Balikpapan TV – Hai Cess! Siapa sangka sayur bisa jadi camilan renyah yang bikin nagih? Di tangan kreatif Slamet Rianti, sayur disulap jadi keripik gurih penuh cita rasa. Dari dapur kecil di Balikpapan Selatan, lahirlah Papi Snack — usaha lokal yang menghadirkan cara baru menikmati sayur dengan cara yang seru, sehat, dan tentu saja lezat.
Mulai dirintis sejak 2019 dan resmi mengantongi izin pada 2023, Papi Snack muncul dari ide sederhana: membuat masyarakat lebih dekat dengan sayur, tapi dalam bentuk yang tidak “membosankan.” “Dulu di Balikpapan belum ada yang jual keripik sayur, jadi saya coba bikin. Selain unik, menurut saya ini juga solusi bagi masyarakat yang ndak suka makan sayur bisa makan sayur dalam bentuk keripik sayur yang renyah dan gurih,” ujar Slamet Rianti
Dari Iseng Jadi Usaha: Awal Lahirnya Papi Snack
Awalnya, semua bermula dari rasa penasaran. Slamet hanya ingin mencoba membuat camilan sehat dari bahan sayur. Produksinya kecil, sekadar untuk dibagi ke tetangga dan teman. Tapi siapa sangka, responsnya luar biasa. Dari sanalah semangat untuk serius menggeluti usaha mulai tumbuh.
Dengan modal sekitar Rp1 juta, ia memproduksi beberapa bungkus keripik lalu berkeliling mengenalkan produknya ke masyarakat sekitar. Setiap kali ada yang bilang enak dan beda dari yang lain, semangatnya makin menyala. Dari dapur rumahan, aroma keripik gurih itu mulai menyebar dan dikenal banyak orang.
Variasi Rasa, Cita Rasa Lokal yang Menggoda
Sekarang, produk Papi Snack makin beragam. Ada keripik pare, keripik terong, keripik wortel, hingga keripik pisang. Masing-masing punya penggemarnya sendiri. Tapi yang paling laris? Pare dan pisang!
Harga produknya juga ramah di kantong, mulai dari Rp17 ribu hingga Rp130 ribu, tergantung ukuran dan jenisnya. Meski berbasis produksi rumahan di Jalan Perjuangan Ujung RT 62, Sepinggan Baru, kualitas tetap jadi prioritas utama. Semua dibuat dengan bahan segar dan proses yang higienis, karena bagi Slamet, rasa enak harus sejalan dengan mutu.
Baca Juga: Manisnya Perjuangan! Alesha Bakery Tumbuh dari Hobi Jadi Usaha Kuliner di Balikpapan
Rutinitas Penuh Makna: Dari Pasar ke Produksi
Setiap pagi, Slamet memulai harinya dengan ke pasar. Ia memilih sayur segar satu per satu — memastikan bahan baku terbaik untuk pelanggan. Setelah itu, proses produksi dimulai. Wangi sayur yang digoreng kering bercampur gurihnya bumbu menjadi aroma khas yang menandakan hari produktif dimulai.
Produksi berlangsung dari 07.00 sampai 19.00. Pemasaran dibantu reseller dan dijalankan secara offline dan online, memanfaatkan media sosial agar jangkauan semakin luas. Di sela kesibukan, Slamet tetap sempat mengikuti pelatihan pengembangan usaha, karena baginya belajar dan beradaptasi adalah kunci agar usaha tetap tumbuh dan relevan.
Tantangan Bukan Penghalang, Tapi Jalan Menuju Lebih Baik
Perjalanan tentu tidak selalu mulus. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah harga bahan pokok yang naik turun dan sulit diprediksi. Namun Slamet memilih tetap fokus dan berinovasi.
Ia berharap ke depan Papi Snack bisa memperluas jangkauan pemasaran, bukan hanya di Balikpapan, tapi juga ke daerah lain di Indonesia. Harapan sederhana dari seorang pelaku UMKM yang berangkat dari dapur rumah, tapi punya cita-cita besar: menghadirkan camilan sehat untuk semua kalangan.
Tips Cess!
Kalau kamu tertarik memulai usaha rumahan seperti Papi Snack, Slamet berbagi sedikit tips: mulai dari kecil dulu, jangan takut mencoba, dan dengarkan masukan dari pelanggan. Kadang ide sederhana justru bisa jadi pintu menuju kesuksesan. Dengan ide yang segar dan semangat yang tak pernah padam, Papi Snack bukan sekadar camilan — tapi juga bukti bahwa kreativitas bisa mengubah cara orang memandang sayur. Dari yang dulu sering dihindari, kini jadi camilan yang dicari!
Yuk, dukung produk lokal dan jadikan ngemil lebih bermakna!
Bagikan kisah inspiratif ini agar makin banyak orang mengenal karya anak Balikpapan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”