Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Inspirasi Usaha Kuliner! Kisah Ibu Ting Ting Riali Merintis Dagangan Nasi Kuning di Balikpapan Sejak 2024

AdminBTV • Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:28 WIB

Potret Ibu Ting Ting Riali pedagang nasi kuning di samping SMP 14 Balikpapan, menunjukkan semangat usaha kuliner lokal yang penuh inspirasi.
Potret Ibu Ting Ting Riali pedagang nasi kuning di samping SMP 14 Balikpapan, menunjukkan semangat usaha kuliner lokal yang penuh inspirasi.

Balikpapan TV - Hai Cess! Di balik aroma sedap nasi kuning dan nasi pecel yang tersaji hangat di sekitar SMP 14 Renggut, ada sosok sederhana bernama Ibu Ting Ting Riali. Perempuan tangguh ini sudah setahun menekuni usaha kuliner dengan modal awal yang relatif minim, hanya tiga hingga lima juta rupiah. Namun, dari modal kecil itu ia bisa merintis usaha yang kini jadi penghidupan keluarganya.

Memulai pada tahun 2024, usaha kuliner yang dijalankannya bukan sekadar menjual makanan, tapi juga membawa cerita perjuangan. Dari rutinitas bangun dini hari, menyiapkan hidangan, hingga menghadapi risiko sepi pembeli karena hujan, Ibu Ting Ting tetap konsisten menjaga cita rasa dan kualitas dagangan. Lalu, bagaimana sebenarnya perjalanan usaha ini? Yuk kita kupas lebih dalam.

Perjalanan Awal Ibu Ting Ting: Dari Modal Kecil ke Harapan Besar

Awal mula usaha ini terbilang sederhana. Berbekal modal tiga juta rupiah, ia memberanikan diri untuk membuka lapak. Modal terbesar dikeluarkan untuk bahan pokok, perlengkapan masak, hingga peralatan berjualan. Jumlahnya memang kecil, tapi cukup untuk menjadi pintu masuk ke dunia usaha.

Dalam satu tahun berjalan, usaha ini mulai dikenal warga sekitar SMP 14. "Modal yang dibutuhkan ya, minim sekitar 3 juta. Paling banyak ya sekitar 5 jutaan," ujar Ibu Ting Ting dengan nada tenang. Dari jawaban singkat itu tergambar betul keyakinannya untuk maju, meski dengan keterbatasan.

Tantangan Harian: Antara Hujan, Sepi, dan Pelanggan yang Kembali

Berdagang makanan di lapangan terbuka tentu tak lepas dari risiko. Hujan seringkali membuat lapak sepi, meski sesekali juga disambut ramainya pelanggan. "Tantangannya kadang ada resiko hujan, kadang kan sepi," tuturnya. Namun, baginya, pelanggan yang setia datang kembali adalah semacam hadiah dari kerja keras.

Ada kalanya pelanggan tak kembali, tapi ia memandang itu hal biasa dalam dunia usaha. Fluktuasi pembeli tak pernah memadamkan semangatnya. Justru, itu jadi bahan evaluasi agar selalu memperbaiki kualitas rasa, menjaga harga tetap ramah, dan konsisten dengan menu khas seperti nasi kuning, pecel, hingga nasi jagung.

Baca Juga: Dari Lighting Murah Hingga Mic Clip-On! Begini Cara Gen Z Konsisten Bikin Konten Shorts Jadi Rutinitas yang Kreatif dan Berdaya Guna

Rutinitas Pagi Buta: Dari Jam Dua Dini Hari Hingga Malam

Dibalik seporsi nasi hangat yang tersaji rapi, ada perjuangan tak terlihat. Ibu Ting Ting memulai harinya sejak jam setengah dua dini hari. Malam pun ia gunakan untuk persiapan bahan. "Pagi bangunnya ya jam sekitar setengah dua, buat nyiapin ini semua," katanya. Dari situ jelas terlihat betapa gigihnya ia membagi waktu antara istirahat dan bekerja.

Lapaknya resmi buka jam enam pagi dan tutup sekitar jam sepuluh malam. Rutinitas panjang ini dijalani nyaris tanpa keluhan. "Kalau siangnya itu kan prepare, kalau malam itu kan mengerjakan," ucapnya. Dari dapur kecilnya, lahirlah aroma yang membangunkan selera warga sekitar sekolah.

Harapan dan Masa Depan: Pelan Tapi Pasti

Meski baru setahun merintis, harapan besar tetap ia genggam. Ia ingin usaha ini kelak mampu mencukupi kebutuhan keluarga bahkan membuka cabang baru. "Harapannya yakin dapat hasil-hasil yang lebih banyak ya, nggak bisa mencukupi keluarga. Nggak mau buka cabang lagi itu Insyaallah kalau memang sebenarnya kepingin sih tapi kan kita namanya manusia ya pelan-pelan aja dulu," ungkapnya.

Lokasi jualan yang kini menempel di samping SMP 14 Renggut menjadi saksi perjalanan. Dahulu ia berjualan di depan sekolah, namun karena ada pembangunan, ia harus pindah. Meski berpindah, pelanggan tetap datang mencari, karena sudah tahu rasanya yang khas. Baginya, selama ada niat dan konsistensi, masa depan usahanya tetap punya harapan cerah.

Perjalanan Ibu Ting Ting Riali adalah bukti bahwa ketekunan bisa mengubah modal kecil jadi berkah besar. Semoga kisah ini memberi inspirasi buat siapa pun yang ingin memulai usaha. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Inspirasi usaha kecil #Usaha kuliner Balikpapan #UMKM makanan tradisional