Berau Bersiap Uji Coba Perlinsos Digital, IKD Jadi Validasi Bansos Kemensos

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 07:32 WIB
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital menjadi bagian persiapan Berau menghadapi penerapan Perlinsos Digital.
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital menjadi bagian persiapan Berau menghadapi penerapan Perlinsos Digital.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Berau menyiapkan IKD untuk validasi bansos Kemensos, sambil memperluas aktivasi dan belajar dari uji coba Balikpapan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemkab Berau menyiapkan Identitas Kependudukan Digital atau IKD untuk validasi penerima bantuan sosial Kemensos sebagai bagian persiapan Perlinsos Digital tahun ini. 

Bagi penerima bansos, perubahan ini bukan sekadar urusan aplikasi di ponsel. Ada proses aktivasi identitas yang perlu disiapkan sebelum layanan digital berjalan.

Berau Mulai Menyiapkan IKD untuk Perlinsos Digital

Kepala Disdukcapil Berau David Pamuji menyebut daerahnya diproyeksikan menjadi salah satu lokasi uji coba Perlinsos dengan IKD sebagai instrumen validasi.

“Insyaallah Berau tahun ini termasuk kabupaten yang menjadi pilot project Perlinsos penggunaan IKD sebagai validasi bantuan sosial,” katanya belum lama ini.

Persiapan tersebut mulai terlihat dari langkah Disdukcapil Berau memperluas aktivasi IKD melalui pelayanan jemput bola lintas instansi.

Pada 1–2 Oktober 2026, Disdukcapil Berau bahkan melakukan aktivasi IKD bagi personel Polres Berau untuk mendukung kesiapan program Perlinsos. 

Mengapa IKD Dibutuhkan untuk Validasi Bansos?

IKD akan menjadi bagian dari proses pencocokan identitas penerima dengan data kependudukan yang terhubung melalui NIK.

Dengan mekanisme tersebut, proses validasi dapat diarahkan pada identitas yang lebih terukur dan terintegrasi dalam sistem digital.

David menjelaskan penerima bantuan Kemensos nantinya diarahkan melakukan validasi menggunakan IKD sesuai ketentuan yang sedang dipersiapkan.

“Secara regulasi memang nantinya wajib bagi seluruh masyarakat penerima bantuan dari Kemensos untuk memvalidasi datanya menggunakan IKD,” jelasnya.

Tujuan akhirnya adalah memperkuat ketepatan data penerima sekaligus mengurangi persoalan administrasi, termasuk potensi pencatatan penerima secara ganda.

Baca Juga: Atap Ruko di Sambaliung Berau Terbang Diterjang Angin, Kerugian Rp7 Juta

Balikpapan Memberi Gambaran, Aktivasi IKD Ikut Terdorong

Pengalaman Balikpapan memberi gambaran bagaimana kebutuhan mengakses Perlinsos Digital dapat mendorong masyarakat mengaktifkan IKD.

Pemkot Balikpapan meluncurkan Perlinsos Digital pada Juni 2026 dengan sistem yang mengandalkan data kependudukan terintegrasi.

Dalam perkembangannya, aktivasi IKD Balikpapan meningkat dari sekitar 8 persen menjadi sekitar 15 persen pada pertengahan Juli.

Jumlah tersebut dilaporkan mencapai sekitar 80 ribu warga, setelah pendaftaran Perlinsos Digital mulai berjalan. 

Bagi Berau, pengalaman tersebut menjadi konteks penting karena aktivasi IKD daerah ini pada September masih mendekati 8 persen.

Disdukcapil Berau menargetkan cakupan aktivasi mencapai 10 persen tahun ini, sementara sebelumnya target bulanan ditetapkan minimal 1.000 aktivasi.

Baca Juga: Penduduk Berau Capai 312.550 Jiwa, Bertambah 4.530 Orang dalam Enam BulanPenduduk Berau Capai 312.55

Tantangan Berau Bukan Sekadar Aktivasi di Ponsel

Perluasan IKD harus menjangkau masyarakat sampai kecamatan dan kampung agar manfaat digitalisasi tidak berhenti di pusat layanan.

Kondisi geografis Berau membuat pemerataan layanan menjadi bagian penting dalam persiapan Perlinsos Digital.

Disdukcapil sebelumnya juga merancang layanan IKD proaktif yang menyasar kampung dan kelurahan di seluruh Kabupaten Berau.

Artinya, keberhasilan program nantinya bukan hanya diukur dari jumlah akun IKD yang aktif, tetapi juga kemampuan warga menggunakannya.

David mengingatkan masyarakat penerima bantuan agar mempersiapkan aktivasi sejak awal supaya proses validasi tidak terkendala ketika penerapan berjalan.

“Jadi wajib seluruh masyarakat yang mendapatkan bantuan dari Kemensos itu validasinya nanti menggunakan IKD,” pungkas David.

Bagi masyarakat, langkah paling praktis adalah memastikan IKD sudah aktif dan data kependudukan sesuai sebelum mekanisme Perlinsos Digital diterapkan penuh.

Poin Penting

Insight Redaksi

Perubahan ini menunjukkan bansos mulai bergerak dari sekadar urusan penyaluran menuju persoalan kualitas identitas dan data. Berau masih punya pekerjaan rumah pada cakupan aktivasi. Kalau akses digital belum merata, program secanggih apa pun bisa tersendat. Ikam perlu melihat IKD bukan sekadar aplikasi, tapi bagian dari layanan publik yang mulai berubah.

Persiapkan aktivasi IKD dari sekarang supaya saat validasi bansos berjalan, proses administrasi kada lagi jadi hambatan.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam yang menerima bansos, terutama keluarga yang masih belum mengaktifkan IKD.

Digitalisasi bansos di Berau baru memasuki tahap persiapan, tetapi perubahan cara pemerintah memvalidasi penerima sudah mulai terasa. Ikuti terus informasi Berau dan Kaltim bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu IKD?

IKD adalah identitas kependudukan dalam bentuk digital yang terhubung dengan data kependudukan melalui NIK.

2. Mengapa penerima bansos perlu memiliki IKD?

IKD disiapkan sebagai sarana validasi identitas penerima bantuan sosial agar pencocokan data kependudukan dapat dilakukan secara digital.

3. Apakah Berau sudah mulai mempersiapkan penerapan IKD?

Sudah. Disdukcapil Berau memperluas aktivasi IKD dan pada awal Oktober melakukan pelayanan jemput bola untuk mendukung persiapan Perlinsos. Disdukcapil Berau

4. Berapa capaian aktivasi IKD di Berau?

Pada September 2026, tingkat aktivasi IKD Berau dilaporkan mendekati 8 persen dari penduduk yang memiliki KTP, dengan target 10 persen tahun ini. Berau Pedia

5. Apa yang bisa dilakukan masyarakat sekarang?

Masyarakat dapat mempersiapkan aktivasi IKD dan memastikan data kependudukan yang dimiliki sesuai sebelum proses validasi bantuan diterapkan.

Sumber Informasi: Disdukcapil Kabupaten Berau, Pemerintah Kota Balikpapan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta informasi yang disampaikan Kepala Disdukcapil Berau David Pamuji. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik BalikpapanTV.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Disdukcapil Berau IKD Berau Perlinsos Digital Bansos Kemensos