Balikpapan TV - Hai Cess! Di tengah derasnya tren kuliner kekinian, ada satu jajanan lawas yang masih setia bertahan di jalanan Balikpapan. Namanya opak singkong, camilan sederhana berbahan dasar singkong yang diwariskan turun-temurun. Usaha ini dijalankan oleh seorang pedagang asal Samarinda yang kini mengais rezeki di kota minyak.
Usaha yang berawal dari anjuran keluarga ini terbukti bukan sekadar iseng. Bertahun-tahun dijalani dengan penuh kesabaran, pedagang ini tetap teguh mengangkat opak sebagai pilihan jajanan yang tak lekang dimakan zaman. Jualannya sederhana: hanya opak singkong, tanpa tambahan menu lain. Namun justru kesederhanaan inilah yang membuatnya unik dan autentik.
Opak Singkong, Rasa Lawas yang Selalu Bikin Kangen
Opak singkong bukan sekadar camilan biasa, tapi juga nostalgia yang melekat pada banyak orang. "Ini cuma opak aja, opak singkong. Jajanan orang dulu," ucap sang penjual dengan nada ringan. Kalimat itu terasa sederhana, tapi penuh makna.
Di tengah ramainya jajanan modern, opak singkong tetap punya tempat istimewa di hati para penikmatnya. Teksturnya yang renyah berpadu dengan rasa gurih, membuat siapa pun yang mencicipi seolah ditarik ke kenangan masa kecil di kampung halaman.
Tantangan di Balik Dagangan Jalanan
Menjalani usaha opak bukan tanpa rintangan. Tantangan paling besar justru datang dari cuaca. "Hujan," jawabnya singkat ketika ditanya apa yang paling berat dalam berdagang. Satu kata, tapi sudah cukup menggambarkan kesulitan yang dialami pedagang kaki lima.
Hujan bisa membuat dagangan sepi, bahkan kadang harus berhenti berjualan. Namun, semangat tetap dijaga. Karena bagi sang pedagang, usaha ini adalah jalan hidup yang sudah ia pilih, dan sudah terbukti bisa bertahan sampai sekarang.
Keunikan yang Membuatnya Tetap Dicari
Saat banyak UMKM berlomba-lomba menghadirkan produk baru dengan konsep modern, usaha opak singkong ini justru menonjol karena keunikannya. "Umpamanya kalau soal baru, kali ini biar seakan namanya ada," katanya, menegaskan bahwa kehadiran opak tetap punya identitas tersendiri.
Keunikan itu bukan cuma soal rasa, tapi juga soal makna. Opak singkong adalah simbol kesederhanaan yang tetap relevan. Bagi sebagian orang, membelinya bukan sekadar soal mengganjal perut, tapi juga bentuk menghargai tradisi kuliner lawas yang masih bertahan.
Lokasi Jualan: Dari Samarinda Hingga Balikpapan
Usaha ini memang berawal dari Samarinda, tapi kini lebih sering ditemukan di Balikpapan. "Kalau mau beli, ini kan dari Samarinda. Jualannya di Balikpapan, biasanya di pinggir-pinggir jalan," jelasnya. Lokasi jualan yang berpindah-pindah di pinggir jalan membuatnya mudah ditemukan oleh warga yang sedang lewat.
Jajanan lawas ini memang lebih akrab dengan suasana jalanan. Bukan di mal, bukan juga di kafe. Justru di tepi jalan, opak singkong menemukan jati dirinya. Pedagangnya setia menanti, sementara para pembeli datang dengan rasa rindu pada camilan tradisional yang sederhana tapi sarat kenangan.
Opak singkong di Balikpapan bukan sekadar camilan, tapi juga cerita hidup tentang perjuangan, kesederhanaan, dan keteguhan hati. Jadi kalau lagi lewat dan ketemu penjual opak singkong di pinggir jalan, jangan ragu mampir. Dukung kuliner lokal, nikmati rasa lawas, dan bagikan kisah ini ke teman-temanmu.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (Rafi)