Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Wangi Pukis Jalan Kojakal! Cerita Inspiratif di Balik Usaha Kue yang Tumbuh dari Kesederhanaan

AdminBTV • Rabu, 8 Oktober 2025 | 12:57 WIB

Penjual kue pukis di Jalan Kojakal sedang memanggang pukis hangat dengan aneka rasa, simbol semangat usaha kecil yang inspiratif dan penuh makna.
Penjual kue pukis di Jalan Kojakal sedang memanggang pukis hangat dengan aneka rasa, simbol semangat usaha kecil yang inspiratif dan penuh makna.

Balikpapan TV – Hai Cess! Di tengah hiruk-pikuk kota yang terus bergerak, ada aroma manis yang seolah memanggil setiap orang untuk mampir. Dari pinggir Jalan Gerah Indah, Kojakal, tercium wangi khas kue pukis yang baru matang. Bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang semangat dan harapan seseorang yang ikut menghidupkan ekonomi kecil lewat adonan sederhana dan senyum tulusnya.

Usaha kue pukis ini dijalankan oleh seseorang yang awalnya hanya “diajak teman.” Niatnya sederhana: ingin mencoba jualan, mencari pengalaman, dan akhirnya jatuh cinta dengan prosesnya. Kini, setiap hari, wajan panas dan adonan lembut jadi saksi perjuangannya menantang cuaca dan waktu.

Rasa dan Semangat di Setiap Gigitan Pukis

Setiap potongan kue pukis yang dijual di gerai kecil ini bukan sekadar camilan, tapi potret dari kerja keras dan ketekunan. Kue pukis dengan berbagai varian rasa—mulai dari cokelat, keju, pandan, hingga topping kekinian—jadi magnet buat siapa saja yang melintas di Jalan Kojakal.

“Yang dijual kue pukis bervarian rasanya,” katanya dengan nada santai tapi penuh makna. Mungkin terdengar biasa, tapi di baliknya ada semangat yang luar biasa. Karena dari situ ia belajar tentang kesabaran, pelayanan, dan arti berjuang dari nol.

Baca Juga: Dishub Balikpapan Dorong Revitalisasi Dermaga Pelabuhan Kampung Baru untuk Tingkatkan Keselamatan Penumpang

Cuaca, Tantangan yang Tak Pernah Absen

Usaha kuliner di pinggir jalan selalu punya cerita tersendiri. Bukan cuma soal pembeli yang datang dan pergi, tapi juga tentang cuaca yang kadang bikin dagangan sepi. “Banyak sih tantangannya, ya cuaca paling sering. Pagi, hujan,” ujarnya jujur.

Namun, hujan bukan alasan untuk berhenti. Dengan terpal seadanya dan semangat pantang menyerah, ia tetap melayani pelanggan. Aroma pukis yang hangat seolah jadi penghangat tersendiri di tengah dinginnya hujan pagi. Itulah yang membuat banyak orang tetap setia mampir, bahkan ketika cuaca tak bersahabat.

Rasa yang Beda, Bukan Sekadar Manis di Lidah

Ketika ditanya apa yang membedakan usahanya dengan yang lain, jawabannya sederhana tapi penuh kejujuran. “Gak tahu juga sih, soalnya kalau yang jualan begini banyak juga sih. Cuma mungkin rasanya aja.”

Jujur, polos, tapi mengena. Kadang yang membuat usaha bertahan bukan sekadar inovasi besar, tapi ketulusan dan cita rasa yang konsisten. Di dunia kuliner, rasa yang jujur akan menemukan penikmatnya sendiri. Mungkin itulah kenapa lapak ini selalu ramai di jam-jam sore, saat aroma pukis berpadu dengan semilir angin jalanan.

Mimpi Punya Usaha Sendiri, Langkah Kecil yang Bermakna

Di balik rutinitas menyiapkan adonan, menuang ke cetakan, dan melayani pelanggan, terselip harapan yang pelan-pelan tumbuh. “Pengen punya usaha sendiri sih,” ungkapnya singkat. Tapi dari kalimat itu, jelas ada mimpi besar yang sedang dipupuk pelan-pelan.

Keinginan sederhana itu menggambarkan semangat khas para pelaku UMKM: mulai dari membantu orang lain, lalu belajar, dan akhirnya ingin berdiri di atas kaki sendiri. Dari kue pukis inilah, mimpi itu mulai dipanggang hingga matang.

Dari Jalan Kojakal, Cerita Hangat Ini Tumbuh

Gerai kecil ini berdiri di kawasan Jalan Gerah Indah, Kojakal, tepatnya di kilometer setengah. Lokasinya sederhana, tapi atmosfernya hangat. Setiap pelanggan yang datang tak hanya membeli kue, tapi juga membawa pulang sepotong kisah tentang kerja keras dan ketulusan. Bagi warga sekitar, lapak ini sudah seperti teman pagi yang menyiapkan energi sebelum beraktivitas. Ada sesuatu yang istimewa di sana—bukan sekadar rasa, tapi kehangatan manusiawi yang jarang ditemukan di tempat lain.

Kue Pukis, Simbol Harapan yang Terpanggang Manis

Kisahnya mengajarkan kita satu hal: setiap usaha punya waktu untuk mengembang. Seperti pukis yang matang perlahan, kesuksesan pun butuh kesabaran dan api yang pas. Jangan buru-buru, cukup nikmati prosesnya.

Bagikan cerita inspiratif ini ke teman kamu yang lagi butuh semangat baru!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Khoirul & Rafi)

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#semangat wirausaha kecil #usaha kue pukis #cerita inspiratif UMKM