Balikpapan TV – Hai Cess! Di tengah hiruk-pikuk kota Balikpapan, ada satu aroma yang langsung bikin orang berhenti sejenak—bau gorengan panas yang baru diangkat dari minyak. Di Jalan Patimura, tepat di seberang Yova dan di atas Terminal Batu Ampar, berdiri warung kecil sederhana milik Nel. Usaha gorengan ini bukan sekadar tempat jajan sore, tapi juga simbol keteguhan seorang perempuan yang memilih jalan mandiri setelah pandemi.
Nel memulai usahanya bukan dari nol, tapi dari pengalaman. Ia dulu ikut bude-nya berjualan di Lapangan Merdeka sebelum pandemi melanda. Setelah itu, dengan modal seadanya dan keyakinan penuh, ia memberanikan diri buka sendiri. “Dulu saya kan ikut sama bude saya di Lapangan Merdeka, sebelum corona sih. Terus ada modal, jualan sendiri saya,” ujarnya sambil tersenyum.
Dari Lapangan Merdeka ke Jalan Patimura: Awal Langkah Mandiri
Nel bukan tipe yang menunggu kesempatan datang—dia menciptakan kesempatan itu sendiri. Setelah dua tahun belajar seluk-beluk jualan dari bude-nya, ia memutuskan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Pandemi yang sempat memukul banyak usaha justru jadi titik balik baginya.
Ia sadar, jualan gorengan punya keunggulan: nggak kenal musim dan selalu dicari orang. Dari pagi sampai malam, siapa pun bisa mampir. “Kalau dibandingkan sama usaha lain, bedanya apa? Dia nggak kenal musim,” kata Nel mantap. Dan benar saja, tak peduli hujan atau panas, gorengan tetap punya tempat di hati banyak orang.
Aneka Gorengan Tusukan yang Bikin Nostalgia Masa Sekolah
Warung Nel dikenal dengan aneka gorengan tusukan yang menggoda. Dari tempe, tahu, bakwan, pisang, hingga risol—semuanya tersaji hangat dan renyah. Pengunjung datang silih berganti, dari anak sekolah, pekerja kantoran, sampai bapak-ibu yang sekadar lewat. “Penyeluruh,” kata Nel. “Kadang kan orang tua juga, kakak-kakak juga beli, ya kan.”
Tak jarang pelanggan lama mampir hanya untuk menikmati suasana sederhana di warungnya. Suara minyak yang berdesis, aroma bawang putih, dan tawa ringan dari pelanggan seolah jadi kombinasi yang bikin nyaman. Di situ, gorengan bukan cuma makanan, tapi juga kenangan yang terus diulang setiap sore.
Naik Turun Penjualan, tapi Semangat Tetap Nyala
Seperti roda kehidupan, usaha kecil juga punya ritme naik-turun. Nel mengaku tantangan terbesar bukan cuma di penjualan, tapi di kestabilan harga bahan pokok. “Tantangan jalan usaha ya, kadang naik turun,” katanya. Ketika harga minyak dan tepung melonjak, ia tak punya banyak pilihan selain menyesuaikan.
Namun, di balik tantangan itu ada harapan sederhana. “Harapannya apa ya? Bahan pokok turun aja lah, agak-agak turun dikit lah. Soalnya kalau bahan pokok naik, karena kita mau jual harga tinggi, pembeli ragu-ragu mau beli. Padahal kita ngikutin bahan pokok,” ucap Nel jujur. Kalimat itu menggambarkan keseharian banyak pedagang kecil—selalu beradaptasi tanpa kehilangan semangat.
Gorengan yang Selalu Hangat dan Mengundang
Bagi Nel, gorengan bukan sekadar dagangan. Itu adalah bentuk kemandirian, simbol kerja keras, dan cara untuk tetap berdaya. Ia percaya bahwa usaha kecil seperti miliknya punya kekuatan untuk menghidupi keluarga dan menginspirasi banyak orang. Apalagi, gorengan selalu punya tempat di hati masyarakat Indonesia—hangat, merakyat, dan sederhana.
“Dia nggak kenal musim,” kata Nel berulang dengan nada yakin. Dan di balik kata-kata itu, tersimpan pesan kuat: selama masih ada semangat dan kemauan, setiap usaha bisa terus hidup. Jalan Patimura pun seolah jadi saksi, bagaimana aroma minyak goreng dan senyum seorang Nel bisa menularkan optimisme pada siapa pun yang mampir.
Dari Jalan Patimura untuk Semua yang Rindu Cita Rasa Sederhana
Kini, delapan tahun sudah Nel menjalani usahanya. Setiap sore, aroma gorengan panas dari wajan di warungnya seolah jadi tanda bahwa semangat itu masih menyala. Ia membuktikan bahwa usaha kecil bisa tumbuh besar, asal dikerjakan dengan hati.
Bagi siapa pun yang lagi lewat Jalan Patimura, jangan ragu mampir. Rasakan sendiri sensasi gorengan tusukan yang sederhana tapi nagih. Di balik setiap tusukan tempe dan bakwan, ada kisah perjuangan yang renyah dan inspiratif.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi & Khoirul)