dipercepat kontraktor untuk mengurangi risiko genangan saat hujan deras melanda kawasan tersebut. (DOK. ADIEL KUNDHARA/KP)

Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Pekerjaan drainase Jalan HM Ardans Bontang terus berjalan dengan progres 45 persen, sementara fasilitas pendukung trotoar belum seluruhnya tersedia.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Proyek peningkatan drainase di Jalan HM Ardans, Bontang, masih berlangsung. Hingga Agustus 2026, progres pekerjaan disebut mencapai 45 persen, sedangkan penataan trotoar belum dilengkapi seluruh aksesori pendukung.

Pekerjaan di ruas tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki sistem drainase sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.

Kawasan Jalan HM Ardans berada di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan. Pemerintah Kota Bontang sebelumnya memang menempatkan peningkatan drainase di kawasan ini sebagai bagian dari penanganan persoalan genangan.

Progres Drainase HM Ardans Baru 45 Persen

Pengerjaan drainase Jalan HM Ardans hingga kini belum mencapai separuh keseluruhan pekerjaan.

Berdasarkan informasi yang diberitakan Kaltim Post, progres proyek berada di angka 45 persen.

Angka tersebut menunjukkan pekerjaan masih membutuhkan tahapan lanjutan sebelum seluruh saluran dapat difungsikan secara optimal.

Dalam dokumen perencanaan Pemerintah Kota Bontang, peningkatan saluran drainase Jalan HM Ardans juga tercatat sebagai program infrastruktur daerah. Salah satu dokumen pemerintah mencatat pekerjaan drainase tersebut dengan target 700 meter.

Artinya, penyelesaian proyek tidak hanya berkaitan dengan tampilan kawasan, tetapi juga berhubungan dengan kemampuan saluran mengalirkan limpasan air.

Baca Juga: Jalan Soekarno-Hatta hingga Urip Bontang Masih Rusak, Perbaikan Didorong Tahun Ini

Trotoar Sudah Dikerjakan, tetapi Aksesori Belum Lengkap

Selain drainase, pekerjaan di Jalan HM Ardans turut bersinggungan dengan penataan trotoar.

Namun, trotoar yang dikerjakan belum dilengkapi seluruh aksesori pendukung. Kondisi ini menjadi catatan karena trotoar tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki.

Trotoar idealnya mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna, termasuk melalui fasilitas pelengkap yang menunjang fungsi ruang pedestrian.

Karena itu, penyelesaian fisik trotoar perlu dilihat secara menyeluruh, bukan sekadar dari permukaan atau bentuk konstruksinya.

Jalan HM Ardans Punya Riwayat Persoalan Drainase

Persoalan drainase di kawasan HM Ardans bukan isu baru bagi Bontang.

Pemerintah Kota Bontang sebelumnya menyebut kawasan sekitar HM Ardans atau Pisangan menghadapi persoalan limpasan air. Debit air dapat meluap ketika kapasitas drainase tidak mampu mengalirkan air menuju hilir, terlebih saat kondisi pasang dan banjir rob.

Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur pengendali air di kawasan Bontang Selatan menjadi bagian penting dalam penanganan banjir.

Pemerintah juga pernah menyiapkan konsep polder di Bontang Kuala sebagai kolam retensi untuk membantu mengatur aliran air dari kawasan hulu menuju hilir.

Proyek Drainase Perlu Memperhatikan Aktivitas Warga

Pekerjaan konstruksi di ruas jalan perkotaan selalu memiliki konsekuensi terhadap aktivitas masyarakat.

Penggalian saluran, pekerjaan trotoar, hingga aktivitas alat berat dapat memengaruhi akses kendaraan maupun pejalan kaki selama proyek berlangsung.

Pengalaman proyek drainase di Bontang juga menunjukkan pentingnya koordinasi dengan utilitas yang berada di bawah permukaan jalan.

Pada 2025, pekerjaan galian parit di sejumlah kawasan Bontang bahkan pernah menyebabkan kebocoran jaringan distribusi gas kota. PT Bontang Migas dan Energi mencatat beberapa kejadian serupa berkaitan dengan pekerjaan perbaikan parit dan trotoar.

Karena itu, aspek keselamatan kerja dan koordinasi utilitas menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan hingga proyek selesai.

Penyelesaian Drainase Menjadi Bagian dari Penanganan Banjir

Drainase yang berfungsi baik menjadi salah satu elemen penting dalam sistem pengendalian genangan perkotaan.

Namun, efektivitasnya tidak berdiri sendiri. Kapasitas saluran, konektivitas menuju badan air, kondisi hilir, pasang laut, serta keberadaan fasilitas penampungan air ikut menentukan hasil akhirnya.

Konteks tersebut penting bagi Bontang karena persoalan banjir di sejumlah kawasan tidak hanya dipengaruhi kondisi saluran di satu ruas jalan.

Dengan progres 45 persen, perhatian berikutnya adalah memastikan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sekaligus menghasilkan sistem drainase yang benar-benar terhubung dan berfungsi.

Baca Juga: Air Bersih Bontang Mulai Bergilir, IPA Brigjen Katamso Dibagi Dua Zona

Poin Penting:

Insight Redaksi

Proyek HM Ardans perlu dibaca lebih luas daripada sekadar angka progres. Bagi warga Bontang, keberhasilan pekerjaan ditentukan setelah saluran benar-benar mampu mengendalikan limpasan dan trotoar dapat digunakan secara aman. Penyelesaian aksesori pedestrian juga penting agar pembangunan tidak berhenti pada konstruksi fisik. Dengan persoalan banjir yang dipengaruhi kondisi hilir dan pasang laut, konektivitas sistem drainase menjadi faktor yang tidak kalah penting dari penyelesaian satu ruas jalan.

FAQ

1. Berapa progres proyek drainase Jalan HM Ardans Bontang?

Progres pekerjaan drainase Jalan HM Ardans dilaporkan telah mencapai 45 persen per Agustus 2026.

2. Apa yang dikerjakan dalam proyek Jalan HM Ardans?

Pekerjaan mencakup pembangunan atau peningkatan drainase serta penataan trotoar di kawasan Jalan HM Ardans, Bontang.

3. Mengapa drainase Jalan HM Ardans penting bagi Bontang?

Drainase berfungsi mengalirkan limpasan air sehingga kapasitas saluran menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi potensi genangan di kawasan perkotaan.

4. Bagaimana kondisi trotoar dalam proyek tersebut?

Trotoar telah menjadi bagian dari pekerjaan, tetapi berdasarkan laporan sumber, fasilitas atau aksesori pendukung trotoar belum seluruhnya tersedia.

5. Kapan informasi proyek tersebut diberitakan?

Kaltim Post memublikasikan berita “Drainase HM Ardans Bontang Capai 45 Persen, Trotoar Tanpa Aksesori” pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 17.04 WIB, dengan penulis Adhiel Kundhara.

Sumber Informasi

“Drainase HM Ardans Bontang Capai 45 Persen, Trotoar Tanpa Aksesori”, ditulis oleh Adhiel Kundhara, Media Kaltim Post. Di-update kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Drainase Bontang Trotoar Bontang Jalan HM Ardans bontang