Balikpapan TV - Hai Cess! Di tengah riuhnya Terminal Batu Ampar, ada satu minuman sederhana yang jadi sorotan Es Teh Jumbo namanya. Minuman ini tak hanya jadi penyelamat dahaga, tapi juga bukti ketangguhan seorang wanita paruh baya bernama Sutin. Dengan gelas besar dan harga ramah kantong, es teh jumbo racikan Sutin kini jadi favorit penumpang, sopir, hingga warga sekitar.
Sejak pagi, tepatnya sekitar pukul 9, warung kecil di tepi Jalan Patimura, persis di seberang terminal, sudah mulai beroperasi. Dari balik meja sederhananya, Sutin melayani pembeli dengan senyum tulus. Ceritanya berawal dari masa sulit ketika pandemi melanda, membuat usaha nasi kuning yang ia jalani sejak 2002 terpaksa surut. Namun, bukannya menyerah, Sutin justru banting setir berjualan es teh jumbo hingga jus buah demi menyambung hidup.
Dari Nasi Kuning ke Es Teh Jumbo, Perjalanan Penuh Makna
Sutin bukan nama baru di kawasan Batu Ampar. Dua dekade lamanya ia sudah berjualan nasi kuning, hidangan khas yang dulu ramai dibeli para sopir angkot. Namun, pandemi COVID-19 mengubah segalanya. Terminal yang biasanya ramai jadi sepi, membuat dagangannya tak lagi laku seperti dulu.
“Kalau dulu kan jualan nasi kuning rame tukang angkot beli, sekarang sepi sudah makanya ganti jualan es,” ucap Sutin sambil mengaduk gelas besar es teh yang jadi andalannya. Dari situ, lahirlah ide sederhana yang kemudian membuat warung kecilnya bangkit kembali.
Segelas Jumbo, Segudang Cerita Kehangatan
Tak ada yang menyangka, segelas es teh jumbo bisa jadi cerita panjang tentang perjuangan hidup. Gelas besar penuh teh manis dingin itu kini jadi ikon sederhana di Terminal Batu Ampar. Dengan harga yang terjangkau, siapa pun bisa menikmati kesegaran yang ditawarkan.
Para sopir angkot, penumpang yang baru turun, hingga pekerja sekitar terminal kerap mampir. “Kalau panas gini, minum es teh jumbo Bu Sutin rasanya nyaman banarr,” ujar seorang pembeli sambil tertawa kecil. Cerita-cerita ringan semacam itu justru menjadi bukti bagaimana minuman sederhana bisa menciptakan suasana kebersamaan.
Warung Sederhana di Jalan Patimura, Lokasi yang Strategis
Warung Sutin berdiri sederhana di seberang terminal, dengan meja kayu, bangku plastik, dan deretan termos besar. Meski tempatnya sederhana, lokasinya sangat strategis—setiap orang yang melintas seolah tak bisa menahan godaan untuk mampir.
Mulai dari jam 9 pagi, warung itu biasanya sudah mulai ramai. Ada yang singgah sebentar hanya untuk minum, ada pula yang membawa pulang beberapa gelas sekaligus. Kesederhanaan tempat itu seolah jadi rumah singgah kecil bagi siapa saja yang ingin beristirahat sejenak.
Harapan Sutin: Rezeki Mengalir, Hidup Terus Berjalan
Di balik senyum ramahnya, Sutin menyimpan harapan besar. Ia ingin warung es teh jumbo miliknya semakin ramai, agar bisa tetap bertahan dan menyambung hidup. Baginya, usaha ini bukan sekadar jualan, tapi juga wujud keyakinan bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua.
Meski sempat jatuh saat dagangan nasi kuningnya sepi, Sutin membuktikan bahwa bangkit itu selalu mungkin. “Yang penting ada usaha. Mudahan rezeki lancar, dagangan ramai terus,” ujarnya penuh keyakinan. Dari kisahnya, kita belajar bahwa tekad bisa lahir dari hal sederhana—bahkan dari segelas es teh jumbo.
Kisah Sutin adalah cerita tentang keberanian, kegigihan, dan kesederhanaan yang menginspirasi. Dari nasi kuning yang sepi, ia menemukan peluang baru lewat segelas es teh jumbo. Jadi, kalau mampir ke Terminal Batu Ampar, jangan lupa singgah ke warung kecil di seberang jalan itu. Siapa tahu, segelas es teh jumbo bisa jadi pengingat sederhana bahwa hidup selalu punya jalan.
Yuk, bagikan kisah inspiratif ini biar makin banyak orang tahu!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'