Balikpapan TV - Rabu, 10 Desember 2025, Hai Cess! Kebap lumpur viral yang awalnya heboh di Makassar, kini hadir juga di Samarinda dan langsung menyedot perhatian para penjelajah kuliner. Porsinya besar, isian tumpah ruah, dan harganya ramah kantong—kombinasi yang bikin banyak orang spontan nge-save tempatnya duluan sebelum datang.
Lokasinya pun strategis, tepat di Jalan Lambung, pasamping Pasar Ahmad, bikin tempat ini mudah ditemukan bubuhan pemburu rasa.
Nah, biar ikam ndak penasaran sampai berlarut-larut, yuk simak cerita lengkapnya. Siap-siap, ini bisa bikin perut auto lapar Cess!
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Balikpapan Meroket Jelang Nataru 2025, Cabe Tembus Rp80 Ribu!
Apa yang bikin kebap lumpur ini cepat viral dan dicari banyak orang
Kebap lumpur yang awalnya muncul di Makassar ini viral karena tampilannya yang beda dari kebap kebanyakan. Teksturnya tebal, isiannya melimpah, dan kulitnya dibalut telur hingga jadi lebih lembut dan juicy. Banyak yang bilang rasanya unik meski menggunakan bahan-bahan sederhana.
Begitu hadir di Samarinda, sensasinya langsung ramai diburu pecinta kuliner jalanan. Warga Samarinda yang terbiasa dengan makanan kuat bumbu pun merasa cocok dengan karakter kebap ini.
Selain itu, daya tarik utama kebap ini ada pada porsinya. Satu kebap besar dibelah dua sebelum disajikan—dan makan setengahnya pun sudah cukup bikin kenyang. Harga yang bersahabat juga bikin pelanggan balik lagi. Dengan dua pilihan topping, ayam Rp20.000 dan sapi Rp25.000, kebap ini berhasil menyentuh semua kalangan, mulai dari pelajar sampai pekerja kantoran. “Isian kebapnya sih banyak baner ya,” ungkap Mas Dap saat mencobanya.
Di mana lokasi kebap lumpur ini dan bagaimana suasananya
Lokasi kebap lumpur ini ada di Jalan Lambung, pasamping Pasar Ahmad—salah satu spot yang memang dikenal strategis dan ramai aktivitas setiap hari. Posisi ini bikin para pelanggan mudah mampir, baik yang sedang lewat maupun yang memang sengaja datang untuk mencicipi. Dari luar, kedainya sederhana, tapi aroma daging yang dipanggang dan telur yang dimasak langsung memancing langkah orang untuk berhenti.
Buka dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam, kedai ini hampir tidak pernah sepi. Waktu paling ramai biasanya menjelang sore dan malam hari ketika orang pulang kerja. Pembeli bisa melihat langsung proses pembuatannya, mulai dari kulit kebap yang dibalut telur hingga topping yang ditumpuk tanpa pelit.
Suasana terasa santai dan akrab, khas jajanan pinggir jalan yang selalu punya cerita. “Nggak sengaja nemu kebap ini tadi siang, dan Mas Dap langsung mampirin,” cerita Mas Dap.
Apa saja pilihan topping dan bagaimana karakter rasanya
Ada dua topping utama yang ditawarkan di kebap lumpur ini: ayam dan sapi. Pilihan ayam dihargai Rp20.000, sementara sapi Rp25.000. Meski harganya terjangkau, topping dagingnya bukan sekadar pelengkap. Potongannya cukup banyak dan dimasak dengan bumbu sederhana yang tetap terasa. Ditambah dengan sayur yang segar, saus gurih, dan kulit lembut yang dibalut telur, rasa kebap ini jadi lebih padat, creamy, dan kaya tekstur.
Yang bikin banyak orang suka adalah sensasi isian yang meluber ketika kebap dibelah dua. Tekstur kulit yang lembut berpadu dengan isiannya yang tebal, bikin setiap gigitan lebih memuaskan. Tidak perlu tambahan apa-apa lagi, rasanya sudah lengkap. Bahkan yang biasanya cepat bosan dengan makanan berminyak pun bilang kebap ini tetap nyaman di perut. “Soalnya ini gede kebapnya, makan setengahnya aja udah ngenyangin banar,” ujar Mas Dap apa adanya.
Berapa harga yang ditawarkan dan apa minuman pelengkapnya
Dengan harga Rp20.000 untuk ayam dan Rp25.000 untuk sapi, kebap lumpur ini masuk kategori ramah kantong. Untuk jajanan viral yang porsinya besar, harganya relatif lebih murah dibanding kebap premium kebanyakan.
Banyak pembeli memilih untuk dine-in cepat atau bungkus bawa pulang. Sistem pembayaran pun praktis, cukup cash langsung seperti saran Mas Dap, “Pokoknya kalau kalian penasaran, jangan lupa di-cashkan.”
Sebagai pelengkap, kedai ini juga menyediakan es manga seharga Rp5.000. Rasanya segar dan pas sebagai penetral setelah menyantap kebap yang cukup padat. Minuman ini jadi favorit bubuhan muda yang ingin menu hemat tapi tetap menyegarkan. Apalagi ketika cuaca Samarinda sedang terik, es manga ini sering jadi penyelamat tenggorokan. Dengan tambahan minuman murah ini, paket kebap lumpur terasa makin komplet Cess!
Apa tips terbaik sebelum datang mencoba kebap lumpur ini
Sebelum ikam datang, ada beberapa tips simpel supaya pengalaman kuliner jadi lebih maksimal. Pertama, datang sebelum jam ramai—sekitar jam 11 pagi atau sebelum Magrib—biar antriannya lebih cepat. Kedua, siapkan duit cash karena lebih praktis dan sesuai saran dari para pelanggan. Ketiga, kalau ikam punya selera pedas tertentu, boleh bilang dari awal supaya sausnya disesuaikan. Kebanyakan pembeli bilang level pedas bawaan sudah pas, tapi bisa ditambah kalau mau lebih nendang.
Tips terakhir, coba pesan es manga sekalian karena menunya cocok disandingkan dengan kebap yang padat. Porsinya besar, jadi ikam bisa bagi dua sama bubuhan kalau sedang hemat.
Kalau ikam suka kuliner street food yang simple tapi bikin puas, kebap lumpur ini layak masuk wishlist. Dan kalau ikam datang sore-sore, jangan lupa bawa niat kuat karena aroma panggangannya bisa bikin ikam auto lapar sebelum sempat antri Cess!
Kebap lumpur viral yang hadir dari Makassar ke Samarinda ini berhasil mencuri hati para pemburu rasa berkat porsi besar, harga ramah, dan lokasi strategis. Pilihan topping ayam dan sapi pun cocok untuk kantong anak muda.
Nah, kalau artikel ini bermanfaat, bagikan ke bubuhan ikam biar makin banyak yang tau Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' (khoirul)
FAQ
Apakah kebap lumpur ini tersedia setiap hari
Ya, kedai buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 10 malam.
Apakah bisa pesan topping tambahan
Saat ini hanya ada dua topping utama: ayam dan sapi, dengan porsi standar yang sudah melimpah.
Apakah tersedia layanan pesan antar
Belum ada info resmi, jadi lebih nyaman datang langsung ke lokasi.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.