Balikpapan TV - Hai Cess! Di tengah hiruk-pikuk Balikpapan, ada aroma khas yang bikin orang menoleh: salome goreng dan salome rebus. Usaha kuliner yang sudah dirintis dua dekade ini kini tetap bertahan dengan sederhana, penuh semangat, dan masih jadi favorit banyak orang.
Usaha ini dijalankan oleh Taka, pemilik cabang yang baru dua tahun ikut meneruskan warisan pamannya. Berlokasi di Jalan Tiung, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, usaha ini melayani konsumen dari berbagai kalangan—mulai anak sekolah hingga orang-orang yang sekadar lewat.
Tradisi Kuliner yang Terus Hidup
Salome goreng bukan sekadar jajanan pinggir jalan. Bagi Taka, ini adalah cara untuk tetap berpenghasilan dari sesuatu yang sederhana. “Motivasinya... Mencari uang aja,” ungkapnya jujur tanpa basa-basi.
Meski terlihat kecil, usaha ini punya sejarah panjang. Paman Taka sudah merintisnya sejak 20 tahun lalu. Kini, Taka mencoba mempertahankan semangat itu lewat cabang yang ia kelola. Dua tahun berjalan, ia tetap teguh menjaga rasa dan keaslian resep keluarga.
Lokasi Strategis, Target Anak Sekolah
Dengan memilih lokasi di Jalan Tiung, usaha ini tidak pernah sepi pengunjung. Target konsumen jelas: anak sekolah dan orang yang lalu-lalang di sekitar. Posisi di pinggir jalan membuat orang mudah singgah meski hanya sebentar.
Promosi pun sederhana. Taka mengaku tidak mengandalkan online atau media sosial. “Kalau promosi, kita cuma jual di pinggir jalan aja,” katanya. Justru lewat cara konvensional ini, usaha salome tetap dikenal luas oleh masyarakat sekitar.
Bahan Baku dari Pasar, Rasa yang Konsisten
Racikan salome goreng maupun rebus tetap konsisten karena semua bahan baku segar diambil dari Pasar Sepinggan. Setiap pagi, bahan diolah dan disajikan untuk pembeli yang sudah terbiasa dengan rasa khasnya.
Taka percaya, konsistensi kualitas adalah kunci. Meski sederhana, setiap potongan salome yang digoreng maupun direbus punya cita rasa yang membuat pelanggan balik lagi. Itu yang membuat usaha ini bisa bertahan hingga kini.
Tantangan dan Harapan di Balik Gerobak
Seperti usaha kuliner pinggir jalan lainnya, tantangan terbesar ada pada cuaca. Hujan deras sering jadi penghalang, tapi modal dan persiapan selalu diputar agar tetap jalan. “Kalau modal kita sudah persiapkan sih, jadi harus mutar,” ujarnya.
Pencapaian besar memang belum tercatat, tapi permintaan meningkat saat ada event sekolah, terutama saat perayaan Maulid atau kegiatan besar lainnya. Kedepan, Taka berharap bisa mendirikan usaha miliknya sendiri. Pesannya untuk pelaku UMKM lain sederhana tapi penuh makna: “Semangat tetap berjuang.”
UMKM seperti Salome Goreng Jalan Tiung adalah wajah nyata perjuangan sederhana anak bangsa. Dari pinggir jalan, lahirlah inspirasi tentang kerja keras dan keteguhan hati. Mari dukung, bagikan kisah ini agar semakin banyak orang terinspirasi!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"