Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Griya Godong: Dari Hobi Membatik Jadi Inspirasi Cinta Budaya

AdminBTV • Senin, 20 Oktober 2025 | 20:44 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV – Hai Cess! Siapa sangka, dari tangan yang dulu lihai memoles wajah pengantin, kini lahir karya yang melukis keindahan di atas kain. Dialah Imelda Larasati, sosok di balik Griya Godong — rumah batik dan fashion eco-art asal Balikpapan yang tumbuh dari hobi, cinta budaya, dan semangat bertahan di tengah pandemi.

Usaha ini bermula pada tahun 2019, di masa pandemi COVID-19 yang membuat semua orang “terkurung” di rumah. Saat itu, Imelda yang berprofesi sebagai Make-Up Artist (MUA) harus berhenti bekerja karena acara pernikahan ditiadakan.

“Tiba-tiba semua berhenti. Dari situ saya balik lagi ke hobi lama, membatik,” kenang Imelda.

Dari kesunyian itu, lahir Griya Godong, tempat batik bertemu alam dan fashion modern berpadu dengan identitas lokal Kalimantan. Yuk lanjut, kisahnya inspiratif, Cess! 

Bagaimana Awal Griya Godong Tumbuh dari Sebuah Hobi?

Berawal dari keisengan yang berbuah karya, Imelda mulai bereksperimen dengan teknik membatik hingga menemukan kecintaan pada ecoprint — metode mencetak motif daun dan bunga alami di atas kain. Hasilnya bukan hanya cantik di mata, tapi juga menyimpan “cerita” dari tiap helai daun yang menempel.

Kini, koleksinya makin luas: dari kain batik dan ecoprint hingga baju wanita, pria, outer, vest kekinian, tas, syal, pasmina, jilbab, sampai sepatu handmade. Semua produk dirancang dengan sentuhan personal dan penuh makna.
Harga mulai Rp100 ribu, cocok buat kamu yang ingin tampil stylish tapi tetap cinta budaya lokal.

Apa yang Membuat Proses Membatik di Griya Godong Begitu Istimewa?

Setiap karya di Griya Godong lahir dari proses panjang dan sabar. Setiap hari, mulai pukul 10.00–17.00 WITA, Imelda sibuk mencanting, menyolet, menyelup, hingga nglorod — proses menghilangkan malam panas agar motif batik muncul dengan sempurna.
Lokasi usahanya di Prapatan RT 13 No. 4 Balikpapan, juga jadi tempat pelanggan datang untuk pesan custom motif batik.

“Banyak yang ingin batik dengan motif daun Kalimantan, ada juga yang mau gaya modern" katanya mantap.

Setiap kain yang dihasilkan terasa hidup. Ada aroma alam, jejak budaya, dan ketelatenan tangan yang mengolahnya. Proses ini seperti meditasi — tenang tapi penuh makna.

Tantangan Apa yang Dihadapi Pengrajin Batik Masa Kini?

Jadi pengrajin batik di era modern bukan perkara mudah. Imelda menyebut dua tantangan besar: minimnya regenerasi pengrajin muda, dan maraknya kain printing bermotif batik yang beredar murah di pasaran. "Maraknya tekstil bermotif batik atau printing dengan harga yang murah padahal itu bukan batik karena batik merupakan teknik kerajinan tangan yang menggunakan malam panas sebagai perintang warna dengan menggunakan canting tulis atau canting cap" tegasnya

Selain itu, anak muda kini mulai jarang memakai batik karena dianggap kuno. Griya Godong pun bergerak cepat: menghadirkan batik kontemporer dengan desain kekinian, warna lembut, dan potongan modis.
Tujuannya sederhana — agar batik tetap hidup dan dicintai generasi muda.

Bagaimana Cara Griya Godong Menyebarkan Cinta Batik Lewat Dunia Digital?

Meski berawal dari rumah kecil, kini Griya Godong aktif melayani pelanggan secara offline dan online melalui Instagram. Tiap unggahan bukan hanya menampilkan produk, tapi juga edukasi soal filosofi batik dan proses pembuatannya.

Imelda ingin mengajak lebih banyak orang — terutama kaum muda — untuk belajar, mengenal, dan memakai batik. Usahanya bukan sekadar bisnis, tapi juga misi budaya.

Harapannya, suatu saat nanti Griya Godong punya ruang lebih besar: tempat anak muda bisa belajar langsung membatik dan bereksperimen dengan bahan-bahan alam Kalimantan.

Apa Harapan Imelda untuk Masa Depan Griya Godong?

“Batik bukan sekadar kain, tapi cerita panjang tentang budaya, tangan-tangan terampil, dan jiwa yang mencintai tradisi,” tutur Imelda.

Ia ingin agar batik Balikpapan makin dikenal, bukan hanya sebagai warisan, tapi juga gaya hidup modern. Dengan inovasi, edukasi, dan cinta alam, Imelda berharap Griya Godong bisa menjadi jembatan antara tradisi dan tren masa kini.

Bagi Imelda, setiap helai batik adalah pesan kecil untuk dunia: bahwa budaya lokal bisa tetap hidup, bahkan tumbuh indah di zaman digital.

 

FAQ: Tanya Seputar Griya Godong

1. Apa keunikan produk Griya Godong dibanding batik lain?
Semua produk dibuat dengan teknik manual seperti canting tulis dan ecoprint alami, bukan printing pabrik.

2. Apakah bisa pesan desain custom?
Bisa! Pelanggan dapat memesan motif, warna, atau potongan sesuai karakter dan kebutuhan mereka.

3. Apakah Griya Godong melayani pembelian online?
Ya, Griya Godong aktif berjualan dan edukasi lewat Instagram serta melayani pengiriman ke luar Balikpapan

Dari ruang kecil di Prapatan, Balikpapan, Griya Godong menghidupkan kembali semangat membatik melalui inovasi dan cinta budaya. Di tangan Imelda Larasati, batik bukan lagi sekadar kain tradisional, melainkan karya seni yang bernafas, berjiwa, dan bercerita.

Yuk, dukung karya lokal dan tampil gaya dengan batik kontemporer dari Balikpapan! 


Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia — “Bukan Sekadar Info Biasa!” 

kain batik Kalimantan bermotif daun tampak memesona di bawah cahaya alami.
kain batik Kalimantan bermotif daun tampak memesona di bawah cahaya alami.

Editor : Arya Kusuma
#Griya Godong #UMKM Balikpapan #batik