Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Pemkab Berau mengajukan dukungan peralatan pemadam dan peningkatan kapasitas petugas ke Kemendagri di tengah ancaman karhutla serta kabut asap.
Balikpapan TV – Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Berau berupaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman. Salah satu langkahnya ialah mengajukan dukungan sarana, prasarana, dan peningkatan kemampuan petugas pemadam kebakaran kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi Bupati Berau, Sri Juniarsih, bersama Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan mendesak dalam memperkuat penanganan kebakaran.
Di sisi lain, kondisi kabut asap di Berau turut menjadi perhatian. BPBD Berau menyebut pergerakan angin dari wilayah lain diduga membawa asap ke daerah tersebut, meskipun jumlah titik panas di Berau dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir.
Pemkab Berau Minta Dukungan Peralatan dan Personel
Dalam audiensi di Kantor Kemendagri, Sri Juniarsih didampingi Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan.
Rombongan diterima Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Edy Suharmanto.
Sri menyampaikan bahwa karhutla dan kebakaran di kawasan permukiman membutuhkan penanganan serius serta koordinasi lintas sektor. Karena itu, kesiapan daerah perlu diperkuat, baik melalui ketersediaan peralatan operasional maupun peningkatan kemampuan petugas di lapangan.
Berau juga belum lama ini mengalami kebakaran hutan dan lahan. Dampak kejadian tersebut masih dirasakan sehingga upaya pencegahan dan kesiapsiagaan perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Kami berharap dukungan dari Kemendagri dapat membantu Kabupaten Berau memenuhi kebutuhan penanganan kebakaran, terutama peralatan, fasilitas pendukung, dan penguatan sumber daya manusia,” ujar Sri.
Menurutnya, dukungan tersebut dibutuhkan agar petugas dapat merespons kejadian kebakaran dengan lebih cepat dan efektif. Kesiapan yang memadai diharapkan turut menekan risiko meluasnya kebakaran serta kerugian yang ditimbulkan.
Baca Juga: Dari Titik Api Menuju Meja Jaksa, Delapan Perkara Karhutla Berau Menunggu Pembuktian
Titik Panas Berau Menurun, Asap Diduga Terbawa Angin
Selain mengajukan bantuan untuk penanganan kebakaran, Pemkab Berau menghadapi persoalan kabut asap yang memengaruhi wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang diduga membawa asap dari wilayah lain menuju Berau.
Sejumlah daerah yang disebut sebagai sumber kiriman asap meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Paser, Kutai Timur, hingga Kutai Kartanegara.
“Angin bergerak ke utara dan timur laut,” ujarnya.
Menurut Masyhadi, indikasi tersebut didukung oleh penurunan jumlah titik panas di Berau dalam beberapa hari terakhir. Dalam kurun dua hari, jumlahnya dilaporkan turun dari 32 titik menjadi 15 titik.
Sementara itu, Kutai Timur dan Paser disebut mencatat sebaran titik panas lebih dari 400 titik. Perbedaan kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penilaian BPBD mengenai kemungkinan asap yang terbawa dari luar wilayah Berau.
Meski demikian, titik panas yang menurun tidak serta-merta menghilangkan risiko karhutla. Potensi kebakaran lokal masih ada, terutama di tengah kondisi yang dapat berubah mengikuti cuaca dan pergerakan angin.
Hujan Membantu Menekan Potensi Karhutla
Masyhadi juga menyebut hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Berau turut membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia menilai kontribusi karhutla lokal terhadap kondisi kabut asap saat itu tidak terlalu signifikan, meskipun kemungkinan kebakaran di wilayah setempat masih perlu diwaspadai.
“Dengan adanya hujan intensitas tinggi, kemungkinan dari wilayah kita ada, tetapi tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
Di sisi lain, sebaran titik panas di wilayah selatan Berau masih terpantau cukup tinggi. Kondisi tersebut, ditambah arah angin menuju utara dan timur laut, dinilai turut memengaruhi kualitas udara di Berau.
Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla memerlukan kesiapsiagaan yang berkelanjutan, baik untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah sendiri maupun menghadapi dampak asap yang diduga berasal dari daerah lain.
Menunggu Tindak Lanjut Usulan Bantuan
Audiensi dengan Kemendagri menjadi langkah Pemkab Berau untuk memperjuangkan dukungan bagi penanganan kebakaran. Selain peralatan dan fasilitas pendukung, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian.
Sri berharap kebutuhan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat nyata bagi perlindungan masyarakat di Kabupaten Berau.
“Semoga apa yang diperjuangkan dapat terealisasikan dan membantu masyarakat yang ada di Kabupaten Berau,” pungkasnya.
Namun, laporan sumber belum menyebutkan rincian jenis maupun jumlah peralatan yang diajukan, nilai bantuan, atau kepastian persetujuan dari pemerintah pusat. Dengan demikian, dukungan tersebut masih berupa usulan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti.
Baca Juga: Berau Ingin Pariwisata Tumbuh, Tapi Akses Destinasi Masih Jadi Pekerjaan Besar
Poin Penting
-
Pemkab Berau mengajukan dukungan peralatan, fasilitas pemadam, dan peningkatan kapasitas petugas kepada Kemendagri.
-
Audiensi berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Kantor Kemendagri.
-
Jumlah titik panas di Berau dilaporkan turun dari 32 menjadi 15 dalam dua hari.
-
BPBD Berau menduga pergerakan angin membawa asap dari sejumlah wilayah lain.
-
Hujan berintensitas tinggi membantu menekan potensi karhutla, tetapi risiko kebakaran lokal masih ada.
-
Kepastian persetujuan dan rincian bantuan yang diajukan belum disebutkan dalam laporan sumber.
Insight Redaksi
Kesiapsiagaan menghadapi karhutla tidak hanya bergantung pada jumlah peralatan, tetapi juga kesiapan personel, koordinasi antarlembaga, serta kemampuan merespons perubahan kondisi di lapangan.
Usulan bantuan Pemkab Berau menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas tersebut. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada tindak lanjut usulan, pemenuhan kebutuhan yang paling mendesak, dan kesiapan operasional saat kebakaran terjadi.
Sementara itu, kabut asap yang diduga terbawa angin menunjukkan bahwa dampak kebakaran dapat melintasi batas administrasi. Karena itu, pemantauan titik panas, kondisi cuaca, dan kualitas udara tetap penting dilakukan bersamaan dengan upaya pencegahan di tingkat daerah.
Informasi warga bisa jadi awal pengungkapan kasus dan membantu memperluas perhatian terhadap persoalan publik. Sampaikan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar info biasa!
Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar berita biasa!
FAQ
1. Mengapa Pemkab Berau mengajukan bantuan ke Kemendagri?
Bantuan diajukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kebakaran permukiman, terutama dalam hal peralatan, fasilitas pendukung, serta kemampuan petugas.
2. Kapan audiensi Pemkab Berau dengan Kemendagri berlangsung?
Audiensi berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Kantor Kemendagri.
3. Berapa jumlah titik panas di Berau yang dilaporkan?
Jumlah titik panas dilaporkan turun dari 32 menjadi 15 dalam dua hari terakhir pada periode pemberitaan tersebut.
4. Dari mana asap diduga berasal?
BPBD Berau menyebut sejumlah wilayah, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Paser, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara, sebagai daerah yang diduga mengirimkan asap ke Berau akibat pergerakan angin.
5. Apakah hujan dapat mengurangi risiko karhutla?
Hujan berintensitas tinggi dapat membantu menekan potensi kebakaran. Namun, risiko karhutla lokal tetap ada dan perlu diantisipasi.
6. Apakah bantuan dari Kemendagri sudah disetujui?
Laporan sumber belum menyebutkan kepastian persetujuan bantuan. Pemkab Berau berharap usulan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti pemerintah pusat.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Berau Post" Berjudul"Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Pemkab Berau Ajukan Bantuan Pemadam ke Kemendagri",oleh penulis Nurismi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : BERAU POST