Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Kisah Ojek Motor Pinggir Jalan Tanpa Aplikasi Online! Mengapa Bapak di Batu Ampar Tetap Setia Menanti Penumpang di Jalan Patimura Balikpapan

AdminBTV • Kamis, 2 Oktober 2025 | 14:33 WIB
Seorang tukang ojek tradisional di Jalan Patimura Batu Ampar menanti penumpang, potret perjuangan transportasi non-online.
Seorang tukang ojek tradisional di Jalan Patimura Batu Ampar menanti penumpang, potret perjuangan transportasi non-online.

Balikpapan TV - Hai Cess! Di sudut Jalan Patimura, Batu Ampar, masih ada sosok yang setia dengan motornya, menanti penumpang yang mampir. Bukan bagian dari aplikasi online, bapak satu ini memilih tetap ngecek jalan secara mandiri. Sejak pagi, ia berangkat mencari rezeki, lalu siang pulang sebentar untuk sholat dan beristirahat di rumah.

Usai itu, sore hari sudah jarang turun lagi karena sepinya penumpang. "Sepi soalnya. Orang sekarang ikut online semua, kan?" ujarnya. Meski begitu, baginya lebih baik tetap mencari nafkah meski tipis, daripada hanya duduk diam di rumah.

Perjalanan Panjang Sejak 1983: Dari Kayu ke Ojek

Tak banyak yang tahu, jauh sebelum jadi tukang ojek, beliau pernah berusaha di bisnis kayu sejak tahun 1983. "Lama, saya dulu tahun 1983 saya sudah ngecek dulu. Lama juga ya Pak? Lama, tapi udah ngecek aja bisnis kayu, segala macam-macam. Sekarang sudah tua, ngecek lagi," kenangnya.

Kayu yang ditebang dari hutan dibawa ke kota dan disalurkan ke kios-kios. Gelombang kayu itu disetor ke somil hingga kios besar, tergantung permintaan. Namun seiring usia dan perubahan zaman, ia kembali mencari nafkah sederhana dengan motornya.

Rutinitas Sehari-Hari di Jalan Patimura

Rutinitasnya kini sederhana. Berangkat pagi, menanti penumpang di pinggir jalan, lalu kembali pulang menjelang siang. "Aduh kalau ojek ini sekarang ini sudah ada harapan cuma daripada di rumah aja," katanya lirih. Setiap hari dihabiskan di lokasi yang sama, berharap ada orang yang mampir dan butuh jasanya.

Meski tidak seramai dulu, semangatnya tak padam. Ia tahu kondisi sekarang memang berat. Transportasi online sudah jadi pilihan utama. Tapi ada kepuasan tersendiri saat masih bisa menjalani rutinitas yang sudah lama dikenalnya.

Tantangan dan Harapan di Era Online

Tantangan utama jelas: sepinya pelanggan. Hampir semua orang memilih aplikasi online karena dianggap lebih praktis dan aman. "Kita kan ujian biasa aja," katanya pasrah. Namun tetap saja, ia masih bertahan demi rezeki yang halal.

Harapan sederhana terselip di hatinya, "Harapannya coba rame aja sih. Rame sama sana. Tapi orang mocek sepinya begini, ya cuma daripada di rumah." Kata-kata itu terdengar jujur, menandakan tekad untuk terus berjalan meski langkah terasa berat.

Batu Ampar, Saksi Setia Perjuangan Ojek Tradisional

Lokasi tempatnya mangkal, Jalan Patimura, Batu Ampar, menjadi saksi perjalanan panjangnya. Dari masa muda di bisnis kayu, hingga usia senja bersama motor tua yang menemaninya mencari nafkah. Jalan itu seakan merekam jejak perjuangan hidup yang penuh lika-liku.

Ojek tradisional kini memang makin jarang ditemui. Tapi kehadiran mereka adalah pengingat bahwa ada generasi pekerja keras yang pernah menopang mobilitas kota sebelum aplikasi hadir. Di tengah riuhnya transportasi digital, mereka tetap jadi bagian dari wajah humanis kota.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Editor : Arya Kusuma
#ojek tradisional Balikpapan #transportasi lokal Balikpapan #transportasi non online