Balikpapan TV – Hai Cess! Kota Balikpapan bergerak cepat: melalui DPMPTSP Kota Balikpapan (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) digandeng erat oleh BKPM (Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal) untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif — bagian penting dari peranan Balikpapan sebagai kota penopang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Siapa, kapan, kenapa dan bagaimana kolaborasi ini berjalan? Yuk simak.
Di tengah gelaran Balikpapan Tourism Forum (Sabtu, 8/11) di BSCC Dome, Koordinator Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Balikpapan, Revi Citrawaty, menegaskan bahwa keterlibatan BKPM dalam forum itu membuka peluang promosi hingga ke tingkat kedutaan besar luar negeri — ini jadi momentum strategis memperkenalkan potensi Balikpapan sebagai gerbang investasi IKN.
Kenapa Balikpapan jadi fokus investasi pariwisata dan ekonomi kreatif?
Balikpapan punya posisi geografis dan infrastruktur yang sudah matang, membuatnya menarik di mata investor — seperti yang disampaikan oleh Friska Aprilianti dari BKPM.
Selain itu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (kuliner, film, animasi) dianggap sebagai poros pertumbuhan baru yang bisa melibatkan banyak pelaku lokal sekaligus memperkuat nilai tambah daerah.
Bagaimana mekanisme kolaborasi DPMPTSP dan BKPM berjalan?
Lewat forum promosi seperti Balikpapan Tourism Forum, DPMPTSP menggandeng BKPM untuk membawa materi promosi ke jaringan nasional dan bahkan internasional. “BKPM dapat melihat langsung potensi kota Balikpapan dan membawa bahan promosi ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Revi.
Selain itu, DPMPTSP juga melaksanakan pendampingan usaha untuk memudahkan proses legalitas pelaku usaha wisata dan kreatif, agar semakin layak menjadi mitra investor.
Apa saja target investasi spesifik yang disiapkan Balikpapan?
BKPM menyebut ada sekitar 12 proyek strategis yang berkembang di wilayah Balikpapan dan IKN, mencakup sektor pariwisata, infrastruktur, MICE (meeting, incentives, conventions, exhibitions).
DPMPTSP juga menyebut bahwa ekosistem usaha seperti hotel, kafe, usaha kreatif harus terhubung agar potensi pariwisata dan ekonomi kreatif bisa maksimal. “Sektor pariwisata itu saling terhubung. Hotel, kafe, dan industri kreatif harus berkolaborasi agar daya tarik kota ini semakin kuat,” tutur Revi.
Apa artinya bagi masyarakat Balikpapan dan pelaku usaha lokal?
Artinya: peluang tumbuhnya usaha di sektor wisata maupun kreatif makin terbuka. Dengan dukungan legalitas dan promosi yang lebih luas, pelaku usaha lokal punya kesempatan lebih besar untuk menarik investor maupun mitra bisnis.
Tips singkat: pelaku usaha wisata/ekraf bisa mulai dari memastikan izin usaha lengkap (Nomor Induk Berusaha dan lainnya), lalu terlibat dalam event seperti forum investasi atau pameran daerah untuk memperkenalkan usahanya ke jaringan yang lebih besar.
Balikpapan makin serius memperkuat kolaborasi dengan BKPM lewat DPMPTSP untuk menggenjot investasi di pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari peran sebagai penyangga IKN. Posisi strategis kota, kesiapan infrastruktur, dan upaya pendampingan usaha lokal jadi faktor utama. Pelaku usaha lokal mendapat kesempatan lebih besar, selama mereka aktif memastikan legalitas dan ikut dalam ekosistem kolaboratif.
Bagikan artikel ini ke teman-temanmu yang punya usaha atau tertarik investasi lokal. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, ‘Bukan Sekadar Info Biasa!’ Satya
FAQ
Q1. Apakah hanya usaha besar yang bisa terlibat dalam investasi ini?
Tidak. DPMPTSP menegaskan bahwa pendampingan usaha diberikan mulai dari usaha kecil hingga sektor perhotelan dan kreatif, selama proses legalitasnya lengkap.
Q2. Kapan pelaku usaha bisa ikut-terlibat dalam forum investasi atau promosi ini?
Forum seperti Balikpapan Tourism Forum sudah dilakukan, dan DPMPTSP mengajak pelaku usaha untuk aktif ikut event dan mempersiapkan legalitas serta produk/usaha mereka agar bisa dipromosikan.
Q3. Bagaimana masyarakat biasa bisa merasakan dampak investasi ini?
Dengan investasi pariwisata dan kreatif semakin tumbuh, diharapkan muncul lapangan kerja baru, fasilitas yang lebih baik, dan ekonomi lokal yang makin dinamis — yang akhirnya berdampak ke kesejahteraan warga.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.