Topik: Transformasi Pertanian Organik Modern Lewat Drone di Mojokerto
Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Komunitas pertanian organik Brenjonk di Mojokerto mulai memakai drone untuk penyiraman dan pemupukan tanaman. Teknologi ini dinilai mempercepat kerja petani, memangkas biaya operasional hingga 40 persen, sekaligus jadi langkah menghadapi ancaman kemarau panjang dan krisis iklim.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pertanian organik yang selama ini identik dengan kerja manual mulai berubah wajah. Di Desa Penanggungan, Trawas, Mojokerto, komunitas pertanian organik Brenjonk kini memakai drone penyemprot untuk membantu penyiraman dan pemupukan tanaman. Cara ini dinilai mempercepat pekerjaan petani sekaligus menekan biaya operasional cukup besar.
Bukan cuma soal teknologi keren di atas sawah. Ada cerita soal petani lanjut usia yang kini bisa bekerja lebih ringan tanpa harus mengangkat tangki semprot ke lahan. Menariknya lagi, langkah ini juga disiapkan sebagai strategi menghadapi El Nino dan ancaman musim kering yang makin sulit ditebak.
Simak terus sampai habis, karena model pertanian seperti ini mulai dilirik jadi masa depan pangan daerah, Ces!
Kenapa Drone Mulai Dipakai di Lahan Pertanian Organik?
Karena kerja petani jadi jauh lebih cepat dan efisien. Komunitas Brenjonk mulai menggunakan drone penyemprot pertanian untuk membantu proses penyiraman sekaligus pemupukan tanaman organik di lahan mereka.
Inisiator Brenjonk, Slamet, mengatakan teknologi ini membantu petani yang sudah lanjut usia.
Penyemprotan kada lagi dilakukan manual sambil membawa tangki berat keliling sawah. Aktivitas jadi ringan dan waktu kerja lebih singkat pang.
Dalam rangkaian kegiatan Tinta Bank Indonesia Balikpapan 2026 yang digelar Jumat 22 Mei, Menurut Slamet, biaya operasional juga bisa ditekan hingga 40 persen dibanding metode konvensional. Efeknya terasa langsung di lapangan karena tenaga dan waktu kerja lebih hemat.
Bagaimana Petani Menghadapi Ancaman El Nino dan Kemarau Panjang?
Brenjonk kada cuma fokus pada teknologi drone. Mereka juga mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman El Nino dan musim kemarau panjang yang bisa memicu gagal panen.
Beberapa strategi yang dilakukan antara lain:
- Menyediakan cadangan air untuk kebutuhan lahan
- Mengatur pola tanam agar produksi tetap stabil
- Menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi cuaca
Langkah seperti ini dianggap penting karena perubahan cuaca sekarang makin sulit diprediksi. Kadada lagi pola musim yang benar-benar sama tiap tahun, nah itu sudah.
Apa Saja Tanaman Organik yang Dibudidayakan Brenjonk?
Kawasan pertanian organik di Desa Penanggungan ternyata cukup beragam. Bukan cuma padi-padian, tetapi juga puluhan jenis sayuran lokal dan impor ikut dibudidayakan.
Beberapa komoditas yang ditanam diantaranya terong, timun, pare, kailan, rukola. Variasi tanaman ini membuat hasil panen Brenjonk punya pasar yang lebih luas.
Sayuran organik mereka kini masuk ke retail modern, hotel, sampai restoran organik di sejumlah daerah. Bagi sebagian anak muda, pertanian yang dulu dianggap pekerjaan berat mulai terlihat berbeda. Ada sentuhan teknologi, pasar modern, dan peluang usaha yang makin terbuka. Kada heran minat generasi muda mulai tumbuh pelan di sektor ini, Ces.
Kenapa Pertanian Organik Berbasis Teknologi Mulai Dilirik Anak Muda?
Pertanian sekarang kada lagi identik dengan pekerjaan lumpur dan cangkul sepanjang hari. Kehadiran teknologi seperti drone membuat sektor ini terlihat lebih modern dan efisien.
Brenjonk melihat penggunaan teknologi mampu menarik perhatian generasi muda untuk kembali masuk ke dunia pertanian. Apalagi hasil panen sudah punya jalur distribusi yang jelas ke retail hingga restoran.
Ada perubahan cara pandang di sini. Pertanian bukan sekadar menanam lalu panen, tapi mulai dianggap sebagai sektor yang punya nilai bisnis sekaligus dampak lingkungan. Kombinasi itu yang mulai bikin banyak orang melirik ulang dunia tani.
Bisakah Model Pertanian Ini Diterapkan di Balikpapan?
Menurut Slamet, konsep pertanian organik berbasis teknologi cukup relevan diterapkan di berbagai daerah, termasuk Balikpapan.
Balikpapan juga termasuk wilayah yang rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau. Karena itu, efisiensi penggunaan air dan teknologi penyiraman bisa jadi solusi menarik untuk pengelolaan pertanian lokal.
Selain membantu produktivitas, pendekatan seperti ini juga dianggap mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Isu yang dulu terasa jauh, sekarang mulai terasa dekat di kehidupan sehari-hari bubuhan masyarakat.
Poin Penting:
- Komunitas Brenjonk memakai drone untuk penyiraman dan pemupukan tanaman organik
Penggunaan drone dinilai memangkas biaya operasional hingga 40 persen - Teknologi membantu petani lanjut usia bekerja lebih ringan
Brenjonk menyiapkan cadangan air dan pola tanam menghadapi El Nino - Sayuran organik hasil panen dipasarkan ke retail, hotel, dan restoran
- Konsep pertanian modern dinilai relevan diterapkan di Balikpapan
Insight: Pertanian organik modern mulai menunjukkan satu hal penting, teknologi kada selalu harus mahal dan rumit untuk dipakai petani. Drone di Brenjonk bukan sekadar alat keren terbang di atas sawah, tapi solusi nyata buat efisiensi kerja dan adaptasi iklim. Di daerah seperti Balikpapan yang rawan kemarau, pola seperti ini bisa jadi pembelajaran penting. Ketahanan pangan kada cukup cuma wacana rapat. Harus ada langkah praktis di lapangan, nah itu sudah, waktunya untuk alih teknologi melalui langkah nyata.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah baru pertanian modern Indonesia.
Ikuti terus perkembangan inovasi pangan dan teknologi lokal cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ:
- Apa itu komunitas Brenjonk?
Komunitas pertanian organik di Desa Penanggungan, Trawas, Mojokerto yang fokus pada budidaya organik dan teknologi pertanian. - Apa fungsi drone di pertanian organik Brenjonk?
Drone digunakan untuk penyiraman dan pemupukan tanaman agar lebih cepat dan efisien. - Berapa penghematan biaya operasional dengan drone?
Penggunaan drone disebut mampu menekan biaya hingga 40 persen dibanding metode konvensional. - Tanaman apa saja yang dibudidayakan Brenjonk?
Mulai dari padi, terong, timun, pare, kailan, hingga rukola. - Kenapa konsep ini relevan untuk Balikpapan?
Karena Balikpapan juga rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau sehingga membutuhkan efisiensi air dan teknologi pertanian.
Editor : Arya Kusuma