Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Dari Fajar ke Siang, Perjuangan Penjual Nasi Kuning di Balikpapan yang Tak Pernah Lelah Menyajikan Kehangatan

AdminBTV • Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:59 WIB

Mama Reyhan, penjual nasi kuning di Jl. Soekarno Hatta Balikpapan, setia berjualan sejak pagi dengan menu sederhana penuh kehangatan.
Mama Reyhan, penjual nasi kuning di Jl. Soekarno Hatta Balikpapan, setia berjualan sejak pagi dengan menu sederhana penuh kehangatan.

Balikpapan TV - Hai Cess! Pagi di Jl. Soekarno Hatta Balikpapan selalu punya cerita. Di tengah lalu lintas yang mulai padat, ada aroma nasi kuning hangat yang menyapa setiap orang lewat. Aroma itu datang dari lapak sederhana milik Banur, atau akrab dipanggil Mama Reyhan. Sudah sejak Ramadhan tahun lalu, ia setia hadir setiap hari dengan menu khas yang jadi teman sarapan warga kota minyak.

Lapak kecil itu bukan sekadar tempat jualan, tapi juga jadi saksi semangat seorang ibu. Dari pukul 6 pagi sampai 11 siang, Mama Reyhan dengan ramah melayani siapa saja yang mampir. Harga seporsi nasi kuningnya pun ramah di kantong, mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Bagi sebagian orang, mungkin hanya sekadar sarapan. Tapi bagi Mama Reyhan, setiap piring nasi kuning adalah harapan baru.

Bangun Sebelum Fajar, Demi Hidup yang Terjaga

Hidup Mama Reyhan dimulai lebih awal dari kebanyakan orang. Saat sebagian besar masih lelap, pukul 3 dini hari ia sudah sibuk di dapur. Api kompor menyala, aroma bumbu tumis perlahan memenuhi ruang. Dari situ lahir nasi kuning hangat yang nanti mengisi perut banyak orang.
Ada lelah yang nyata, tapi lebih besar lagi rasa syukur yang membuat langkahnya ringan.

Menu Sederhana, Kehangatan yang Tak Tergantikan

Seporsi nasi kuning di lapaknya memang tidak penuh embel-embel mewah. Nasi pulen, sambal gurih, ditambah lauk telur, ayam, atau ikan. Tapi entah bagaimana, rasa sederhana itu justru terasa istimewa.
Pembelinya pun beragam. Ada sopir yang mampir sejenak sebelum melanjutkan perjalanan, pekerja kantoran yang buru-buru masuk kerja, hingga mahasiswa yang mencari sarapan hemat. Mereka duduk, makan, lalu melanjutkan hari dengan perut kenyang.

Baca Juga: UMKM Kios Burung Fendi Balikpapan Jadi Pilihan Baru Pecinta Hewan dengan Harga Terjangkau dan Koleksi Lengkap

Jatuh Bangun Dagang, Tetap Kuat dengan Senyum

Tidak setiap hari lapaknya ramai. Kadang hanya segelintir pembeli yang datang. Kadang hujan deras membuatnya harus bersabar menunggu. Tapi tak pernah sekali pun Mama Reyhan terlihat putus asa. Dari kesederhanaannya, kita bisa belajar bahwa rezeki memang tidak selalu banyak, tapi selalu ada bagi yang sabar dan mau berusaha.

Harapan Sederhana, Doa yang Mengiringi Setiap Pagi

Mama Reyhan tidak bermimpi muluk-muluk. Ia hanya ingin dagangannya makin dikenal, pembelinya bertambah, dan bisa terus menafkahi keluarganya dengan cara halal. Harapannya sederhana, tapi langkahnya penuh keteguhan.


Dari lapak kecil di tepi jalan, ia menunjukkan bahwa kerja keras yang konsisten bisa membawa kebahagiaan. Setiap sendok nasi kuning bukan cuma soal rasa, tapi juga cerita perjuangan seorang ibu menjaga hidup tetap hangat.

Kisah Mama Reyhan bukan sekadar tentang nasi kuning, tapi tentang keteguhan seorang ibu yang menjaga tradisi rasa di tengah hiruk-pikuk kota. Kalau cerita ini menyentuh hati, bagikanlah agar semakin banyak orang terinspirasi.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Kisah inspiratif pedagang kecil #Usaha kuliner Balikpapan #UMKM Balikpapan