Balikpapan TV – Hai Cess! Di tengah persaingan kuliner yang makin ramai, ada satu usaha sederhana yang tetap bertahan dengan caranya sendiri. Seorang pelaku usaha di kawasan Kilo Lima Setengah, Balikpapan, memilih jalur “simple tapi jalan terus” lewat jualan ayam yang digemari semua kalangan. Berdiri sejak tahun 2019, bisnis ini tumbuh dari ide sederhana: menjual sesuatu yang mudah dijalankan, tapi tetap diminati banyak orang.
Konsepnya sederhana — jualan ayam aja, tapi dilakukan dengan sepenuh hati. Di tengah berbagai inovasi kuliner yang terus bermunculan, sang pemilik tetap percaya bahwa kesederhanaan justru bisa jadi daya tarik tersendiri. Usaha ini sepenuhnya dijalankan secara offline, melayani pelanggan dari berbagai lapisan masyarakat yang datang silih berganti setiap hari.
Sederhana Tapi Konsisten, Rahasia di Balik Jualan Ayam Ini
Usaha yang dimulai sejak 2019 ini ternyata bukan hasil perencanaan panjang. “Lebih simple aja sih,” ujar pemiliknya ketika ditanya alasan memulai usaha ini. Dari situlah kisah usaha ini bermula — tanpa strategi rumit, hanya tekad dan konsistensi.
Dalam dunia bisnis, banyak yang bilang kesuksesan datang dari hal kecil yang dilakukan berulang kali. Nah, prinsip itu juga berlaku di sini. Dengan menu tunggal berupa ayam goreng, usaha ini membuktikan bahwa fokus dan konsistensi bisa mengalahkan kompleksitas.
Persaingan Ketat, Tapi Tetap Optimis
Setiap pelaku usaha pasti punya tantangan. “Persaingan,” katanya singkat saat ditanya hal tersulit selama menjalani bisnis. Di Balikpapan sendiri, menu ayam memang bukan barang baru — banyak yang jual. Tapi di tengah padatnya kompetisi, ia memilih tetap tenang, menjadikan persaingan sebagai motivasi.
Menurutnya, kunci bertahan bukan sekadar harga murah atau promosi besar-besaran, tapi bagaimana menjaga kepercayaan pelanggan. Dengan pendekatan yang sederhana, usaha ini tetap punya pelanggan setia yang datang karena rasa, bukan sekadar harga.
“Paling Simple Ya Jualan Ini” – Filosofi dari Hati
Ketika dibandingkan dengan usaha lain, ia menjawab jujur, “Ya, paling simple ya jualan ini, kentaki kayak gitu. Paling simple aja.” Kalimat yang sederhana tapi penuh makna. Di balik kesederhanaan itu tersimpan filosofi hidup: kadang yang mudah justru yang paling efektif.
Usaha ini bukan sekadar soal jualan ayam, tapi juga tentang cara berpikir praktis dalam berbisnis. Banyak orang terjebak dalam konsep besar yang sulit dijalankan, sementara pelaku usaha ini membuktikan, kesederhanaan bisa jadi kekuatan utama.
Dari Kilo Lima Setengah untuk Semua Kalangan
Beroperasi di kawasan Kilo Lima Setengah, usaha ini jadi salah satu tempat kuliner yang dekat dengan masyarakat sekitar. Target konsumennya? “Semuanya, semua kalangan,” ujarnya tanpa ragu. Dari pekerja kantoran sampai pelajar, semua bisa menikmati ayam gorengnya.
Menariknya, meski tidak mengandalkan platform online, usahanya tetap stabil. Ini jadi bukti bahwa sentuhan langsung, sapaan hangat, dan pelayanan ramah masih punya tempat di hati pelanggan — sesuatu yang kadang hilang di era digital.
Harapan Sederhana, Langkah yang Pasti
Ketika ditanya tentang harapan ke depan, jawabannya singkat tapi sarat makna: “Ya, mudah-mudahan lancar gitu aja.” Tidak muluk-muluk, tapi realistis dan tulus. Di tengah tren bisnis yang kadang serba instan, sikap seperti ini terasa menyegarkan.
Harapan sederhana itu sejalan dengan semangat usahanya: tetap berjalan, tetap melayani, dan tetap jadi pilihan masyarakat. Di dunia yang berubah cepat, konsistensi adalah bentuk keberanian — dan usaha ini jadi contohnya.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (shifa & koirul)