Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Perjalanan Sri Astuti Wijaya: Dari Kue Kering ke Amplang, Cerita Sukses UMKM Balikpapan

AdminBTV • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 18:16 WIB

 

Produk Sentra Industri Kecil Teritip (SIKT) Balikpapan, sedang memproduksi amplang khas Balikpapan yang gurih dan renyah — simbol semangat UMKM lokal.
Produk Sentra Industri Kecil Teritip (SIKT) Balikpapan, sedang memproduksi amplang khas Balikpapan yang gurih dan renyah — simbol semangat UMKM lokal.

Balikpapan TV – Hai Cess! Dari dapur kecil yang dulu sibuk dengan aroma kue kering dan roti rumahan, kini berubah jadi pusat produksi amplang yang harum menggoda. Di balik kisah itu, ada sosok perempuan tangguh bernama Sri Astuti Wijaya. Sejak 15 Agustus 2004, ia menekuni dunia kuliner hingga akhirnya melahirkan salah satu ikon oleh-oleh paling dicari di Balikpapan.

Berawal dari usaha serba ada yang dikenal dengan konsep palugada — singkatan dari “apa lu mau, gue ada” — Sri kini fokus pada olahan hasil laut seperti amplang, abon, kerupuk, stik seafood, dan pempek. Lokasi usahanya di Sentra Industri Kecil Teritip (SIKT), menjadi saksi bagaimana kerja keras, ketekunan, dan intuisi bisnis mengubah sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa.

Dari Kue Kering ke Amplang: Cerita Transformasi yang Menginspirasi

Awal perjalanannya sederhana, penuh eksperimen, dan sering kali tanpa rencana panjang. Tahun-tahun awal, Sri memproduksi kue kering, roti, hingga camilan ringan yang dijual ke tetangga dan teman. Namun seiring waktu, ia sadar bahwa pasar kue kering cepat jenuh. Butuh gebrakan baru, sesuatu yang lebih Balikpapan banget.

Lalu datanglah ide mengolah hasil laut. Tahun 2010 menjadi titik balik — saat ia memutuskan fokus di produk berbasis ikan. Dari kerupuk hingga pempek, satu per satu dikembangkan. Hingga akhirnya pada 2014, terciptalah produk yang kelak jadi bintang utama: amplang. Camilan klasik ini langsung mencuri perhatian karena rasanya yang renyah, gurih, dan autentik.

Amplang Jadi Bintang, Sri Astuti Raih Penghargaan di Istana Negara

Siapa sangka, dari dapur sederhana itu lahir produk yang mampu menembus istana. Amplang buatan Sri tak hanya disukai warga Balikpapan, tapi juga jadi incaran wisatawan. Tahun 2016, usahanya mendapat penghargaan Adi Pangan Nusantara di Istana Negara — pencapaian yang jadi kebanggaan tersendiri bagi pelaku UMKM daerah.

Dari sanalah amplang produksinya makin dikenal luas. Setiap gigitan amplang bagaikan membawa rasa laut yang khas, sekaligus semangat perjuangan perempuan yang tak menyerah. Sri membuktikan, dengan kerja keras dan komitmen menjaga kualitas, produk lokal bisa bersaing di kancah nasional.

Baca Juga: Papi Snack, Cara Asyik Makan Sayur Jadi Camilan Renyah dari Balikpapan

Konsistensi dan Struktur: Kunci Bertahan di Tengah Tantangan

Kini, bisnis Sri beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Ia menerapkan SOP operasional yang terstruktur — sesuatu yang jarang ditemukan di bisnis rumahan. Mulai dari pemilihan bahan baku ikan segar, proses penggorengan, hingga pengemasan, semuanya dilakukan dengan disiplin tinggi.

Harga produknya bervariasi, mulai dari Rp10.000 hingga Rp300.000, menyesuaikan permintaan pelanggan. Tidak hanya dijual di toko fisik, tapi juga dipasarkan secara daring (online) agar bisa menjangkau pelanggan lebih luas. Dengan begitu, produk khas Balikpapan ini bisa dinikmati siapa saja, dari Samarinda sampai Surabaya, bahkan luar pulau.

Menatap Masa Depan: Dari Oleh-Oleh Jadi Kebutuhan Harian

Meski sudah sukses, perjalanan Sri belum usai. Pasang surut pasar oleh-oleh sering jadi tantangan, apalagi ketika harga bahan baku dan alat produksi tidak stabil. Tapi bukannya mundur, ia justru menjadikannya pelajaran berharga. Setiap kendala ia hadapi dengan strategi baru, dari inovasi rasa hingga perbaikan sistem produksi.

Visinya pun jelas: menjadikan produk olahan lautnya bukan sekadar oleh-oleh, tapi bagian dari kebutuhan harian masyarakat. Ia ingin amplang, kerupuk, dan abon lautnya hadir di setiap rumah, bukan hanya saat liburan atau perjalanan pulang. Bagi Sri, ini bukan lagi soal bisnis, tapi tentang menjaga warisan rasa dan kebanggaan lokal agar terus hidup.

Sentuhan Lokal, Cita Rasa Nasional

Di Sentra Industri Kecil Teritip, aroma gurih amplang buatan Sri jadi simbol dedikasi. Setiap produk yang keluar dari dapurnya membawa kisah tentang kerja keras, disiplin, dan cinta terhadap kota Balikpapan. Ia juga terus mengikuti pelatihan untuk memperkaya pengetahuan, memastikan bisnisnya tak hanya bertahan, tapi juga berkembang seiring waktu.

Dari tangannya, amplang bukan sekadar camilan. Ia adalah bentuk penghargaan terhadap hasil laut, tradisi, dan semangat wirausaha perempuan daerah. Kini, setiap bungkus amplang yang dibeli pelanggan tak hanya menyimpan rasa gurih, tapi juga kisah perjuangan panjang yang layak diapresiasi.

Setiap rasa punya cerita, dan setiap amplang buatan Sri Astuti Wijaya adalah cerita tentang tekad, cinta, dan kebanggaan terhadap Balikpapan.

Bagikan kisah inspiratif ini agar lebih banyak orang mengenal cita rasa lokal yang mendunia!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Amplang Balikpapan #oleh oleh #UMKM Balikpapan