Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Stempel Mie Gacoan Bikin Driver Grab Meradang! Puluhan Driver Grab Geruduk Mie Gacoan Bontang! Kurir Grab Protes Keras

Arya Kusuma • Sabtu, 12 Juli 2025 | 20:29 WIB

Para driver Grab Bontang memprotes kebijakan stempel pesanan Mie Gacoan karena dianggap merugikan kurir – momen protes dengan penuh harap dan emosi. Keyword: driver Grab, Mie Gacoan, stempel pesanan,
Para driver Grab Bontang memprotes kebijakan stempel pesanan Mie Gacoan karena dianggap merugikan kurir – momen protes dengan penuh harap dan emosi. Keyword: driver Grab, Mie Gacoan, stempel pesanan,

Balikpapantv.id - Hai Cess! Lagi-lagi dunia ojek online dibuat gerah. Kali ini giliran puluhan driver Grab yang mendatangi gerai Mie Gacoan di Jalan Imam Bonjol, Bontang, Sabtu (12/07/2025) sore.

Bukan karena pengin nongkrong atau mau traktiran, tapi karena ada kebijakan yang dianggap bikin mereka ‘kepanasan’. Masalahnya bukan receh, Cess, tapi menyangkut reputasi dan mata pencaharian para kurir. Yuk, simak kisah lengkapnya, dijamin kamu bakal bilang: “Lho kok bisa sih?”

Kronologi: Bukan Demo Biasa, Tapi Seruan Keadilan

Puluhan pengemudi Grab terlihat berkumpul di halaman Mie Gacoan sore itu. Bukan buat ngadem atau nunggu orderan, tapi menyuarakan protes keras atas kebijakan yang dianggap nggak masuk akal.

Salah satu pemicu panasnya suasana adalah stempel di kemasan makanan bertuliskan, “Pesanan sudah dicek dan diberikan sesuai nota, apabila ada kekurangan hubungi driver.”

Kalimat ini bikin para driver ‘angkat alis’, soalnya jika ada pesanan yang kurang atau salah, yang dicari malah driver—padahal mereka cuma kurir, bukan koki ataupun kasir.

Baca Juga: 500 Pelajar di Kutai Timur Tak Tertampung SMA, DPRD Kaltim Siapkan Langkah Serius

Supri Angkat Suara: “Ini Enggak Adil, Bro!”

Supri, salah satu pengemudi Grab yang ikut turun langsung, dengan tegas menyampaikan keresahannya.

“Ini enggak adil. Kalau orderan kurang harusnya komplainnya ke pihak Gacoan, bukan kami,” terang Supri.

Menurut Supri, makanan yang mereka terima sudah tersegel dan tidak bisa dicek ulang. Jadi ketika ada kekurangan, otomatis driver yang jadi sasaran komplain. Yang lebih menyedihkan lagi, akibat komplain dari pelanggan, banyak driver yang langsung dikasih bintang satu tanpa sempat membela diri.

Katanya, ada 10 driver yang mengalami hal itu. Dan efeknya? Jumlah orderan yang masuk pun jadi sepi. Duh, makin berat perjuangan para ojol ya, Cess!

Ancaman Bintang Satu = Rezeki Seret

Tak sedikit pengemudi yang mengeluhkan algoritma aplikasi jadi makin ketat kalau dapat banyak rating rendah. Dan rating satu itu bisa jadi ‘mimpi buruk’ buat para driver. Bukan cuma menyakitkan secara mental, tapi juga berdampak langsung pada penghasilan.

“Semakin seret orderan yang masuk kalau sudah komplain kekurangan,” ungkap Supri lagi.

Ini bukan cuma soal stempel, tapi juga soal keadilan. Bayangin aja, kamu kerja sesuai SOP, tapi tetap disalahkan atas kesalahan yang bukan tanggung jawabmu. Bikin makan mie pun jadi terasa ‘pedas’ sebelum diseruput, ya!

Saran dari Driver: Taruh Nomor Pengaduan, Jangan Asal Stempel!

Para driver berharap manajemen Mie Gacoan bisa lebih bijak. Solusi simpel seperti menambahkan nomor layanan pengaduan pelanggan pada stempel dinilai lebih adil dan logis.

Dengan begitu, pelanggan tahu harus komplain ke siapa jika ada masalah pada pesanan. Dan driver pun terbebas dari beban yang bukan tanggung jawab mereka. Sebuah ide brilian yang rasanya bisa jadi win-win solution buat semua pihak.

Andri dan Teman-teman Siap Tunggu Tujuh Hari

Andri, salah satu perwakilan driver yang sempat berdialog dengan pihak pengelola Mie Gacoan, mengungkapkan hasil pembicaraannya.

“Pihak pengelola belum dapat memutuskan untuk menghilangkan atau mengubah kalimat di stempel tersebut. Karena, keputusan itu merupakan kewenangan manajemen tingkat atas,” jelasnya.

Andri menegaskan bahwa para driver akan menunggu selama tujuh hari, terhitung mulai dari hari itu. Jika tak ada perubahan atau tanggapan yang memuaskan, mereka berencana untuk kembali datang.

“Kalau tidak ada keputusan untuk menghilangkan atau mengubah selama waktu yang ditentukan, kami akan sambangi kembali. Ini merugikan buat kami,” tegas Andri.

Baca Juga: 4 Sekolah SD di PPU Ini Sukses Borong Penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi Kaltim Dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia!

Respons Pihak Mie Gacoan: Masih Menunggu Atasan

Tim Balikpapantv.id sempat mencoba mengonfirmasi langsung ke pihak Mie Gacoan. Sayangnya, seorang karyawan yang hendak diwawancara mengaku belum bisa memberikan keterangan apa pun.

Kondisi ini membuat situasi makin menggantung. Para driver hanya bisa menunggu sambil berharap ada keputusan dari pusat yang bisa menyelesaikan masalah dengan adil.

Sementara itu, kerja terus berlanjut. Orderan tetap masuk, meskipun hati para kurir ini tetap was-was setiap kali membawa pesanan Gacoan.

Nasib Driver Ojol: Di Antara Rating dan Tanggung Jawab

Kejadian ini seolah membuka mata kita semua bahwa profesi ojek online itu jauh dari kata mudah. Mereka dituntut untuk cepat, tepat, ramah, dan tanpa cela. Tapi saat sistem dan komunikasi antar pihak tidak sinkron, justru driver yang harus menanggung beban.

Mereka bukan cuma pengantar makanan, tapi juga manusia dengan rasa, tanggung jawab, dan harga diri. Momen seperti ini harusnya bisa jadi refleksi bagi semua pihak—khususnya para pemilik usaha makanan—untuk lebih peduli dan adil terhadap mitra kerja mereka.

Solusi Bijak: Dengarkan Suara Mereka, Jangan Asal Teken

Sebagai pelanggan, mungkin kita bisa lebih bijak juga, ya Cess. Kalau ada masalah dalam pesanan, coba cari tahu dulu sumber masalahnya. Jangan asal klik bintang satu. Karena di balik satu rating buruk, ada dampak besar buat para pencari nafkah di jalanan.

Dan buat para pengusaha kuliner, yuk lebih terbuka mendengar aspirasi kurir. Mereka adalah bagian penting dari sistem pelayanan modern. Tanpa mereka, makanan favorit kita mungkin tak akan sampai secepat itu ke tangan kita.

Nah Cess, kamu setuju kan kalau suara kecil para kurir juga harus didengar? Yuk bantu viralkan cerita ini agar semua pihak bisa saling memahami dan menghargai. Jangan lupa share ke teman-teman kamu!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, "Bukan Sekedar Berita Biasa!"

Memang Beda!
Memang Beda!

Editor : Arya Kusuma
#Mie Gacoan Bontang #driver Grab Bontang #protes kurir ojol #stempel pesanan merugikan