Durasi Baca: 7 Menit
Topik: Perjalanan pelaku UMKM batagor mempertahankan usaha mandiri selama belasan tahun di Balikpapan.
Ikhtisar: Artikel ini membahas perjalanan usaha batagor yang dirintis dari keterbatasan modal, alasan memilih berwirausaha, proses mempertahankan pelanggan, serta peran usaha kecil dalam mendukung ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar.
Balikpapan TV - Hai Ces! Di tengah persaingan usaha kuliner yang terus bertambah, Hendra tetap mempertahankan usaha batagor miliknya yang telah beroperasi sejak 2011 di Jalan Indrakila Strat 3, Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara. Ketekunan menjalankan usaha secara mandiri membuat kios sederhana di sekitar SMKN 2 Balikpapan itu masih terus melayani pelanggan hingga sekarang.
Setiap usaha memiliki cerita yang jarang terlihat dari balik etalase. Kisah Hendra menjadi salah satu gambaran bagaimana UMKM lokal tumbuh melalui kerja keras yang dilakukan setiap hari. Ikuti sampai selesai, Ces!
Bagaimana perjalanan usaha batagor ini dimulai?
Belasan tahun lalu, Hendra memulai usahanya bukan dari kios permanen seperti sekarang. Modal yang dimiliki saat itu masih terbatas sehingga pilihan yang paling memungkinkan adalah menjajakan dagangan menggunakan sepeda motor. Cara tersebut dilakukan untuk mencari pelanggan dari satu tempat ke tempat lain. Setiap hari menjadi kesempatan mengenalkan produk kepada masyarakat sekaligus mengumpulkan pemasukan agar usaha tetap berjalan.
Perjuangan itu berlangsung cukup lama. Sedikit demi sedikit pelanggan mulai mengenal batagor buatannya. Ketika jumlah pembeli semakin stabil, Hendra akhirnya mampu membuka kios tetap di kawasan Jalan Indrakila Strat 3, tepat di sekitar SMKN 2 Balikpapan. Perubahan itu menjadi langkah penting bagi perkembangan usahanya. Kehadiran kios membuat pelanggan lebih mudah menemukan lokasi berjualan, sementara proses pelayanan juga menjadi lebih nyaman dibanding saat masih berjualan keliling.
Meski telah memiliki tempat usaha sendiri, Hendra tetap memilih mengelola seluruh aktivitas usahanya tanpa karyawan. Mulai dari menyiapkan bahan, memasak, melayani pembeli hingga merapikan kios dilakukan seorang diri setiap hari.
"Saya jualan ini dari tahun 2011."
Kalimat singkat tersebut menggambarkan perjalanan panjang yang telah dilalui. Bertahan selama lebih dari satu dekade tentu membutuhkan ketekunan, disiplin, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi usaha.
Baca Juga: Warung Sate Usia di Balikpapan Sajikan Sate Jumbo dan Tongseng Kambing Empuk
Mengapa memilih berwirausaha dibanding menjadi karyawan?
Keputusan Hendra meninggalkan pilihan bekerja sebagai karyawan memiliki alasan yang sederhana namun sangat realistis. Ia ingin memperoleh penghasilan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, berjualan memberikan pemasukan harian sehingga hasil usaha dapat langsung digunakan ketika diperlukan. Berbeda dengan pekerjaan bergaji bulanan yang mengharuskan menunggu waktu tertentu sebelum menerima pendapatan.
"Kalau jualan tiap hari pegang uang, kalau kerja nunggu satu bulan baru pegang uang."
Bagi sebagian pelaku usaha mikro, pola pendapatan harian memang menjadi salah satu alasan memilih berwirausaha. Meski pendapatan dapat berubah setiap hari bergantung pada jumlah pembeli, arus kas tetap bergerak sehingga kebutuhan operasional maupun rumah tangga dapat dipenuhi secara bertahap. Pilihan tersebut tentu memiliki tantangan tersendiri. Tidak ada kepastian jumlah pembeli setiap hari. Ada waktu ketika penjualan ramai, tetapi ada pula hari-hari yang lebih sepi. Karena itulah konsistensi membuka usaha menjadi bagian penting agar pelanggan tetap mengetahui jam operasional.
Hendra menjalankan kiosnya setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA. Jam operasional yang teratur menjadi salah satu bentuk komitmen memberikan pelayanan kepada pelanggan yang datang dari kalangan pelajar maupun masyarakat sekitar.
Apa yang menjadi ciri khas batagor yang dijual?
Batagor merupakan salah satu jajanan yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Meski terlihat sederhana, setiap penjual biasanya memiliki cara penyajian yang menjadi pembeda. Menurut Hendra, bahan dasar batagor yang dibuatnya sebenarnya hampir sama dengan bahan pembuatan bakso atau pentol. Perbedaan utama terdapat pada penyajiannya.
"Kalau pembuatan Batagor sama kayak pembuatan pentol. Bahan sama, cuma bedanya bumbu kacang dan timun."
Perpaduan bumbu kacang dengan potongan timun memberikan rasa yang khas. Kombinasi tersebut membuat batagor menjadi pilihan makanan ringan yang cukup digemari untuk disantap pada siang maupun sore hari. Lokasi usaha yang berada di sekitar lingkungan sekolah juga menjadi nilai tersendiri. Saat jam istirahat atau waktu pulang sekolah, kawasan tersebut cukup ramai sehingga keberadaan kios batagor menjadi salah satu pilihan kuliner yang mudah dijangkau.
Selain pelajar, pelanggan juga datang dari masyarakat sekitar yang telah mengenal usaha Hendra selama bertahun-tahun. Kedekatan lokasi dengan permukiman membuat kios ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi harian di kawasan tersebut.
Baca Juga: Mau Mulai Usaha dirumah! Simak Panduan Usaha Makanan Skala Dapur Rumah
Apa tantangan terbesar saat membangun usaha?
Modal menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi Hendra ketika mulai berjualan. Keterbatasan dana membuatnya belum mampu membuka kios permanen. Kondisi itu tidak membuat usaha berhenti. Justru dari keterbatasan tersebut lahir cara berjualan yang lebih fleksibel menggunakan sepeda motor untuk mendatangi calon pelanggan. Bagi banyak pelaku UMKM, fase awal seperti ini bukan hal yang asing. Sebagian besar usaha kecil berkembang secara bertahap sesuai kemampuan modal yang dimiliki. Pendapatan yang diperoleh kemudian diputar kembali agar usaha dapat berkembang sedikit demi sedikit.
Perjalanan Hendra menunjukkan bahwa perkembangan usaha sering kali membutuhkan waktu panjang. Tidak semua perubahan terjadi dalam hitungan bulan. Dalam kasus ini, prosesnya berlangsung selama bertahun-tahun hingga akhirnya memiliki tempat usaha yang lebih permanen. Ketekunan menjadi faktor yang terus terlihat dalam perjalanan tersebut. Membuka usaha setiap hari, menjaga kualitas produk, dan mempertahankan pelanggan dilakukan secara konsisten tanpa menghentikan aktivitas usaha.
Mengapa kisah UMKM seperti ini penting bagi masyarakat?
Di balik sebuah kios sederhana, terdapat peran ekonomi yang cukup besar bagi kehidupan sehari-hari. Usaha mikro bukan hanya menjadi sumber penghasilan pemiliknya, tetapi juga menghadirkan pilihan kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar. Kehadiran usaha kuliner seperti batagor milik Hendra ikut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Setiap transaksi yang terjadi membantu mempertahankan keberlangsungan usaha sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Secara nasional, UMKM juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Berbagai program pemberdayaan terus dilakukan pemerintah melalui peningkatan akses pembiayaan, pelatihan usaha, hingga pengembangan kapasitas pelaku usaha agar semakin kompetitif. Meski demikian, fondasi utama sebuah usaha tetap berada pada konsistensi pemiliknya. Kisah Hendra menunjukkan bahwa modal memang penting, tetapi kemauan untuk terus bertahan dan bekerja setiap hari memiliki peran yang sama besarnya.
Perjalanan dari berjualan menggunakan sepeda motor hingga memiliki kios sendiri menjadi contoh nyata bahwa usaha kecil dapat berkembang apabila dijalankan dengan kesabaran dan disiplin.
Baca Juga: Modal Tipis, Cuan Jalan Terus: Strategi Jualan Makanan Seribuan yang Masuk Hitungan
Tips singkat bagi yang ingin memulai usaha kuliner
-
Mulai sesuai kemampuan modal tanpa menunggu kondisi benar-benar ideal.
-
Utamakan kualitas produk agar pelanggan memiliki alasan untuk kembali membeli.
-
Buka usaha secara konsisten sehingga pelanggan mudah mengingat jam operasional.
-
Kelola keuntungan dengan bijak untuk mendukung pengembangan usaha secara bertahap.
-
Bangun hubungan baik dengan pelanggan melalui pelayanan yang ramah dan konsisten.
Kisah Hendra mungkin terlihat sederhana. Namun di balik perjalanan tersebut terdapat pelajaran bahwa usaha tidak selalu berkembang melalui langkah besar. Banyak bisnis justru bertahan karena kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari selama bertahun-tahun.
Poin Penting:
-
Hendra menjalankan usaha batagor sejak tahun 2011.
-
Lokasi usaha berada di Jalan Indrakila Strat 3, sekitar SMKN 2 Balikpapan.
-
Awalnya berjualan menggunakan sepeda motor karena keterbatasan modal.
-
Kini usaha dikelola sendiri di kios tetap.
-
Jam operasional berlangsung setiap hari pukul 09.00–18.00 WITA.
-
Penghasilan harian menjadi alasan memilih berwirausaha dibanding bekerja sebagai karyawan.
-
Batagor dibuat dengan bahan serupa pentol dan disajikan menggunakan bumbu kacang serta timun.
Insight Redaksi: Kisah Hendra memperlihatkan bahwa wajah ekonomi Balikpapan bukan hanya dibangun industri besar, tetapi juga ribuan pelaku UMKM yang membuka usaha sejak pagi hingga sore. Cerita seperti ini sering luput dari perhatian, padahal dampaknya nyata bagi lingkungan sekitar. Kada semua keberhasilan dimulai dengan modal besar. Ada yang tumbuh karena disiplin menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan. Itu yang patut terus diapresiasi, Ces.
Bila handak memulai usaha, lihat dulu contoh yang sudah terbukti bertahan bertahun-tahun. Bagikan juga artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang terinspirasi membangun UMKM lokal.
Masih banyak kisah pelaku usaha yang layak mendapat ruang karena memberi inspirasi nyata. Tetap ikuti informasi terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Sejak kapan Hendra menjalankan usaha batagor di Balikpapan?
Hendra mulai merintis usaha batagornya pada tahun 2011. Pada masa awal, ia berjualan menggunakan sepeda motor karena belum memiliki kios tetap akibat keterbatasan modal.
2. Di mana lokasi usaha batagor Hendra?
Usaha tersebut berada di Jalan Indrakila Strat 3, Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, tepatnya di sekitar kawasan SMKN 2 Balikpapan.
3. Apa alasan Hendra memilih menjadi pelaku UMKM?
Ia memilih berwirausaha karena ingin memperoleh pemasukan setiap hari. Menurutnya, pendapatan harian membantu memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus menunggu gaji bulanan.
4. Apa yang membedakan batagor yang dijual Hendra?
Hendra menjelaskan bahan dasar batagornya hampir sama dengan bakso atau pentol. Perbedaan utamanya terletak pada penyajian menggunakan bumbu kacang dan potongan timun.
5. Kapan jam operasional usaha batagor tersebut?
Kios batagor milik Hendra buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA, melayani pelajar maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi usaha.
Editor : Arya Kusuma