Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Dari Dapur Rumah, Pempek Pinkyta Tumbuh Jadi Kuliner Zuper Enak di Balikpapan dan Samarinda!

AdminBTV • Senin, 13 Oktober 2025 | 16:15 WIB

Produk Pempek Pinkyta — pempek lezat dengan tekstur zuper lembut dan empuk, dibuat dari ikan segar berkualitas di dapur higienis bersertifikat BPOM.
Produk Pempek Pinkyta — pempek lezat dengan tekstur zuper lembut dan empuk, dibuat dari ikan segar berkualitas di dapur higienis bersertifikat BPOM.

Balikpapan TV – Hai Cess! Siapa sangka, masa pandemi yang bikin banyak usaha berhenti total justru jadi awal cerita baru bagi seorang perempuan tangguh bernama Adelia Rohani. Dari dapur rumah yang sederhana, lahirlah brand kuliner lokal yang kini digandrungi banyak orang — Pempek Pinkyta. Dengan tagline khasnya “Zuper Enak, Zuper Lembut, & Zuper Empuk,” pempek ini berhasil menembus hati pelanggan, bahkan hingga ke cafe, restoran, dan hotel ternama di Balikpapan dan Samarinda.

Lahir di tengah situasi sulit, Pempek Pinkyta jadi bukti bahwa dari keterbatasan bisa lahir peluang besar. Berawal dari modal kecil dan resep keluarga, Adel bersama rekannya mulai menjual pempek buatan sendiri. Siapa sangka, usaha kecil dari rumah itu kini berubah jadi produk lokal yang legalitasnya lengkap — bersertifikat BPOM, Halal, dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Peluang Besar di Tengah Gelombang: Saat Pandemi Jadi Titik Awal Perubahan

Di masa pandemi Covid-19, banyak usaha terpaksa tutup, termasuk usaha milik Adel. Tapi justru dari situ ia menemukan jalan baru. “Saat itu kami berpikir, apa yang bisa kami lakukan dari rumah? Akhirnya kami coba buat pempek,” kenangnya.

Awalnya hanya iseng, bermodal bahan seadanya dan alat di dapur, Adel membuat pempek untuk teman dan tetangga. Tapi begitu dicoba, responnya luar biasa. Pesanan berdatangan satu per satu. Dari sana, lahirlah nama Pempek Pinkyta — simbol semangat baru yang tumbuh dari kesulitan. Kini, produk ini tak sekadar makanan, tapi juga cerita perjuangan yang terasa di setiap gigitannya.

Zuper Enak, Zuper Lembut, Zuper Empuk: Rahasia di Balik Tekstur dan Rasa

Setiap pempek yang dihasilkan Pempek Pinkyta diolah dengan standar Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) sesuai ketentuan BPOM. Bahan bakunya pun tak main-main: ikan segar pilihan dan tepung berkualitas tinggi. “Kami pastikan kebersihan diri dan lingkungan sebelum mulai produksi. Semua prosesnya dilakukan dengan teliti,” jelas Adel.

Hasilnya? Tekstur yang lembut, empuk, dan konsisten di setiap gigitan. Varian pempeknya pun beragam — mulai dari Pempek Adaan berbentuk bulat gurih (Rp70 ribu/kg), Pempek Lenjer panjang dan kenyal (Rp75 ribu/kg), hingga Pempek Kapal Selam Isi Telur yang elegan (Rp75 ribu/kg).
Varian Adaan jadi favorit masyarakat karena cocok buat camilan sehari-hari, sementara Lenjer dan Kapal Selam jadi andalan resto dan hotel karena tampilannya yang rapi dan porsinya pas untuk hidangan modern.

Baca Juga: Perjalanan Sri Astuti Wijaya: Dari Kue Kering ke Amplang, Cerita Sukses UMKM Balikpapan

Dari Balikpapan ke Samarinda: Pempek Lokal dengan Standar Global

Kini, Pempek Pinkyta resmi beroperasi di dua kota: Balikpapan dan Samarinda. Mereka melayani pembelian online dan offline, serta delivery order setiap hari mulai pukul 05.00 – 21.00 WITA. Jadi, mau makan pempek pagi-pagi atau malam hari, tinggal pesan aja, Cess!

Selain lezat, produk ini juga sudah punya segudang legalitas: NIB, BPOM, Halal, IUMK, IUP, dan SKP. Semua itu bukan sekadar formalitas, tapi wujud komitmen Adel menjaga kualitas. Dengan kemasan food grade yang rapi dan higienis, Pempek Pinkyta siap bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Belajar dari Kegagalan, Tumbuh Bersama Harapan

Sebelum sukses dengan Pempek Pinkyta, Adel sempat mencoba berbagai usaha — dan tak semuanya berjalan mulus. Tapi setiap kegagalan justru jadi bahan bakar untuk bangkit. “Kami sering ikut pelatihan, belajar dari pengalaman, dan terus bereksperimen" ungkapnya.

Tantangan terbesar di awal perjalanan adalah membangun kepercayaan pelanggan. Dari promosi mulut ke mulut hingga berani tampil di media sosial, semua dilakukan dengan tekun. Pelan tapi pasti, kepercayaan itu tumbuh. Kini, Pempek Pinkyta bukan hanya dikenal karena rasanya, tapi juga karena nilai perjuangannya. Harapan ke depan, Adel ingin produk ini menjadi kebanggaan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja serta memberdayakan nelayan lokal.

Tips UMKM ala Pempek Pinkyta: Dari Rumah Pun Bisa Jadi Besar

Dari kisah Adel, ada banyak pelajaran berharga untuk para pelaku UMKM:

1. Mulai dari yang kecil tapi konsisten. Nggak perlu modal besar, yang penting tekun.

2. Gunakan bahan lokal berkualitas. Selain efisien, juga bantu ekonomi daerah.

3. Bangun kepercayaan pelanggan. Respon cepat, jujur, dan jaga kualitas.

4. Jangan takut gagal. Setiap kesalahan adalah bagian dari proses menuju sukses.

Itulah semangat yang dibawa Pempek Pinkyta — sederhana tapi kuat, lembut tapi berkarakter. Karena sejatinya, rasa yang enak tak lahir dari bahan mahal, tapi dari ketulusan dalam mengolahnya.

Pempek Pinkyta bukan sekadar camilan, tapi bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah bisa mengubah tantangan jadi peluang besar.
Kalau kamu lagi cari inspirasi usaha yang berawal dari rumah, mungkin inilah saatnya belajar dari kisah Adel. Karena di balik setiap gigitan pempek yang “zuper lembut”, tersimpan cerita tentang ketekunan, keberanian, dan cinta pada karya lokal.

Yuk, bagikan cerita inspiratif ini biar makin banyak yang semangat memulai usahanya!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Pempek Pinkyta #frozen food homemade #UMKM Balikpapan