Durasi: 6 Menit
Topik: Ketidakpastian penempatan guru pengganti akibat kendala pendanaan honor
Ikhtisar: Seorang guru pengganti di Bontang mengaku belum bisa mulai mengajar setelah mengetahui sekolah penempatannya tidak memiliki dana BOS pusat untuk membayar honor.
Balikpapan TV - Hai Ces! Program guru pengganti yang diharapkan menjadi solusi kekurangan tenaga pendidik di sekolah negeri Kota Bontang ternyata masih menghadapi sejumlah kendala. Salah seorang peserta yang dinyatakan lolos seleksi mengaku belum dapat mulai mengajar karena sekolah penempatannya tidak memiliki dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pusat yang dapat digunakan untuk membayar honor guru.
Kondisi ini menjadi perhatian karena menyangkut kepastian kerja dan kesejahteraan tenaga pendidik yang telah mengikuti proses seleksi resmi. Apa sebenarnya yang terjadi, Ces?
Mengapa Guru Pengganti Ini Memilih Tidak Mengajar?
Guru yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut sebelumnya mengajar selama dua tahun di salah satu sekolah swasta di Kota Bontang.
Ia memutuskan mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi guru pengganti dengan harapan mendapatkan kesempatan mengajar di sekolah negeri.
Informasi mengenai penempatan diterimanya melalui pihak sekolah yang akan menjadi lokasi tugasnya. Tidak lama kemudian, surat penempatan resmi juga diterima.
"Awalnya saya dihubungi dan diinformasikan ditempatkan di SD negeri. Setelah itu surat penempatannya juga sudah keluar," katanya kepada Kaltim Post, Selasa (21/7).
Namun setelah mendapatkan penjelasan lebih lanjut, ia mengetahui sekolah tersebut tidak memiliki dana BOS pusat yang dapat digunakan untuk membayar honor guru pengganti.
Karena tidak ada kepastian mengenai gaji yang akan diterima, ia memilih tidak mengambil penugasan tersebut.
"Saya tidak mau kalau mengajar tetapi tidak digaji. Informasi soal tidak adanya dana BOS pusat itu juga tidak dijelaskan sejak awal proses penempatan," ujarnya.
Baca Juga: Motor Hilang karena Kunci Tertinggal, Warga Bontang Rugi Setelah Scoopy Digadaikan Rp1 Juta
Bagaimana Dampaknya terhadap Kondisi Ekonomi Guru?
Keputusan meninggalkan pekerjaan lama membuat guru tersebut kini berada dalam situasi yang tidak mudah.
Sebelumnya, ia memperoleh penghasilan sekitar Rp2,2 juta per bulan saat mengajar di sekolah swasta.
Pendapatan tersebut diperoleh dengan memenuhi beban mengajar 24 jam pelajaran serta tambahan kegiatan ekstrakurikuler.
Kini, setelah keluar dari sekolah sebelumnya dan belum dapat bertugas di sekolah negeri, ia mengaku belum memiliki sumber pendapatan tetap.
"Sekarang saya belum punya pendapatan sama sekali. Karena itu saya berencana melamar lagi ke sekolah swasta," tuturnya.
Situasi ini menunjukkan pentingnya kepastian administrasi dan pembiayaan sebelum penempatan tenaga pendidik dilakukan.
Apa yang Dijanjikan Saat Sosialisasi Program?
Menurut informasi yang diterima peserta saat sosialisasi awal yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, guru pengganti berpotensi memperoleh penghasilan sekitar Rp4 juta per bulan.
Nominal tersebut tentu menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta yang mengikuti seleksi.
Meski demikian, status guru pengganti tetap merupakan tenaga honorer dan tidak otomatis diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Program ini pada dasarnya disiapkan untuk mengisi kebutuhan guru akibat adanya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun di sejumlah sekolah.
Karena itu, keberadaan guru pengganti dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar.
Baca Juga: Guru Pengganti Jadi Penopang Sekolah, Tapi Honor Dibayar Bertahap Baru Cair Tiga Bulan di Bontang
Apakah Ada Peluang Penempatan di Sekolah Lain?
Berdasarkan informasi yang diterimanya, guru tersebut disebut berpeluang mendapatkan penempatan di sekolah lain pada Mei tahun depan.
Namun rentang waktu yang cukup panjang membuatnya harus mencari alternatif pekerjaan sementara agar tetap memiliki penghasilan.
Ia mengaku tidak dapat menunggu terlalu lama tanpa kepastian pekerjaan maupun pendapatan.
Bagi tenaga pendidik yang menggantungkan penghasilan dari profesi mengajar, kepastian penempatan menjadi faktor yang sangat penting.
Karena itu, berbagai pihak berharap persoalan pendanaan dapat segera menemukan solusi agar tenaga pendidik yang telah lolos seleksi tidak dirugikan.
Berapa Banyak Guru Pengganti yang Sudah Ditempatkan?
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan peserta, sebanyak 66 guru pengganti telah menerima surat penempatan.
Sebagian dari mereka sudah mulai menjalankan tugas di sekolah masing-masing.
Sementara itu, beberapa peserta lainnya masih menghadapi kendala tertentu, termasuk persoalan kepastian pembiayaan honor seperti yang dialami guru tersebut.
Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar proses penempatan telah berjalan, namun masih terdapat beberapa persoalan teknis yang memerlukan penyelesaian lebih lanjut.
Baca Juga: Revisi RTRW Bontang Ubah Banyak Hal, Ada Proyek Strategis dan Kawasan Industri
Poin Penting:
- Seorang guru pengganti di Bontang menolak penempatan karena tidak ada kepastian honor.
- Sekolah tujuan disebut tidak memiliki dana BOS pusat untuk membayar gaji guru pengganti.
- Guru tersebut sebelumnya mengundurkan diri dari sekolah swasta setelah lolos seleksi.
- Saat sosialisasi, peserta mendapat informasi potensi penghasilan sekitar Rp4 juta per bulan.
- Sebanyak 66 guru pengganti telah menerima surat penempatan.
- Sebagian guru sudah mulai bertugas, sementara lainnya masih menghadapi kendala administrasi dan pendanaan.
Insight Redaksi
Program guru pengganti sejatinya menjadi solusi penting bagi sekolah yang kehilangan tenaga pendidik karena pensiun. Namun kasus di Bontang menunjukkan bahwa persoalan pendidikan kada hanya berkaitan dengan ketersediaan guru, tetapi juga kepastian pembiayaan. Bagi tenaga pendidik yang telah meninggalkan pekerjaan sebelumnya, kejelasan honor menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan. Jika proses komunikasi dan pendanaan dapat disiapkan lebih matang sejak awal, program seperti ini berpotensi membantu sekolah sekaligus memberikan kepastian kerja bagi para guru, Ces.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami tantangan yang masih dihadapi tenaga pendidik di daerah.
Ikuti terus perkembangan dunia pendidikan, kebijakan daerah, dan informasi publik yang berdampak langsung pada masyarakat hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa guru pengganti tersebut tidak jadi mengajar?
Karena sekolah penempatannya disebut tidak memiliki dana BOS pusat untuk membayar honor guru pengganti.
2. Berapa lama guru tersebut mengajar di sekolah swasta sebelumnya?
Sekitar dua tahun sebelum mengikuti seleksi guru pengganti.
3. Berapa penghasilan yang diterimanya saat mengajar di sekolah swasta?
Sekitar Rp2,2 juta per bulan.
4. Berapa potensi penghasilan guru pengganti menurut sosialisasi awal?
Sekitar Rp4 juta per bulan.
5. Berapa jumlah guru pengganti yang telah menerima surat penempatan?
Sebanyak 66 orang berdasarkan informasi yang diterima peserta.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Guru Pengganti Keluhkan Penempatan, Tak Jadi Mengajar karena Dana BOS Pusat Tak Tersedia", oleh penulis Adhiel Kundhara. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.