Berau Ingin Pariwisata Tumbuh, Tapi Akses Destinasi Masih Jadi Pekerjaan Besar

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 20:28 WIB
Kawasan wisata Maratua menjadi salah satu destinasi yang membutuhkan dukungan konektivitas dan infrastruktur.
Kawasan wisata Maratua menjadi salah satu destinasi yang membutuhkan dukungan konektivitas dan infrastruktur.

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Pemkab Berau mendorong konektivitas destinasi agar pariwisata membuka ruang ekonomi bagi masyarakat dan usaha lokal.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemkab Berau menempatkan akses dan konektivitas sebagai kunci pengembangan pariwisata, karena destinasi pesisir hingga pedalaman perlu terhubung agar manfaat ekonominya menjangkau masyarakat secara luas.

Destinasi cantik saja belum cukup. Saat perjalanan menuju lokasi masih menjadi tantangan, peluang wisatawan, UMKM, kuliner, transportasi, dan penginapan ikut tertahan.

Pariwisata Berau Tak Cukup Mengandalkan Keindahan Destinasi

Pemerintah Kabupaten Berau melihat pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang perlu terus dikembangkan.

Potensi tersebut tersebar dari kawasan pesisir dan kepulauan hingga destinasi wisata di wilayah pedalaman.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai pengembangan destinasi harus berjalan bersama pembangunan infrastruktur pendukung.

Menurutnya, akses menuju kawasan wisata menjadi salah satu bagian penting yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.

“Banyak objek wisata kita yang masih perlu mendapatkan perhatian, terutama akses menuju lokasi. Ini yang terus kita upayakan agar bagaimana aksesnya bisa lebih baik,” ujarnya.

Pandangan itu membuat pembangunan jalan dan konektivitas tidak sekadar menjadi urusan infrastruktur.

Akses juga menjadi penghubung antara destinasi, wisatawan, pelaku usaha, serta masyarakat yang tinggal di kawasan sekitarnya.

Baca Juga: Alokasi Rp150 Miliar untuk Berau, RSUD Abdul Rivai Masih Kejar CT Scan Baru

Saat Akses Dibuka, Ekonomi Masyarakat Ikut Bergerak

Kemudahan perjalanan menuju destinasi dapat memberi dampak pada aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan wisata.

UMKM, usaha kuliner, transportasi, penginapan, hingga ekonomi kreatif memiliki peluang mengikuti peningkatan aktivitas wisata.

Artinya, manfaat pariwisata tidak berhenti pada pengelola destinasi atau sektor perjalanan saja.

Sri Juniarsih menegaskan arah tersebut dalam pernyataannya mengenai posisi pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Ini yang kami terus dorong menjadikan pariwisata penggerak ekonomi masyarakat, selain sektor potensial lainnya, seperti perkebunan rakyat dan pertanian,” jelasnya.

Konteks ini penting karena pembangunan akses dapat menghubungkan potensi alam dengan kegiatan ekonomi masyarakat secara langsung.

Tanpa konektivitas yang memadai, destinasi potensial berisiko sulit berkembang secara optimal meski daya tarik alamnya sudah tersedia.

Dukungan Pemerintah Pusat Jadi Bagian Penting

Kebutuhan pembangunan Berau harus berhadapan dengan kemampuan fiskal daerah yang memiliki keterbatasan.

Karena itu, Pemkab Berau membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembangunan infrastruktur.

Langkah tersebut menjadi penting ketika kebutuhan pembangunan harus dilakukan pada banyak wilayah dalam waktu yang bersamaan.

“Harapan kita, melalui sinergi dan dukungan pemerintah pusat, pembangunan di Berau dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Penguatan akses juga bukan isu yang berdiri sendiri dalam pengembangan pariwisata Berau.

Pada Agustus 2026, DPUPR Berau menyebut infrastruktur sebagai salah satu instrumen untuk membuka akses dan memperkuat kawasan wisata, termasuk Biduk-Biduk dan Maratua.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa konektivitas mulai ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata, bukan sekadar fasilitas pendukung.

Baca Juga: Berau Bersiap Uji Coba Perlinsos Digital, IKD Jadi Validasi Bansos Kemensos

Maratua, Derawan hingga Biduk-Biduk Menunggu Konektivitas

Berau memiliki sejumlah destinasi yang sudah dikenal luas, termasuk Maratua, Derawan, Biduk-Biduk, serta kawasan wisata lainnya.

Untuk Maratua, akses udara juga mengalami perkembangan pada Januari 2026 melalui penerbangan komersial rute Berau-Maratau. 

Konektivitas semacam itu menunjukkan bahwa akses menuju destinasi dapat berkembang melalui berbagai moda sesuai karakter wilayah.

Namun, pembangunan akses perlu berjalan bersama kebutuhan dasar dan kondisi kawasan agar pertumbuhan wisata dapat dirasakan masyarakat setempat.

Pemkab Berau mengarahkan pengembangan pariwisata agar tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan.

Manfaat ekonomi bagi masyarakat serta keberlanjutan alam dan budaya juga menjadi bagian dari arah pengembangannya.

“Penguatan konektivitas diharapkan menjadi bagian penting dalam membuka peluang investasi, memperluas lapangan usaha dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Berau,” kuncinya.

Poin Penting

Insight Redaksi

Berau punya modal wisata yang kuat, namun akses menentukan seberapa jauh potensi itu berubah menjadi perputaran ekonomi. Pembangunan konektivitas perlu membaca kebutuhan tiap kawasan, bukan sekadar mengejar jalan baru. Maratua, Derawan, dan Biduk-Biduk memiliki karakter berbeda, sehingga dukungan infrastrukturnya juga perlu spesifik. Kalau akses makin siap, bubuhan pelaku usaha lokal punya ruang tumbuh yang makin nyata.

Akses yang baik bukan sekadar memudahkan perjalanan. Ia bisa menjadi jalan masuk bagi investasi, usaha lokal, lapangan kerja, dan distribusi ekonomi antarkawasan.

Kalau ikam punya pengalaman soal akses menuju destinasi wisata di Berau, bagikan info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami persoalannya.

Berau sedang membuka babak penting: potensi wisata sudah ada, kini konektivitas menjadi kunci agar manfaatnya sampai kepada masyarakat. Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa akses penting bagi pariwisata Berau?

Akses membantu wisatawan mencapai destinasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan sekitar.

2. Destinasi apa saja yang disebut dalam pembahasan ini?

Maratua, Derawan, Biduk-Biduk, serta berbagai kawasan wisata lain di wilayah Berau.

3. Siapa yang mendorong penguatan akses pariwisata Berau?

Pemkab Berau melalui Bupati Sri Juniarsih Mas terus mendorong dukungan pembangunan infrastruktur.

4. Mengapa Berau membutuhkan dukungan pemerintah pusat?

Kemampuan fiskal daerah terbatas, sementara kebutuhan pembangunan infrastruktur tersebar di berbagai wilayah.

5. Apa manfaat konektivitas bagi masyarakat?

Konektivitas dapat mendukung pergerakan wisatawan sekaligus membuka peluang bagi UMKM, kuliner, transportasi, penginapan, dan ekonomi kreatif.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi Pemerintah Kabupaten Berau mengenai pengembangan infrastruktur dan pariwisata, serta informasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengenai konektivitas Maratua.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Infrastruktur Berau maratua Pariwisata Berau Sri Juniarsih Mas