Balikpapan TV – Hai Cess! Kadang, ide besar justru lahir dari tempat yang sederhana. Seperti yang dialami Amalia Ramadhani, perempuan asal Balikpapan yang berhasil mengubah dapur rumahnya menjadi tempat lahirnya camilan sehat bernama Crumbo — udang crispy renyah tanpa MSG, tanpa pengawet, dan bebas gluten.
Usaha ini mulai ia jalankan sejak Maret 2023, berawal dari niat sederhana: menghadirkan oleh-oleh khas Balikpapan yang berbeda. Dari situ, lahirlah camilan renyah dengan cita rasa laut yang menenangkan, tapi tetap aman untuk semua kalangan — bahkan untuk mereka yang alergi udang sekalipun.
Dari Masa Pandemi ke Peluang Baru
Ceritanya bermula di masa pandemi Covid-19. Saat banyak orang sibuk bertahan, Amalia justru menemukan peluang dari keterbatasan. “Waktu itu saya ingin bawa oleh-oleh untuk keluarga di Jawa, tapi karena aturan pembatasan, susah beli apa-apa. Akhirnya saya coba bikin sendiri udang crispy ini,” kisahnya pelan.
Camilan buatannya ternyata disukai banyak orang. Dari situ, Amalia mulai berpikir lebih jauh. Ia melihat belum ada produk oleh-oleh di Balikpapan yang berbahan utama udang.
Rasa Lokal, Kualitas yang Terjaga
Dengan modal antara Rp17 hingga Rp20 juta, Amalia mulai memproduksi Crumbo secara mandiri. Ia meracik tiga varian rasa: Original, Spicy Mild, dan Spicy Medium. Semua dibuat dari bahan segar pilihan dan diolah dengan hati-hati.
Varian Original jadi favorit anak-anak karena rasanya ringan dan gurih, sedangkan Spicy Medium jadi incaran bagi yang suka sensasi pedas. Crumbo dijual dalam kemasan 50 gram dengan harga sekitar Rp38.000. Tak sulit menemukannya, karena kini sudah bisa dibeli di Galeri UMKM Provinsi, Borneo Shop, Dekranasda Gate 9, hingga beberapa toko di Pasar Inpres dan Gedung Parkir Klandasan.
Belajar, Bertumbuh, dan Tak Berhenti Berusaha
Di balik kesuksesan Crumbo, ada rutinitas sederhana yang dijalani Amalia setiap minggu. Ia biasa memproduksi satu hingga dua kali, tergantung bahan baku yang tersedia. “Kalau musim paceklik, kadang agak sulit karena udang susah didapat,” ujarnya sambil tersenyum tipis.
Namun, di saat tak produksi, Amalia tak berdiam diri. Ia aktif mengikuti pelatihan-pelatihan UMKM dari pemerintah dan lembaga swasta. Ia tahu, usaha bukan hanya soal jualan, tapi juga soal belajar dan berkembang.
Baca Juga: UMKM Wadai Balikpapan, Dari Tradisi Kuliner Nusantara Hingga Perjuangan Mawar di Usia Senja
Dari Balikpapan, Untuk Banyak Orang
Awalnya, rumah produksi Crumbo menyatu dengan rumah tinggalnya di kawasan POKA. Tapi kini Amalia bersiap memisahkannya agar proses kerja lebih efisien. Semua langkah itu ia jalani perlahan, dengan sabar dan penuh keyakinan. Bagi Amalia, Crumbo bukan sekadar camilan, tapi wujud perjuangan.
Crumbo jadi bukti bahwa hal kecil pun bisa berdampak besar bila dikerjakan dengan ketulusan. Dari dapur rumah, Amalia menghadirkan cita rasa Balikpapan yang baru — gurih, renyah, dan penuh makna.
Kisah Amalia adalah pengingat bahwa setiap langkah kecil bisa membawa perubahan besar. Yuk, bagikan cerita inspiratif ini biar makin banyak yang mendukung produk lokal!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”