BalikpapanTv.id - Hai Cess! Pernah bayangin kalau tumpukan sabut kelapa yang sering dianggap sampah bisa jadi ladang uang? Yuk, simak kisah inspiratif Rusni yang sukses bikin produk dari sabut kelapa laku keras sampai mancanegara!
Dari awalnya cuma penasaran sama tumpukan sabut kelapa di depan rumah warga, Rusni sekarang jadi pengusaha sukses yang punya pabrik dan koperasi. Penasaran kan gimana ceritanya?
Rusni Febrianti di Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, berkreasi dengan limbah sabut kepala menciptakan kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi sejak 2016.
Rusni Febrianti pada 2020 mendirikan Koperasi Kriya Inovasi Mandara (KIM) dengan mengajak orang tua tunggal khususnya para ibu di lingkungan Kelurahan Saloloang.
Penjabat Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun ingin kerajinan berbahan limbah sabut kelapa produk Koperasi Kriya Inovasi Mandara (KIM) yang berlokasi di Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, bisa menjadi produk khas di daerah
"Kami sangat apresiasi dengan Koperasi KIM yang membuat produk kerajinan yang memiliki nilai jual dari olahan limbah sabut kelapa," ujar Pj Bupati Makmur Marbun di Penajam, Provinsi Kalimantan Timur, Senin, saat bertandang ke Koperasi KIM.
Dari Masalah Menjadi Peluang
Semua berawal dari keprihatinan Rusni melihat banyaknya sabut kelapa yang terbuang percuma. “Dulu itu banyak banget yang dibiarin, bahkan dibakar. Sayang banget kan?” tutur Rusni.
Daripada membiarkan limbah ini sia-sia, Rusni mulai mencari informasi tentang potensi bisnis dari sabut kelapa. Ternyata, di luar negeri, sabut kelapa diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti cocopeat dan cocofiber yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan jok mobil hingga pesawat.
Baca Juga: Mahasiswi Balikpapan Alami Kekerasan Berulang, Pelaku Diduga Oknum Polisi
Membangun Usaha dari Nol
Dengan semangat yang membara, Rusni mulai merintis usahanya. Ia bekerja sama dengan Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) dan mencari investor.
Tak lama kemudian, pabrik pengolahan sabut kelapa pun berdiri di desanya. Awalnya, produksi masih dalam skala kecil dan fokus pada pasar lokal. Namun, seiring berjalannya waktu, permintaan akan produk-produk dari sabut kelapa semakin meningkat, terutama dari pasar internasional.
Go Internasional
Produk-produk olahan sabut kelapa buatan Rusni berhasil menembus pasar internasional, seperti China, Jepang, dan Kanada. Bahkan, Rusni pernah mengikuti pameran dagang di Malaysia dan berhasil mendapatkan sejumlah pesanan.
“Alhamdulillah, produk kita diminati banyak negara. Ini membuktikan bahwa produk Indonesia punya kualitas yang tidak kalah dengan produk luar negeri,” ujar Rusni dengan bangga.
Baca Juga: DJI Neo Drone Kecil Yang Murah dengan Fitur Mewah! Siap Mengudara Teman Ngonten Setiap Saat
Memberdayakan Masyarakat
Selain sukses dalam bisnis, Rusni juga aktif dalam memberdayakan masyarakat sekitar. Ia mendirikan koperasi yang anggotanya sebagian besar adalah perempuan.
Melalui koperasi ini, Rusni memberikan pelatihan dan keterampilan kepada masyarakat agar bisa ikut serta dalam proses produksi. “Saya ingin agar masyarakat sekitar bisa ikut merasakan manfaat dari usaha ini,” kata Rusni.
Pelajaran dari Kisah Rusni
Kisah sukses Rusni membuktikan bahwa dengan kreativitas, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, kita bisa mengubah sampah menjadi emas. Selain itu, kisah Rusni juga menginspirasi kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memberdayakan masyarakat.
Yuk, share cerita inspiratif Rusni ini ke teman-temanmu! Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat mereka juga untuk memulai bisnis.
Editor : Arya Kusuma