Balikpapantv.id - Hai Cess! Di tengah hiruk-pikuk Kota Balikpapan, ada sosok sederhana yang menyimpan kisah penuh inspirasi. Namanya Misman, seorang perantau asal Banyuwangi yang datang ke Balikpapan sekitar tahun 80-an. Dengan ketekunan dan keyakinan, ia berhasil mengubah masa pensiunnya menjadi perjalanan usaha baru yang penuh makna.
Misman, yang sebelumnya bekerja selama dua dekade sebagai mandor pabrik kayu, kini beralih profesi menjadi pedagang Es Cincau Hijau. Bermodal semangat dan keuletan, ia membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Lantas, seperti apa cerita perjuangan Misman hingga dikenal sebagai penjual Es Cincau di kawasan Balikpapan Utara?
Dari Mandor Kayu ke Penjual Es Cincau Hijau
Selama 20 tahun, Misman bekerja keras sebagai mandor di sebuah pabrik kayu. Pensiun tidak membuatnya berhenti berkegiatan. Justru, di tahun 2020 ia menemukan peluang usaha baru dari daun cincau.
Awalnya, ia hanya menjual daun cincau mentah dengan harga lima ribu per kilogram. Namun setelah melihat peluang lebih besar, Misman mulai meracik sendiri Es Cincau Hijau dan menjualnya kepada warga sekitar.
Baca Juga: Bento Box Halimah Solusi Sarapan Praktis! Dari Hobi Nonton Konten Masak Jadi Cuan Menjanjikan
Harga Ramah, Rasa Segar Bikin Ketagihan
Dengan harga hanya lima ribu rupiah per gelas, Es Cincau buatan Misman jadi incaran banyak orang. Segarnya cincau hijau berpadu manisnya gula membuat minuman ini pas dinikmati di cuaca panas.
Ia biasa berdagang di seberang Gedung Biru, Jl. Soekarno Hatta, Balikpapan Utara. Lokasi ini membuat dagangannya mudah dijangkau oleh pekerja, pelajar, hingga warga sekitar yang ingin melepas dahaga.
Tantangan Cuaca yang Jadi Ujian
Seperti pedagang kaki lima lainnya, tantangan utama Misman adalah faktor cuaca. Jika hujan turun atau langit mendung, jumlah pembeli otomatis menurun.
Namun, Misman tetap tegar menghadapi kondisi itu. Dengan keyakinan penuh, ia selalu berkata bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, “rezeki tidak kemana,” ujarnya sambil tersenyum.
Semangat Belajar di Usia Senja
Meski usianya sudah paruh baya dan pendidikan formalnya tidak tinggi, Misman tak pernah berhenti belajar. Bersama teman-temannya, ia terus memperdalam cara membuat cincau yang lebih enak dan segar.
Semangat inilah yang membuatnya menjadi teladan. Bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berusaha. Justru, pengalaman hidup bisa menjadi modal kuat untuk terus bertahan.
Kisah Misman adalah potret nyata perjuangan, ketekunan, dan semangat tanpa batas. Dari seorang perantau hingga kini dikenal sebagai penjual Es Cincau Hijau yang penuh inspirasi. Semoga cerita ini bisa jadi penyemangat bagi siapa pun yang tengah berjuang dalam hidup.
Yuk, bagikan cerita inspiratif ini agar lebih banyak orang yang termotivasi!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'