Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Cita Rasa Warisan! Pawon Mbak Di Hadirkan Kenangan Tiga Generasi di Balikpapan

AdminBTV • Rabu, 8 Oktober 2025 | 09:07 WIB

Pawon Mbak Di aroma warisan cita rasa khas Balikpapan yang menggugah selera.
Pawon Mbak Di aroma warisan cita rasa khas Balikpapan yang menggugah selera.

Balikpapan TV – Hai Cess! Di tengah hiruk-pikuk kota minyak yang serba cepat ini, ada aroma khas yang pelan-pelan mencuri perhatian dari sudut Jalan Prapatan Dalam, Telagasari. Aroma itu datang dari dapur sederhana bernama Pawon Mbak Di”, milik Diah Retnowati, sosok yang dengan tangan dan hatinya berhasil mengubah hobi memasak jadi sumber penghidupan sejak 2017.

Semua bermula dari cinta — cinta pada masakan, pada keluarga, dan pada warisan resep yang tak lekang waktu. Dari dapur rumah, ia mulai bereksperimen, membagikan hasil masakannya ke teman dan kerabat. Mereka ketagihan, dan dari sanalah ide jualan itu muncul. “Mereka nyaranin, kenapa nggak dijual aja?” tambahnya ringan.

Dari Dapur Kecil Jadi Rasa yang Mengikat Hati

Awalnya, Pawon Mbak Di hanya tempat Diah menyalurkan hobi. Tapi siapa sangka, dari situ lahir menu-menu Nusantara yang bikin banyak orang balik lagi. Ada Rempeyek gurih renyah, Brengkes Ikan yang harum daun pisangnya bikin lapar seketika, Gado-Gado Siram yang segar dan kaya rasa, sampai Nasi Uduk Ayam Panggang Oven yang jadi primadona tiap jam makan siang.

Dan jangan lupakan Fuyunghai ala Pawon Mbak Di — menu klasik yang disajikan dengan cita rasa khas rumahan. Setiap masakan punya cerita. Bukan sekadar soal bahan dan bumbu, tapi soal tangan yang sabar, dan ingatan tentang aroma dapur masa kecil yang selalu hangat. Diah percaya, makanan buatan hati itu selalu sampai ke hati pula.

Harga Bersahabat, Rasa Nendang!

Buat kamu yang pengen makan enak tanpa bikin dompet menjerit, Pawon Mbak Di bisa jadi tempat terbaik. Harga menunya masih bersahabat banget. Mulai dari Rp18.000 untuk Brengkes Ikan, Rp20.000 untuk Gado-Gado Siram, Fuyunghai, dan Rempeyek, hingga Rp25.000 untuk seporsi Nasi Uduk lengkap dengan Ayam Panggang Oven.

Jam bukanya juga pas buat yang lagi sibuk kerja atau kuliah — dari pukul 10.00 pagi sampai 16.00 sore. Diah melayani pesanan baik secara daring maupun langsung (offline). Jadi, kamu bisa mampir langsung ke rumah produksinya atau order online kalau lagi rebahan tapi craving masakan rumahan khas Pawon Mbak Di.

Langkah Kecil, Semangat Besar

Meski belum punya cabang, semangat Diah nggak pernah padam. Ia tahu, jalan UMKM bukan tanpa rintangan. “Kadang bahan di pasar harganya naik turun, modal juga terbatas,” ujarnya jujur. Tapi tantangan itu justru bikin dirinya makin kuat. Usaha ini tetap berjalan konsisten, karena buat Diah, memasak bukan sekadar pekerjaan, tapi bentuk cinta yang harus dijaga.

Setiap pagi, ia menyiapkan bahan segar, memastikan cita rasa tetap autentik. “Saya ingin Pawon Mbak Di bisa mengikuti daya saing pangsa pasar dan berkembang,” harapnya. Dan dari ketekunan itulah, banyak pelanggan yang kini jatuh cinta pada rasa rumahan yang otentik — rasa yang sederhana, tapi membekas lama di lidah.

Baca Juga: Crumbo, Camilan Sehat dan Aman yang Lahir dari Semangat Perempuan Balikpapan

Cita Rasa yang Menyimpan Cerita

Di balik setiap suapan menu Pawon Mbak Di, ada nostalgia yang hidup. Ada cerita tentang resep turun-temurun, tentang perempuan tangguh yang menjaga rasa asli warisan keluarganya. “Salah satu resep itu udah diwariskan dari Nenek Buyut,” kata Diah. Resep itu bukan sekadar catatan dapur, tapi simbol cinta lintas generasi.

Kini, Pawon Mbak Di bukan hanya tempat beli makanan, tapi juga ruang kecil penuh kenangan. Tempat di mana cita rasa tradisional bertemu semangat zaman kini. Jadi, kalau kamu lagi di Balikpapan dan ingin menikmati sensasi makan masakan rumahan yang penuh cerita, mampirlah ke Pawon Mbak Di. Karena di sana, setiap suapan bukan cuma soal kenyang, tapi soal hangatnya rasa dan kenangan.

Tips dari Pawon Mbak Di: Jaga Warisan Lewat Rasa

Diah percaya, setiap keluarga punya resep rahasia yang layak dijaga. Dan menjaga warisan bukan berarti harus rumit. Cukup masak dengan hati, jujur pada rasa, dan rawat niat baiknya. Itu sebabnya, Pawon Mbak Di tumbuh bukan karena promosi besar-besaran, tapi dari cerita mulut ke mulut — karena rasa yang jujur selalu menemukan jalannya sendiri.

Kalau kamu juga punya hobi masak, jangan takut mulai dari kecil. Siapa tahu, dari dapurmu juga lahir rasa yang membawa rezeki. Seperti Diah, yang membuktikan bahwa dari satu panci dan semangat, bisa tumbuh usaha yang penuh makna.

Dari aroma dapur sederhana, Pawon Mbak Di membuktikan bahwa cita rasa warisan bisa jadi jalan hidup yang indah. Yuk, bagikan kisah inspiratif ini biar makin banyak yang percaya: hobi bisa jadi rezeki!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia — “Bukan Sekadar Info Biasa!”

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Resep warisan #kuliner rumahan #UMKM Balikpapan